
Ringkas: Fitur Share Trip Progress di Google Maps dapat membagikan lokasi dan ETA secara otomatis saat perjalanan, sehingga pengemudi tidak perlu mengirim SMS ketika sedang berkendara.
Mengirim pesan saat mengemudi sudah diketahui berbahaya, tetapi banyak orang tetap melakukannya karena merasa perlu memberi kabar kepada orang yang menunggu. Google Maps telah menyediakan cara untuk membagikan ETA tanpa perlu menyentuh ponsel ketika mobil sudah berjalan.
Mengirim ETA saat mengemudi lebih berbahaya dari perkiraan
Rasa bersalah karena terlambat atau membuat seseorang menunggu dapat mendorong orang mengambil ponsel untuk mengirim pesan singkat seperti “sampai dalam 5 menit”. Namun, tindakan itu ilegal dan sangat berbahaya.
Menurut penulis, yang pernah bekerja sebagai petugas penegak hukum, mengemudi sambil terdistraksi menewaskan lebih dari 3.200 orang hanya pada 2024. Saat melihat ke bawah untuk mengetik, pengemudi tidak memperhatikan jalan atau hal-hal yang mungkin muncul di depan.
Jika mengalihkan pandangan selama sekitar lima detik saat melaju 55 mph, kendaraan telah menempuh jarak lebih dari satu lapangan sepak bola secara buta. Dalam kondisi itu, pengemudi dapat menabrak orang, kendaraan, atau properti. Mengetik maupun membaca pesan juga merusak kendali lajur, membuat kecepatan tidak stabil, dan secara umum menjadikan seseorang pengemudi yang lebih buruk.
Tekanan sosial turut memperparah masalah. Banyak orang tidak ingin dianggap mengabaikan pesan atau membuat orang lain khawatir mereka mengalami kecelakaan. Namun, mengalihkan pandangan dari jalan untuk meyakinkan seseorang bahwa diri sendiri aman diibaratkan bergantung di tebing untuk menunjukkan kekuatan pegangan.
Saat sudah stres karena terlambat, seseorang bisa mengalami penglihatan terowongan dan meyakinkan diri bahwa sempat mengirim pesan cepat. Penulis mengakui pernah melakukannya sekali atau dua kali dalam keadaan mendesak, tetapi selalu menyesalinya.
Fitur Google Maps Share Trip Progress membagikan perjalanan otomatis
Fitur Share Trip Progress di Google Maps memungkinkan pengguna mengaktifkan berbagi perjalanan sebelum mulai mengemudi, memilih orang yang akan menerima informasi, lalu membiarkan aplikasi menangani sisanya. Aplikasi mengirim lokasi dan memperbarui ETA secara otomatis berdasarkan kondisi lalu lintas, tanpa perlu mengetik atau menyentuh ponsel.
Berbagi perjalanan akan berhenti sendiri begitu pengguna tiba di tujuan. Dengan demikian, alasan untuk meraih ponsel saat kendaraan sudah bergerak pun hilang.
Untuk menggunakannya, buka Google Maps, masukkan tujuan, lalu pilih petunjuk arah. Ketuk tombol hijau Start untuk memulai navigasi.
Saat navigasi aktif, terdapat kartu kecil di bagian bawah yang menampilkan ETA dan jarak. Usap kartu tersebut ke atas untuk membuka sejumlah opsi, termasuk Share trip progress. Ketuk opsi itu, lalu Google Maps akan menampilkan lembar berbagi dengan kontak Google yang disarankan serta aplikasi seperti iMessage, WhatsApp, atau Messenger.
Jika dibagikan langsung kepada kontak Google, penerima akan mendapat notifikasi di dalam Maps. Jika memakai aplikasi lain, Google Maps membuat tautan yang dapat ditempelkan ke percakapan. Setelah itu, semuanya berjalan tanpa perlu dioperasikan dengan tangan.
