
Ringkas: Tiga aplikasi open-source Windows ini menawarkan alternatif untuk File Explorer, Task Manager, dan Windows Search, sambil tetap mempertahankan nuansa Windows 11 yang familier.
Microsoft selama bertahun-tahun menjaga Windows tetap berada di jalur yang stabil. Sebagian besar pembaruan berfokus pada penyempurnaan dan peningkatan fitur yang sudah ada, bukan mengubah fungsi inti OS secara drastis. Meski pengaturan bawaan Windows pada umumnya sudah cukup baik, beberapa bagian inti dapat dirombak dengan alat open-source tanpa meninggalkan tampilan dan rasa Windows 11 yang sudah dikenal.
Files: pengganti File Explorer yang seharusnya dibangun Windows
Selama bertahun-tahun, File Explorer terasa seperti campuran antarmuka modern yang ditumpuk di atas kode lama dari era Windows XP, bahkan mungkin versi yang lebih tua. Microsoft memang telah mengambil banyak langkah dalam beberapa tahun terakhir untuk memodernisasi File Explorer, dan kondisinya kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Misalnya, pembaruan Windows 22H2 memperkenalkan tab bergaya browser, sehingga pengguna bisa membuka beberapa lokasi tanpa keluar dari satu jendela.
Namun, Microsoft tetap tertinggal bertahun-tahun untuk fitur itu, karena aplikasi open-source Files sudah memiliki tab bergaya browser selama bertahun-tahun sebelum Microsoft memikirkannya.
Hal itu juga menjadi contoh yang tepat untuk menggambarkan Files secara keseluruhan: versi File Explorer untuk power user yang dibangun oleh ratusan kontributor.
Beberapa fitur lama yang sudah tersedia di Files memang telah mendapatkan padanannya di File Explorer seiring waktu. Namun, masih ada beberapa hal yang dilakukan Files dengan lebih baik. Salah satu fitur paling menarik adalah Dual-Pane View, yang memungkinkan pengguna membuka folder dalam panel terpisah secara horizontal atau vertikal. Ini membuat proses memindahkan file jauh lebih cepat dan praktis hanya dengan beberapa klik, dibanding membuka dua jendela atau tab terpisah.
Fitur lain yang membuat banyak orang memasang Files adalah tampilan kolom ala Mac, yang memungkinkan folder dibuka dalam tata letak horizontal terstruktur sehingga kumpulan folder besar lebih mudah dinavigasi.
Ada juga sistem tagging berkode warna, yang memungkinkan pengguna menambahkan tag ke file dan folder individual agar lebih mudah diatur. Misalnya, jika folder Documents berisi campuran berbagai macam file, sistem ini bisa dipakai untuk menandai file kerja, file rumah, foto, dan file penting.
Selain itu, Files memungkinkan pengguna membuat file RAR, sehingga tidak perlu menyimpan aplikasi pihak ketiga terpisah untuk kebutuhan tersebut.
Masih ada beberapa detail kecil lain yang belum disebutkan. Namun, mungkin hal terbaik dari Files adalah tampilannya yang terasa seperti File Explorer, sehingga nyaris tidak ada kurva belajar yang berpotensi membuat pengguna enggan mencobanya.
System Informer: Task Manager untuk power user sesungguhnya
Task Manager bawaan Windows adalah alat yang cukup baik, dan tidak bisa disangkal bahwa fiturnya makin rapi dari waktu ke waktu. Namun, jika kebutuhan Anda lebih dari sekadar memantau dan mengakhiri tugas latar belakang atau memeriksa penggunaan memori, CPU, dan GPU, System Informer bisa dipertimbangkan. Ini adalah alat pemantauan sistem open-source yang mencakup semua fungsi dasar Task Manager, tetapi dengan detail yang jauh lebih banyak.
Sebagai awal, semua proses diberi kode warna: hijau untuk proses yang baru dimulai, merah untuk proses yang dihentikan, merah muda untuk proses immersive/UWP, biru untuk proses inti sistem, cyan untuk layanan latar belakang Windows, dan seterusnya. Dengan begitu, pengguna dapat mengetahui kategori sebuah proses dengan mudah tanpa harus memeriksa username yang memulainya.
System Informer juga tampak jauh lebih mampu ketika pengguna perlu menghentikan sebuah proses. Task Manager bawaan Windows terkadang bisa macet saat pengguna mencoba menghentikan proses yang membeku. Sebaliknya, System Informer menawarkan opsi penghentian proses yang lebih kuat. Dalam beberapa kasus, alat ini dapat menghindarkan pengguna dari keharusan me-reboot sistem karena Task Manager menolak menutup game yang membeku.
