
Ringkas: PowerToys Workspaces dapat menyimpan kumpulan aplikasi beserta posisi jendelanya, lalu memulihkan tata letak tersebut tanpa perlu membuat skrip.
Setiap pagi, saya membuka aplikasi yang sama lalu menghabiskan beberapa menit untuk menyeret, mengubah ukuran, dan menata ulang jendelanya di dua monitor. Menjelang sore, posisinya kembali bergeser. Karena lelah menyusun ulang tata letak desktop yang sama, saya mencari cara yang lebih praktis dan menemukan PowerToys Workspaces, alat yang mudah digunakan agar Windows mengingat posisi aplikasi.
Cara mengaktifkan PowerToys Workspaces
Jika belum pernah memakai PowerToys, proses menyiapkan Workspaces tidak serumit yang terdengar dan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit. Pertama, instal PowerToys melalui Microsoft Store, kemudian lakukan langkah berikut:
- Klik kanan ikon PowerToys di system tray
- Pilih Settings
- Gulir ke bagian Workspaces
- Pastikan tombol pengaktifannya menyala



Antarmuka PowerToys dapat sedikit berbeda di setiap versi, sehingga posisi menu Workspaces yang Anda lihat mungkin tidak sama.
Setelah Workspaces aktif, langkah berikutnya adalah menemukan Editor. Dalam konfigurasi yang digunakan penulis, Workspaces muncul di area Quick access. Mengklik opsi tersebut akan langsung membuka Editor.


Jika Workspaces tidak muncul di sana, buka Windowing & Layouts > Workspaces, lalu pilih Open editor.


Editor merupakan tempat untuk membuat dan mengelola tata letak aplikasi yang telah disimpan. Dari sini, Anda dapat mengatur aplikasi dan menyimpan susunannya agar bisa digunakan kembali.
PowerToys Workspaces menyimpan posisi aplikasi
Workspaces memungkinkan pengguna menyimpan sekumpulan aplikasi sekaligus posisi jendelanya. Saat workspace tersebut dijalankan kembali, PowerToys akan membuka aplikasi terkait dan memulihkan posisi yang sebelumnya disimpan.
Karena penggunaan PC berbeda-beda sesuai aktivitas, penulis membuat workspace terpisah untuk rutinitas hari kerja dan akhir pekan. Workspace Weekday berisi aplikasi yang digunakan untuk bekerja: Word, Excel, dan Notepad ditempatkan di monitor kiri, sedangkan Slack, Asana, dan Edge berada di monitor kanan. Susunan tersebut disimpan sebagai workspace agar tidak perlu dibuat ulang setiap pagi.
Konfigurasi Weekend benar-benar berbeda. Edge dapat dibuka ke situs pelacak golf di satu layar, sementara Xbox dan aplikasi cuaca berada di layar lainnya. Untuk beralih dari mode kerja ke susunan akhir pekan, pengguna cukup menjalankan workspace yang sesuai, alih-alih membuka dan menata setiap aplikasi secara manual.
Ada cara lain untuk memperoleh hasil serupa. AutoHotkey dapat dipakai untuk membuat skrip yang membuka aplikasi tertentu, sementara shortcut dan skrip Windows buatan sendiri juga dapat mengotomatiskan sebagian proses. Perbedaannya, metode tersebut mengharuskan pengguna memberi instruksi kepada Windows. Dengan Workspaces, pengguna cukup menata desktop sesuai keinginan lalu meminta PowerToys mengingatnya, tanpa perlu skrip.
Workspaces juga tidak boleh disamakan dengan FancyZones. FancyZones menyediakan zona yang dapat digunakan kembali untuk menempatkan jendela, sedangkan Workspaces mengingat aplikasi mana yang harus berada di posisi tersebut. FancyZones tidak diperlukan untuk menggunakan Workspaces.
Cara membuat dan menyimpan workspace
Membuat workspace hanya membutuhkan sekitar satu menit. Setelah membuka Workspaces Editor, pilih Create Workspace, buka aplikasi yang ingin disertakan, lalu atur posisi jendelanya sesuai kebutuhan. Fitur ini tidak mengharuskan penggunaan dua monitor atau lebih karena tetap bekerja dengan baik pada satu layar.
Setelah semua jendela tersusun dengan benar, tutup aplikasi yang tidak ingin disertakan, pilih Capture, lalu beri nama workspace tersebut. Sebelum menyimpannya, ada dua opsi tambahan yang patut dipertimbangkan:
- Create desktop shortcut: Menambahkan shortcut ke desktop yang dapat diklik dua kali untuk menjalankan workspace. Ini merupakan cara tercepat untuk kembali ke susunan tersimpan tanpa membuka PowerToys.
- Move existing windows: Memindahkan aplikasi yang sudah terbuka ke posisi tersimpan ketika workspace dijalankan. Opsi ini berguna jika beberapa aplikasi telah berjalan dan pengguna tidak ingin Workspaces membuka rangkaian jendela baru.
Kesalahan saat menangkap workspace masih dapat diperbaiki. Setelah memilih Capture, klik Remove di samping aplikasi yang tidak ingin disertakan. Menu tarik-turun pada setiap aplikasi juga memungkinkan posisi jendela tersimpan diubah menjadi Maximized, Minimized, atau Custom. Opsi Custom memungkinkan penyesuaian posisi kiri, posisi atas, lebar, dan tinggi, sementara pratinjau diperbarui untuk menampilkan hasilnya.
Dengan menata jendela sekali dan menyimpannya, PowerToys Workspaces dapat membuka aplikasi sekaligus mengembalikan posisinya untuk berbagai rutinitas, baik pada satu layar maupun beberapa monitor.
Poin penting
- PowerToys Workspaces menyimpan posisi aplikasi
- Penyiapan kurang dari satu menit
- Tata letak hari kerja dan akhir pekan
- Berfungsi pada satu atau beberapa monitor
- Shortcut desktop dan pemindahan jendela
- Berbeda dari fitur FancyZones
Sumber: https://www.howtogeek.com/windows-powertoys-workspaces-remember-where-app-window-belongs/