
Ringkas: Motherboard PC Anda mungkin menyimpan beberapa upgrade USB yang jarang disadari, mulai dari hub header internal hingga tambahan port USB-C lewat slot bracket.
Motherboard jarang jadi komponen yang dianggap menarik dibanding GPU atau CPU, apalagi saat harga komponen sedang mahal. Namun justru dalam kondisi seperti ini, ada baiknya melihat potensi upgrade yang mungkin sudah Anda miliki di PC. Semuanya tersembunyi di motherboard, tepatnya pada header USB internal.
Hub internal bisa mengubah satu header jadi empat port
Apa itu header USB 2.0 internal?
Sebelum masuk lebih jauh, header USB 2.0 adalah blok kecil 9-pin yang biasanya berjajar di tepi bawah motherboard. Setiap header mewakili dua port USB, dan pada motherboard umum Anda biasanya akan menemukan dua header seperti ini, meski tentu tidak selalu sama pada semua model. Artinya, sebelum apa pun dipasang, Anda sudah punya empat port USB 2.0 internal. Sekilas terlihat banyak, tetapi kebutuhan bisa cepat bertambah.
Upgrade pertama di daftar ini adalah semacam “hack” besar untuk motherboard, yakni mengubah satu header menjadi lebih banyak port. Caranya adalah memakai USB hub internal.
Fungsinya sesuai dugaan: satu header 9-pin diubah menjadi empat, sehingga ruang pemakaian header di motherboard jadi jauh lebih lega. Perangkat seperti ini bisa dibeli di kisaran $20-$30, dan bentuknya pada dasarnya seperti balok kecil bermagnet yang tidak memakan banyak tempat serta mudah disembunyikan di dalam casing. Bahkan jika Anda sangat peduli estetika PC, keberadaannya nyaris tidak akan terlihat.
Namun menambah jumlah port hanya satu sisi dari persoalan. Tantangan sebenarnya ada pada konektor daya SATA di sampingnya. Header motherboard dirancang menyuplai sekitar 500mA per port, jadi splitter pasif hanya akan membagi daya itu ke empat perangkat berbeda dan pada akhirnya tidak akan memberi pasokan yang cukup untuk semuanya. Karena alasan serupa, Anda juga sebaiknya tidak mencolokkan SSD portabel ke USB hub, karena daya dan transfer data akan dibagi ke banyak perangkat padahal SSD membutuhkan semuanya. Dengan hub seperti ini, daya akan diambil dari PSU, asalkan Anda memakai hub dengan daya SATA.
Alasan Anda mungkin memerlukannya cukup sederhana: port internal bisa cepat habis. Panel depan casing memakan satu port, AIO dengan layar pompa bisa memakai satu header sendiri, dan jika ada kontroler RGB, itu bisa mengambil header lain lagi.
Ubah header yang tersisa menjadi port USB belakang
Berguna, tapi tidak untuk semua kebutuhan
Cara ini bekerja berkebalikan dengan hub internal. Anda bukan menambah lebih banyak perangkat ke satu header, melainkan mengambil header yang tidak pernah dipakai casing lalu mengubahnya menjadi port yang benar-benar bisa digunakan. Yang dibutuhkan hanyalah adapter slot plate dengan harga sekitar $10 hingga $15. Satu ujungnya terhubung ke header 9-pin atau 19-pin yang kosong, lalu ujung lain mengisi penutup slot PCIe yang kosong.
Jika motherboard Anda punya dua header USB 3.0 tetapi casing hanya menyediakan satu kabel panel depan untuk dipasang ke sana, sesuatu yang bisa terjadi pada banyak casing mid-tower, solusi ini layak dicoba. Jika Anda benar-benar kehabisan header, kartu PCIe x1 juga bisa menambahkan dua header lagi dengan daya SATA sendiri.
Ada satu catatan penting jika Anda melakukan ini. USB 3.0 meningkatkan noise floor di pita 2,4GHz, dan itu bisa menurunkan sensitivitas receiver nirkabel yang berada di dekatnya. Receiver seperti itu kemungkinan dipakai untuk mouse atau keyboard nirkabel Anda, sehingga Anda bisa melihat masalah performa yang sangat besar jika dongle dipakai pada port seperti ini.
Tambahkan port USB-C ke casing yang tidak pernah memilikinya
Header-nya mungkin sudah tersedia
Besar kemungkinan motherboard Anda punya header USB-C yang belum pernah dipakai. Bentuknya adalah blok 20-pin yang disebut Type-E, atau Key A tergantung siapa yang menulis buku manualnya. Tujuan utamanya memang untuk menggerakkan port USB-C panel depan pada casing. Kebanyakan motherboard saat ini memilikinya, bahkan mungkin hampir semuanya, tetapi casing lama bisa jadi tidak punya port yang cocok sehingga sejak awal tidak pernah menyediakan USB-C untuk dihubungkan ke sana. Slot bracket bisa menyelesaikan masalah itu.
Setelah memilikinya, cukup sambungkan ke header Type-E, dan Anda akan mendapatkan soket USB-C yang benar di penutup slot PCIe kosong di bagian belakang. Ini jelas lebih baik daripada menggantung adaptor dari port Type-A sampai Anda nanti meng-upgrade PC, sesuatu yang dalam kondisi pasar saat ini mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Baca manual sebelum membeli upgrade USB motherboard
Semua upgrade yang kurang dikenal ini membantu Anda menghindari alternatif yang kurang ideal yang harus dipasang lewat port USB eksternal, lalu memindahkannya ke dalam casing. Namun sebelum mulai membeli aksesori, pastikan dulu Anda memang membutuhkannya dan semuanya kompatibel dengan motherboard maupun casing Anda.

Corsair Internal 4-Port USB 2.0 Hub
Jika dua header USB 2.0 di motherboard Anda sudah dipakai oleh panel depan dan AIO, hub bertenaga SATA ini mengubah salah satunya menjadi empat port 9-pin dan dapat ditempel secara magnetis di mana saja sesuai kebutuhan.
Poin penting
- header USB 2.0 internal
- hub SATA jadi empat port
- adapter slot plate USB belakang
- noise USB 3.0 di 2,4GHz
- header USB-C Type-E tersembunyi
- baca manual sebelum membeli
Pada akhirnya, motherboard Anda mungkin sudah menyimpan beberapa upgrade USB yang praktis tanpa perlu mengganti komponen utama. Kuncinya adalah memeriksa header internal yang tersedia dan memastikan aksesori yang dibeli memang cocok dengan konfigurasi PC Anda.
Sumber: https://www.howtogeek.com/your-motherboard-holds-useful-usb-upgrades-you-didnt-know-about/