
Ringkas: Fitur bawaan Android kini cukup matang untuk menggantikan beberapa aplikasi terpisah, mulai dari editor foto, pemindai QR dan dokumen, berbagi file, hingga pembersih RAM.
Daftar “aplikasi wajib untuk Android” mungkin sudah sering Anda temui. Namun kali ini, fokusnya berbeda: bukan aplikasi apa yang perlu diunduh, melainkan aplikasi mana yang akhirnya bisa dihapus. Android sudah berkembang jauh, dan fitur yang dulu membutuhkan aplikasi terpisah kini banyak yang tersedia langsung di ponsel.
Jadi, sebelum menekan tombol unduh untuk memindai dokumen, membersihkan RAM, berbagi file, atau mengedit foto liburan, ada baiknya mengecek dulu kemampuan ponsel Android Anda. Dalam banyak kasus, ponsel itu sudah berfungsi seperti pisau serbaguna.
Aplikasi edit foto tidak lagi wajib di Android
Hasil foto tetap terlihat rapi
Sebagai orang yang sangat memperhatikan foto, penulis ingin gambarnya terlihat menarik secara estetika. Karena itu, dulu aplikasi seperti Snapseed, PicsArt, dan Lightroom menjadi andalan untuk memberi sentuhan yang lebih profesional. Jika foto liburan terlihat terlalu gelap, foto itu akan diterangkan. Jika ada orang yang tiba-tiba masuk ke bidikan sempurna, orang tersebut akan dihapus dari frame. Bahkan untuk hal sederhana seperti memotong gambar, aplikasi edit khusus tetap dibuka.
Sekarang, hal itu jarang perlu dilakukan.
Alasannya, editor foto bawaan di ponsel dan di Google Photos sudah cukup baik untuk menggantikannya. Pengguna bisa membuka foto dari Gallery, mengetuk tombol edit, lalu menemukan banyak opsi untuk memperbaiki tampilan foto. Fitur yang tersedia mencakup filter, rotasi, crop, penghapusan latar belakang, pengaturan kecerahan, penyesuaian kontras, hingga alat edit berbasis AI pada ponsel yang mendukungnya. AI berarti kecerdasan buatan, yaitu teknologi yang membantu perangkat melakukan tugas tertentu secara otomatis atau lebih pintar.
Baik saat mengirim foto ke grup keluarga maupun mengunggahnya ke Instagram, perubahan yang dibutuhkan bisa dilakukan dalam hitungan detik. Namun, saudara penulis tetap mengabaikan editor bawaan karena ia seorang profesional dan masih menggunakan aplikasi edit yang lebih kompleks.
Kamera Android menggantikan pemindai QR dan dokumen
Pemindaian QR kini tinggal sekali arahkan
Kode QR sulit dihindari karena ada di mana-mana dalam dunia digital. Penulis bahkan tidak ingat kapan terakhir kali mengetik alamat situs web dari awal. Biasanya, pemindaian QR cepat sudah cukup untuk membuka menu restoran, memeriksa tiket, atau melakukan pembayaran.
Menariknya, kotak kecil berisi piksel hitam-putih itu kini menjadi jalan pintas untuk hampir segala hal. Alih-alih membuka aplikasi pihak ketiga, pengguna cukup mengarahkan kamera ke kode QR, mengetuk notifikasi yang muncul, lalu selesai. Jadi, jika masih ada aplikasi pemindai QR yang memakan ruang penyimpanan ponsel, mungkin sudah waktunya dilepas. Kamera ponsel sudah bisa menjalankan tugas tersebut.
Pemindaian dokumen juga makin praktis
Kesalahan serupa juga pernah terjadi pada pemindaian dokumen. Masih ingat CamScanner? Penulis dulu membukanya setiap hari di kantor saat perlu mengubah dokumen kertas menjadi PDF. Kini, untuk pemindaian dokumen cepat, penulis menggunakan kamera Samsung Galaxy Z Fold 6. Bagi pengguna non-Galaxy, Google Drive bisa menjadi pilihan yang sangat berguna berkat fitur pemindai dokumen bawaan.
