
Ringkas: Kenaikan harga memori membuat Raspberry Pi baru makin mahal, sehingga Raspberry Pi bekas terlihat lebih menarik. Namun, periksa model, harga, kondisi fisik, serta keaslian papan sebelum membelinya.
Kenaikan harga memori telah mendorong harga Raspberry Pi baru naik secara menyeluruh, dan pasar perangkat bekas kini tampak lebih menarik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Meski Raspberry Pi bekas dapat menjadi penawaran bagus, pasar ini juga penuh jebakan yang tidak ditemui saat membeli unit baru, mulai dari kerusakan hingga informasi model yang tercampur. Masalah-masalah ini tidak selalu menjadi alasan untuk membatalkan pembelian, tetapi tetap perlu diperhatikan sebelum menyerahkan uang.
Tidak Semua Generasi Raspberry Pi Sama
Sering kali Raspberry Pi di Facebook Marketplace hanya dicantumkan sebagai “Raspberry Pi” tanpa informasi tambahan. Pembeli akhirnya harus memperbesar foto yang pencahayaannya buruk untuk mengetahui model yang ditawarkan. Berbagai model dapat terlihat cukup mirip, terutama bagi orang yang tidak sering menggunakannya.
Model dan kapasitas RAM sangat penting. Pi 1 dan Pi 2 merupakan perangkat single-core 32-bit, sedangkan Pi 3B nyaris tidak mampu mengimbangi Raspberry Pi modern. Sebagai contoh konkret, Pi Zero 2 yang berukuran seperti permen karet dapat mendekati performa komputasi Raspberry Pi 3B. Namun, Zero 2 hanya memiliki RAM 512MB, sementara Pi 3B memiliki 1GB. Pi 1 dan Pi 2 jauh lebih lambat dan tidak layak dibeli, kecuali hanya untuk dikoleksi sebagai hobi.
Dukungan perangkat lunak dan sistem operasi untuk perangkat lama juga makin berkurang karena sudah ketinggalan zaman. Kalaupun masih dapat menemukan perangkat lunak yang berjalan di sana, kemampuan perangkat kerasnya kini sudah cukup buruk sehingga tidak banyak hal yang bisa dilakukan.
Pastikan Anda dapat melihat papan dengan jelas, lalu verifikasi model spesifik, kapasitas RAM, dan nomor revisinya sesuai kebutuhan.
Waspadai Fluktuasi Harga Raspberry Pi Bekas
Selain menaikkan harga Raspberry Pi ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, krisis memori juga membuka peluang penipuan baru: kenaikan harga palsu.
Saat ini, harga komputer dan komponen komputer memang kerap melonjak US$50, US$100, atau bahkan lebih hanya dalam semalam. Penipu mulai memanfaatkan keadaan tersebut dengan sengaja memasang harga di atas harga ritel “sebenarnya” yang sudah meningkat, dengan harapan pembeli yang kurang waspada membayar tanpa memeriksa harga terlebih dahulu.
Penjual pihak ketiga di Amazon dan reseller Facebook Marketplace tampaknya menjadi pelaku terburuk. Berhati-hatilah saat membeli komponen PC atau SBC dari salah satu sumber tersebut. SBC adalah single-board computer, yaitu komputer yang seluruh komponen utamanya berada pada satu papan.
Raspberry Pi sengaja merilis opsi dengan memori lebih rendah untuk membantu menjaga biaya tetap terkendali. Jika membutuhkan Pi, belilah dari salah satu vendor yang disetujui Raspberry Pi Foundation bila memungkinkan. Jika tetap membeli Raspberry Pi bekas, periksa harga pasar terkini dari vendor tersebut, bukan dari Amazon.
Nyalakan Raspberry Pi Sebelum Membeli
Raspberry Pi tidak seperti GPU. Dalam konteks komputer, perangkat ini sering menjalani kehidupan yang cukup berat: terjatuh, dipasang pada drone lalu diterbangkan ke pohon, catu daya dipasang sembarangan ke pin GPIO, atau dibiarkan selama 18 bulan di luar ruangan dalam kotak yang diklaim tahan air.
Karena itu, Raspberry Pi bekas sering kali memiliki keausan dan kerusakan yang cukup signifikan. Sebelum membeli, nyalakan perangkat dan pastikan setidaknya dapat melakukan booting. Sebagian kerusakan, seperti pin GPIO bengkok atau patah, relatif mudah diperbaiki. Namun, modul memori yang terbakar merupakan masalah dengan tingkat yang sepenuhnya berbeda.
Jika terlihat bekas hangus atau banyak residu flux, yaitu tanda bahwa seseorang pernah menyolder dan berpotensi merusak komponen, sebaiknya hindari perangkat tersebut sepenuhnya.
Periksa Barang Palsu, Kloning, dan Papan Tanpa RAM
Jumlah Raspberry Pi palsu di pasar bekas memang tidak terlalu banyak, tetapi sangat umum melihat SBC lain salah diberi label sebagai Raspberry Pi Zero 2 W. Secara historis, penjual juga cukup sering menggunakan foto Raspberry Pi, lalu menyerahkan perangkat kloning seperti Orange Pi.
Tidak ada yang salah secara mendasar dengan perangkat kloning. Sebagian di antaranya bagus, tetapi jika membayar untuk Pi, Anda seharusnya menerima Pi. Kloning juga sering tidak memiliki dukungan perangkat lunak yang sama seperti Raspberry Pi, yang dapat menjadi masalah besar.
Selain itu, semakin banyak SBC di Facebook Marketplace yang dijual setelah RAM-nya dilepas. Kemungkinan penjual ingin menjual RAM tersebut secara terpisah dengan harga premium atau memakainya dalam proyek lain. Terkadang hal ini disebutkan secara tersembunyi dalam iklan, tetapi pada kasus lain Anda hanya akan melihat area kosong yang aneh pada papan di foto.
Apa pun motivasi dan tingkat kejujuran penjual, Pi tanpa RAM tidak berguna. Jangan membelinya.
Untuk membeli Pi dengan aman, selalu periksa model spesifiknya, cek kembali harganya, dan cari tanda-tanda kerusakan fisik. Dengan langkah tersebut, Anda masih bisa menemukan penawaran yang cukup bagus. Banyak orang yang membeli Pi 5 saat peluncurannya bersedia menjual Pi 4 lama mereka dengan harga yang sangat wajar. Pi 4 memang sudah agak tua, tetapi masih sepenuhnya mampu menjadi host server media kecil, Pi Hole, atau menjalankan berbagai pekerjaan homelab kecil lainnya.
Secara umum, hindari membeli varian Pi 5 1GB atau 2GB dalam kondisi bekas. Varian tersebut masih dijual dengan harga yang “wajar” dibandingkan varian berkapasitas memori lebih tinggi, dan masalah yang menyertai SBC bekas tidak sepadan dengan sedikit penghematan yang mungkin didapat pada perangkat generasi saat ini.
Poin penting
- Model dan RAM Raspberry Pi bekas
- Pi 1 dan Pi 2 lambat
- Harga palsu di marketplace
- Kerusakan GPIO dan modul memori
- Kloning serta papan tanpa RAM
- Pi 4 bekas masih layak
Sumber: https://www.howtogeek.com/dont-buy-a-used-raspberry-pi-until-you-understand-these-gotchas/