Ponsel terus mengirim posisi real-time ke server Google, sementara penerima dapat melihat peta langsung lokasi pengguna. Mereka juga dapat melihat rute; jika pengguna mengambil jalan memutar atau lalu lintas memburuk hingga Maps mengubah rute, tampilan penerima turut diperbarui.
Detail kecil yang berguna adalah fitur ini juga memperlihatkan level baterai ponsel dan apakah perangkat sedang diisi daya. Jadi, jika pembaruan lokasi tiba-tiba berhenti, orang yang memantau dapat mengetahui bahwa ponsel kehabisan baterai alih-alih langsung mengira terjadi sesuatu yang buruk.
Find My dan Google Maps dapat dipakai bersama
Google Maps memiliki fitur Share Trip Progress, tetapi bagi pengguna yang memiliki pasangan atau anak, Find My dinilai lebih baik untuk pemantauan berkelanjutan. Find My terus melacak lokasi di latar belakang dan memungkinkan orang lain memeriksa keberadaan pengguna. Sementara itu, Share Trip Progress hanya tersedia selama navigasi belokan demi belokan digunakan secara aktif dan berhenti saat mobil tiba di tujuan.


Penulis menggunakan keduanya untuk memberi kabar kepada keluarga tanpa perlu melakukan apa pun. Orang di rumah dapat melihat Find My untuk memastikan pengguna masih bergerak, kemudian memakai berbagi perjalanan Google Maps untuk melihat rute spesifik, kemacetan, dan waktu kedatangan sebenarnya.
Menjalankan beberapa pelacak lokasi sekaligus tentu merupakan hal besar. Cara tersebut memang redundan dan memiliki persoalan privasi. Meskipun ponsel berupaya membagikan data lokasi secara efisien agar cip GPS tidak terus-menerus aktif, setiap aplikasi tetap menghabiskan baterai tambahan untuk pemrosesan latar belakang dan pengiriman data ke server masing-masing.
Penulis tidak membahas secara rinci berapa banyak pihak yang memperoleh data pengguna melalui cara ini, tetapi menyatakan bahwa saat ini seseorang harus benar-benar berusaha agar hal tersebut tidak terjadi. Pertimbangannya perlu ditimbang dengan bahaya mengutak-atik ponsel saat mengemudi.
Mengetik ETA atau melirik pesan ketika kendaraan bergerak benar-benar berbahaya, dan penulis lebih memilih keluarganya selalu mengetahui keberadaannya. Istrinya memiliki kata sandi serta akses ke ponselnya kapan saja. Baginya, hal itu sepadan demi merasa aman dan tidak menyembunyikan sesuatu dalam pernikahan.
Alternatif yang lebih aman daripada SMS saat berkendara
Mengirim data lokasi singkat kepada Google selama perjalanan dinilai tidak sebanding dengan risiko yang diambil bila harus mengirim pesan saat mengemudi. Namun, ini tetap pilihan pribadi. Sebagian orang tidak akan nyaman membagikan koordinat kepada perusahaan, betapapun sementara, dan mungkin lebih memilih alat terenkripsi atau menyepakati aturan ketat untuk tidak menggunakan ponsel sebelum berkendara.
Bagi orang yang tidak nyaman dengan pengorbanan privasi untuk memberi tahu lokasi, setidaknya perlu menerapkan aturan tanpa ponsel saat mengemudi. Namun, bagi orang yang biasa memberi ETA, metode Google Maps ini lebih baik dan lebih aman daripada mengirim SMS saat berkendara.
Poin penting
- Google Maps Share Trip Progress
- ETA otomatis berdasarkan lalu lintas
- Berhenti saat tiba di tujuan
- Lokasi real-time dan rute
- Status baterai dan pengisian daya
- Alternatif SMS saat mengemudi
Sumber: https://www.howtogeek.com/stopped-texting-eta-while-driving-after-discovering-google-maps-feature/