Jika kamera tidak otomatis mengenali kode QR, periksa pengaturan kamera untuk mencari opsi pemindaian kode QR. Letak pengaturan pastinya bisa berbeda tergantung ponsel.
Quick Share membuat aplikasi berbagi file tidak perlu lagi
Masih memakai EasyShare, Xender, atau Zapya? Penulis juga dulu menggunakannya, dan sejujurnya tidak tahu mengapa aplikasi-aplikasi itu masih dipertahankan. Untuk sekadar berbagi beberapa foto atau video, prosesnya dulu terasa panjang: mencari perangkat lain dan menunggu transfer berlangsung.
Lalu penulis menemukan Quick Share, dan aplikasi-aplikasi tersebut dengan cepat terasa tidak lagi berguna.
Quick Share benar-benar terasa cepat. Pengguna cukup memilih file yang ingin dikirim, mengetuk Quick Share, memilih perangkat terdekat, lalu selesai. Tidak perlu aplikasi tambahan dan tidak perlu langkah ekstra. Fitur ini menjadi lebih berguna saat harus mengirim banyak file sekaligus. Beberapa foto liburan atau sertifikat medis bisa dipilih bersama, bukan dibagikan satu per satu.
Karena Quick Share sudah tertanam di ponsel Android modern, menyimpan aplikasi lain hanya untuk transfer file terasa tidak perlu. Ponsel sudah tahu cara berbagi file, jadi tidak ada alasan kuat untuk memberi ruang penyimpanan tambahan kepada aplikasi lain.
Aplikasi pembersih RAM kalah dari manajemen Android
Ponsel kini lebih pintar mengatur memori
Mungkin Anda pernah merasa produktif setelah membersihkan RAM ponsel memakai salah satu aplikasi pembersih RAM. Melihat angka turun dan memori yang disebut “dibebaskan” bisa memberi kesan bahwa ponsel baru saja mendapat penyegaran. Namun saat ini, Android mengelola memori jauh lebih efisien dibanding dulu.
Perangkat secara otomatis mengoptimalkan berbagai hal di balik layar. Android mengatur memori dan proses latar belakang secara otomatis, sehingga aplikasi bisa mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Untuk “file sampah”, pengguna tetap bisa menggunakan aplikasi Files untuk membersihkannya. Cukup buka Files by Google dan masuk ke tab Clean untuk melihat opsi menghapus file yang tidak diperlukan dari ponsel.
Karena itu, alih-alih mengunduh satu aplikasi lagi, penulis lebih memilih membiarkan Android melakukan tugasnya.
Sebelum mengunduh aplikasi, cek dulu fitur ponsel
Penulis kadang berpikir Google, Samsung, dan pembuat ponsel Android lainnya diam-diam tahu alasan pengguna terus mengunduh aplikasi pihak ketiga. Karena itu, mereka terus menambahkan lebih banyak fitur berguna langsung ke ponsel. Aplikasi pihak ketiga dulu membantu menutup kekurangan tersebut, tetapi banyak di antaranya kini hanya memakan ruang penyimpanan dan dapat menguras baterai.
Sebelum mengunduh aplikasi untuk suatu tugas, luangkan waktu sebentar untuk mencari apakah fitur itu sudah tersedia di ponsel. Jika tujuannya menghemat penyimpanan, mengurangi kekacauan aplikasi, dan membuat perangkat bekerja lebih banyak, fitur bawaan Android bisa menjadi tempat pertama untuk diperiksa.
Poin penting
- Fitur bawaan Android
- Editor foto dan Google Photos
- Kamera pemindai QR
- Google Drive pemindai dokumen
- Quick Share untuk file
- Files by Google Clean