
Ringkas: Android Auto bisa terasa penuh aplikasi dan notifikasi, tetapi beberapa pengaturan sederhana dapat membuatnya kembali fokus pada navigasi dan musik. Empat penyesuaian ini membantu merapikan launcher Android Auto tanpa mengubah fungsi dasarnya.
Android Auto bisa terasa menjengkelkan jika Anda hanya ingin memakainya untuk hal-hal dasar. Sistem ini cepat dipenuhi aplikasi, membombardir Anda dengan notifikasi, dan secara umum terasa terlalu padat serta berantakan. Jika yang Anda butuhkan hanya petunjuk arah dan musik selama perjalanan, beberapa pengaturan penting bisa membuat Android Auto bekerja persis seperti itu.
Bersihkan launcher Android Auto dari aplikasi yang tidak dipakai
Sebagian besar aplikasi yang terpasang di ponsel memang tidak kompatibel dengan Android Auto, tetapi aplikasi yang kompatibel akan otomatis muncul di layar Auto. Tanpa terasa, launcher Android Auto bisa cepat dipenuhi hal-hal yang sebenarnya tidak Anda butuhkan.
Karena itu, masuk akal untuk menghapus keramaian ini dan hanya menyisakan aplikasi yang benar-benar dipakai di mobil. Dengan launcher yang dibuat sesederhana mungkin, navigasinya jadi lebih mudah dilihat sekilas. Sebagai contoh, ada banyak aplikasi di ponsel yang bisa digunakan untuk musik, podcast, dan audiobook. Namun saat di mobil, pilihan itu bisa dipangkas menjadi hanya Spotify dan Pocket Casts.
Caranya cukup mudah. Di ponsel, buka Settings > Connected Devices > Connection Preferences > Android Auto. Setelah itu pilih opsi Customize Launcher. Di sana, Anda akan melihat semua aplikasi yang ada di ponsel dan juga kompatibel dengan Android Auto. Tinggal hapus centang pada aplikasi yang tidak diperlukan.
Pengaturan ini perlu diulang dari waktu ke waktu, karena setiap aplikasi baru yang Anda pasang di ponsel akan ditambahkan jika kompatibel dengan Android Auto.
Atur ulang urutan aplikasi agar yang paling sering dipakai ada di atas
Selagi masih berada di menu Customize Launcher, ada baiknya meluangkan waktu untuk mengatur ulang aplikasi yang tetap disimpan. Secara bawaan, urutan aplikasi disusun alfabetis. Ini memang memudahkan pencarian, tetapi bisa membuat aplikasi yang paling sering dipakai justru berada jauh di bawah daftar.
Anda bisa mengubah urutannya dengan menekan lama sebuah aplikasi lalu menyeretnya ke atas atau ke bawah ke posisi baru. Aplikasi navigasi bisa diletakkan di bagian paling atas launcher, diikuti aplikasi media, lalu aplikasi telepon, dan setelah itu barulah yang lain. Dengan susunan seperti ini, saat launcher dibuka, aplikasi yang hampir selalu digunakan sudah langsung terlihat tanpa perlu banyak menggulir.
Pengaturan ini juga memberi jalan tengah soal aplikasi mana yang ingin disimpan. Jika Anda tidak ingin menghapus sebagian besar aplikasi kompatibel dari Auto, cukup pindahkan aplikasi-aplikasi itu ke bagian bawah agar tidak mengganggu.
Kurangi distraksi dengan mematikan pratinjau pesan dan notifikasi yang tidak perlu
Salah satu sumber kesan penuh di Android Auto adalah gangguan saat berkendara. Layar pada dasarnya memang mudah mengalihkan perhatian, dan tentu tidak ideal jika terus ramai saat mobil sedang berjalan. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan mematikan pratinjau pesan.
Pengaturannya ada di menu Android Auto. Pada bagian Messaging, nonaktifkan opsi Show First Line of Messages.
Dengan begitu, notifikasi tetap masuk, tetapi tidak memenuhi layar dan tidak terlalu menarik pandangan dari jalan. Isi pesannya sendiri akan tetap tersembunyi sampai Anda memilih untuk berinteraksi dengannya. Jika Anda merasa fitur ini berguna, ada juga trik lain untuk setidaknya membuat pratinjau pesan menjadi lebih kecil.
Selain mematikan pratinjau pesan, opsi Show Group Conversations juga bisa dinonaktifkan. Dalam pengalaman penulis, chat grup adalah hal yang paling mengganggu, tetapi justru yang paling kecil kemungkinan perlu dibaca seketika. Saat mengemudi, notifikasi seperti ini tidak perlu muncul. Jika ingin distraksi seminimal mungkin, Anda juga bisa mematikan Notifications with Assistant agar pesan masuk tidak otomatis dibacakan keras-keras.
Notifikasi saat berkendara juga sering menunjukkan betapa tidak pentingnya banyak notifikasi yang selama ini masuk. Karena itu, mengendalikan notifikasi Android selalu layak dilakukan. Membuka pengaturan lalu mengurangi aplikasi mana saja yang boleh mengirim notifikasi, serta jenis notifikasi yang diizinkan, bisa sangat membantu.
Di luar itu, mengaktifkan Driving Mode di ponsel juga membatasi aplikasi yang boleh mengirim notifikasi saat Anda sedang bergerak. Anda bisa memilih orang dan aplikasi tertentu yang tetap diizinkan, termasuk peringatan lain seperti acara kalender dan pengingat, lalu mematikan semua yang tidak dibutuhkan. Ini menjadi cara yang sangat efektif untuk mengurangi kepadatan Android Auto. Pengaturan ini bisa ditemukan di Settings pada bagian Modes di Pixel, dan Modes and Routines di Galaxy.
Android Auto cukup untuk kebutuhan dasar saja
Saat perjalanan pendek, Android Auto mungkin hanya dibutuhkan untuk informasi lalu lintas langsung. Dalam perjalanan panjang, yang diperlukan adalah petunjuk arah. Di semua situasi, musik tetap ingin diputar. Dan itu saja sudah cukup dari Android Auto.
Tidak semua orang membutuhkan rentetan notifikasi atau deretan aplikasi yang membuat sistem Android Auto terasa seperti versi mini dari ponsel. Jika yang diinginkan hanya fungsi dasar tanpa hal-hal berlebihan, beberapa penyesuaian pengaturan sudah cukup untuk mewujudkannya.
Poin penting
- rapikan launcher Android Auto
- sembunyikan aplikasi tak terpakai
- urutkan aplikasi paling sering dipakai
- matikan Show First Line of Messages
- batasi notifikasi dengan Driving Mode
Pada akhirnya, Android Auto tidak harus terasa berantakan. Dengan menyembunyikan aplikasi yang tidak dibutuhkan, mengatur ulang urutan launcher, dan membatasi notifikasi, sistem ini bisa dikembalikan ke fungsi utamanya: navigasi dan musik selama perjalanan.
Sumber: https://www.howtogeek.com/your-android-auto-launcher-is-a-mess-but-these-tweaks-fix-it/