Namun, perbedaan terbesar System Informer terasa saat pengguna mulai menyelidiki proses. Ketika properti sebuah proses dibuka, pengguna mendapatkan informasi yang luas dan sangat terperinci tentang proses tersebut.
Informasi umum seperti Process ID (PID), proses induk, jalur file, dan opsi untuk membuka lokasi file tetap tersedia. Namun, System Informer masuk jauh lebih dalam dibanding Task Manager. Pengguna bisa melihat command line persis yang dipakai untuk menjalankan proses, sumber daya yang dikonsumsi proses dari waktu ke waktu, environment variables, detail jaringan, dan masih banyak lagi.
Fitur lain yang berguna adalah kemampuan mengidentifikasi file yang digunakan oleh sebuah proses. Ketika Windows tidak mengizinkan penghapusan file karena file tersebut sedang dipakai suatu proses, pengguna bisa membuka System Informer, masuk ke Find Handles or DLLs, mengetik nama file, lalu langsung mengetahui proses yang mencegah file itu dihapus.
Jika suatu saat perlu memecahkan masalah sistem dan menemukan proses latar belakang mencurigakan yang menyebabkan gangguan, System Informer melanjutkan pekerjaan di titik ketika Windows Task Manager berhenti.
Flow Launcher membuat Windows Search terasa sangat terbatas
Windows Search bawaan selama ini terasa kurang memuaskan. Aksesnya memang sangat mudah: cukup menekan tombol Start lalu mulai mengetik. Namun, fitur ini sangat cepat memanfaatkan kesempatan untuk menampilkan pencarian Bing. Selain itu, Windows Search terasa sangat lambat dan berat sumber daya saat berjalan di mesin kelas bawah.
Untungnya, ada Flow Launcher. Ini adalah alternatif Search yang kuat dan ringan, yang dapat dipanggil dengan hotkey bawaan Alt+Spacebar atau kombinasi lain sesuai pilihan pengguna. Pada dasarnya, Flow Launcher adalah bilah pencarian mengambang yang tampilannya sedikit menyerupai macOS Spotlight Search.
Manfaat terbesar Flow Launcher adalah kecepatannya. Flow Launcher mengandalkan Everything dari Voidtools untuk mencari seluruh drive secara instan, sebuah peningkatan besar dibanding sistem indexing bawaan Windows yang sangat lambat.
Beberapa hal lain yang bisa dilakukan Flow Launcher mencakup menjalankan perintah shell langsung dari bilah pencarian dengan mengetik > dan spasi sebelum perintah, menyeret dan melepas foto serta dokumen dari hasil pencarian untuk menyalin dan menempelkannya ke lokasi lain, serta melakukan pencarian Google langsung di browser pilihan pengguna tanpa dipaksa memakai Bing dan Microsoft Edge.
Jika akhirnya menyukai Flow Launcher, pengguna akan senang mengetahui bahwa aplikasi ini menawarkan tingkat kustomisasi yang mengejutkan. Pengaturannya dapat diakses melalui system tray di taskbar atau dengan mencari “Settings” di aplikasi, lalu memilih opsi Flow Launcher Settings.
Windows tidak harus menentukan cara Anda memakai PC
Pengguna tidak harus memilih antara alat-alat ini dan fitur bawaan Windows. Semuanya dapat berjalan berdampingan dengan alat default Microsoft. Namun, tetap layak dicatat bahwa beberapa di antaranya memungkinkan pengguna membawa pengalaman Windows ke tingkat yang lebih lanjut jika diinginkan.
Files dan System Informer dapat menggantikan File Explorer dan Task Manager secara langsung melalui registry, sementara Flow Launcher cukup kuat hingga pengguna bisa dengan cepat lupa untuk membuka menu Start.
Intinya, instalasi Windows dapat disesuaikan agar terasa lebih personal tanpa harus melakukan pengorbanan besar. Ketiga alat open-source ini menunjukkan bahwa fitur bawaan Windows masih bisa dilengkapi dengan alternatif yang lebih fleksibel untuk kebutuhan tertentu.
Poin penting
- Aplikasi open-source Windows
- Files pengganti File Explorer
- System Informer lebih detail
- Flow Launcher lebih cepat
- Tab, dual-pane, tagging
- Berjalan bersama fitur bawaan