
Ringkas: Empat otomatisasi Android Auto membantu menyiapkan dashboard, menjalankan rutinitas, membisukan notifikasi, dan menyimpan lokasi parkir agar perhatian tetap tertuju ke jalan.
Menjaga pandangan tetap ke jalan terdengar sederhana, tetapi notifikasi, petunjuk arah, panggilan masuk, atau melamun dapat mengganggu pada saat yang buruk. Karena itu, Android Auto digunakan untuk memudahkan akses ke panggilan, musik, dan navigasi tanpa harus terus meraih ponsel.
Android Auto otomatis aktif saat mobil dinyalakan
Sebelum mengatur otomatisasi Android Auto, setiap kali masuk mobil saya harus mencolokkan ponsel, memutar lagu pembuka, memeriksa lalu lintas, dan sesekali melihat notifikasi. Langkah-langkah itu mungkin tidak selalu mengganggu, tetapi mengulanginya setiap kali berkendara terasa merepotkan.
Setelah mengubah beberapa pengaturan Android Auto, dashboard kini sudah siap ketika saya selesai mengatur kaca spion, memeriksa bayi di kursi belakang, dan memasang sabuk pengaman. Antarmuka sudah menampilkan Google Maps, Spotify, serta aplikasi yang baru digunakan.
Untuk mengaturnya, buka pengaturan Android Auto di ponsel, lalu aktifkan opsi Start Android Auto automatically dan Start Android Auto while locked. Pengaturan ini mungkin hanya menghemat beberapa detik setiap kali, tetapi waktunya terakumulasi. Kini saya cukup masuk, menyalakan mobil, lalu berangkat.
Android Auto nirkabel memerlukan mobil dan ponsel yang kompatibel. Jika mobil tidak mendukung Android Auto nirkabel, ponsel dapat dihubungkan menggunakan kabel USB.
Rutinitas Assistant mengatur beberapa tindakan sekaligus
Setelah dashboard siap, fitur lain yang mudah terlewat adalah rutinitas Assistant. Fitur ini memungkinkan rangkaian tindakan dijalankan dengan satu ketukan atau perintah, sehingga pengaturan dasar mobil berubah menjadi rutinitas berkendara yang lebih personal.
Perintah suara seperti “Hey Google, navigasikan saya ke supermarket terdekat” hanya menangani satu hal dalam satu waktu. Sebaliknya, Rutinitas bekerja seperti skrip mini di ponsel Android, sehingga beberapa tugas dapat dipicu melalui satu perintah. Rutinitas berbeda juga bisa dibuat untuk situasi yang berbeda.
Saya membuat Rutinitas bernama “Errands Run”. Rutinitas ini memulai navigasi ke supermarket yang biasa saya datangi, memutar daftar putar bernuansa ceria agar saya siap menyelesaikan keperluan, dan membantu membuka daftar belanja dari Google Keep. Dengan satu frasa, semuanya langsung siap digunakan. Rutinitas Assistant menghemat waktu dan membuat saya merasa lebih produktif.
Driving mode membisukan gangguan saat berkendara
Notifikasi sepanjang hari sulit diabaikan, baik berupa email pekerjaan maupun pesan yang mengingatkan untuk membeli bahan makanan dalam perjalanan pulang. Meskipun notifikasi tersebut bisa menunggu, bunyi ponsel dapat menggoda saya untuk terus meraihnya.
Karena itu, saya menggunakan Driving mode. Mode ini secara otomatis membisukan gangguan yang tidak diperlukan dan dapat mengubah sekilas pandangan ke ponsel menjadi momen berbahaya. Saya mengatur Driving mode agar aktif otomatis ketika ponsel terhubung ke sistem Bluetooth mobil.
Saat aktif, Driving mode menyalakan Do Not Disturb. Fitur ini dapat membisukan notifikasi, panggilan, dan pesan berdasarkan pengecualian yang telah ditentukan. Saya bisa memilih orang, percakapan, atau aplikasi yang boleh mengganggu, sementara yang lain menunggu hingga mobil diparkir.
Driving mode juga dapat diatur agar aktif ketika ponsel mendeteksi kendaraan sedang bergerak. Caranya, ketuk Set Up Driving di bagian bawah layar, lalu pilih Use motion and Bluetooth alih-alih Use Bluetooth.
Google Maps menyimpan lokasi parkir mobil
Saya mengetahui fitur ini dari ayah saya, yang sering lupa lokasi parkir di area parkir yang penuh. Setelah berjalan melewati deretan mobil yang tampak sama di berbagai lantai dan bagian, mencari mobil bisa terasa seperti perburuan kecil.
Google Maps dapat menyimpan lokasi parkir. Setelah memarkir mobil, ketuk Save parking dan Google Maps akan mengingat lokasi mobil. Saat ingin kembali, buka Maps untuk menemukan tempat parkir tanpa harus menebak-nebak di area parkir. Dengan begitu, saya tidak perlu mengandalkan ingatan yang kurang baik.
Setelah terbiasa dengan berbagai otomatisasi Android Auto ini, saya tidak perlu terus mengawasi ponsel saat berkendara. Otomatisasi menangani pekerjaan yang membosankan, sementara perhatian tetap tertuju ke jalan. Teknologi yang ideal bagi saya cukup pintar untuk membantu, tetapi tetap tenang dan tidak mengganggu.
Poin penting
- Android Auto aktif otomatis
- Rutinitas Assistant sekali perintah
- Driving mode membisukan notifikasi
- Google Maps menyimpan lokasi parkir
- Android Auto nirkabel perlu kompatibilitas
Sumber: https://www.howtogeek.com/android-auto-automations-help-keep-eyes-on-the-road/