Minggu, 30 Agustus 2026, Agustus 30, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-31T06:40:45Z
GoogleSmart HomeTechTutorial

Revolv: Hub Smart Home yang Dibeli Google lalu Dimatikan

Minggu, 30 Agustus 2026

Revolv: Hub Smart Home yang Dibeli Google lalu Dimatikan

Ringkas: Google membeli Revolv pada 2014 untuk mendapatkan tim teknologinya, bukan hub smart home tersebut. Dukungan Revolv dihentikan pada 15 Mei 2016 sehingga perangkat seharga hampir $300 itu tidak lagi berfungsi.

Hub smart home Revolv pernah dirancang sebagai perangkat serbaguna untuk mengendalikan berbagai perangkat rumah pintar. Namun, setelah Google membeli perusahaan di baliknya, perangkat itu dihentikan dan para pemiliknya kehilangan akses hanya beberapa tahun setelah membelinya.

Revolv menawarkan kendali untuk berbagai perangkat smart home

Revolv dirilis pada 2013 oleh perusahaan teknologi yang sebelumnya bernama Mobiplug. Nama perusahaan tersebut diubah menjadi Revolv ketika mereka siap meluncurkan produk unggulannya.

Perangkat ini dipasarkan sebagai pusat kendali yang dapat mengatur perangkat rumah pintar. Saat dirilis, Revolv dibanderol hampir $300 dan tidak meraih kesuksesan komersial. Perangkat tersebut mendukung beberapa protokol, termasuk Wi-Fi dan Z-Wave, melalui tujuh radio yang tertanam di dalamnya.

Untuk meningkatkan penjualan, Revolv menjalin kemitraan dengan The Home Depot agar perangkat itu bisa dijual melalui jaringan tersebut. Revolv juga menggunakan sistem FlashLink, sebuah konfigurasi unik yang memanfaatkan lampu kilat LED dari ponsel pengguna untuk mengirimkan data ke hub.

Teknologi Revolv menarik perhatian Google ketika perusahaan itu sedang dalam proses membeli Nest Labs. Nest Labs sebelumnya telah meluncurkan Nest Learning Thermostat pada 2011 dan terus mengembangkan bisnis perangkat rumah pintarnya.

Google membeli Revolv untuk tim teknologinya

Setelah Google mengakuisisi Nest Labs, perusahaan tersebut digabungkan dan menjadi Google Nest. Google Nest ingin memperluas kemampuannya serta melengkapi jajaran perangkatnya, lalu membeli Revolv pada 2014 dengan nilai yang tidak diungkapkan.

Namun, Google Nest tidak tertarik pada hub smart home Revolv. Perusahaan itu menginginkan talenta teknis di balik Revolv, bukan perangkatnya. Sejak awal diumumkan bahwa kesepakatan tersebut berfokus pada orang-orang yang mengembangkan produk, bukan pada hub smart home itu sendiri. Karena itu, rencana penghentian perangkat sebenarnya bukan kejutan mendadak, meski tetap merugikan para pengguna Revolv.

Google juga tidak berfokus mempertahankan basis pelanggan Revolv. Perusahaan memanfaatkan pengenalan mereknya untuk menekan persaingan dan tidak khawatir pelanggan Revolv tidak akan beralih ke Nest.

Hub Revolv segera berhenti diproduksi dan perangkat kerasnya tidak lagi dijual. Pemilik yang sudah memilikinya masih dapat menggunakannya untuk sementara waktu, tetapi tanda-tanda bahwa masa hidup perangkat itu akan segera berakhir mulai terlihat.

Dukungan Revolv dihentikan pada 2016

Pada 2016, dukungan untuk seluruh hub smart home Revolv dihentikan. Situs Revolv kemudian hanya menyatakan bahwa perangkat smart home tersebut sudah tidak berfungsi. Semua server dan aplikasi yang mendukung hub itu dimatikan pada 15 Mei tahun tersebut.

Revolv bergantung pada Internet of Things dan komputasi cloud. Karena itu, perangkat tersebut menjadi tidak berguna setelah dukungannya dihentikan. Tanpa server dan aplikasi pendukung, perangkatnya sendiri tidak memiliki cara untuk beroperasi.

Bagi pengguna yang telah mengeluarkan hampir $300, tanda-tanda berakhirnya Revolv sudah terlihat sejak 2014. Dua tahun kemudian, perangkat itu benar-benar berhenti berfungsi dan kemungkinan berakhir di laci, seperti banyak perangkat teknologi lama yang sudah tidak digunakan.

Penghentian Revolv memicu kemarahan di internet karena basis pelanggannya ditinggalkan setelah Google membeli perusahaan tersebut lalu menutup produknya. Hal seperti ini memang pernah terjadi dalam dunia bisnis, tetapi kejadian serupa saat itu belum banyak terjadi di ruang smart home.

Kasus Revolv juga menjadi contoh jelas tentang risiko perangkat yang sepenuhnya bergantung pada cloud. Hal itu ikut menjelaskan mengapa orang mulai memperhatikan protokol seperti Thread dan Matter, yang bekerja secara lokal dan tidak membutuhkan cloud.

Perangkat Nest terus populer, dan Google Nest Hub menjadi salah satu hub smart home paling dikenal di pasar. Popularitas itu terbantu oleh posisi Google sebagai salah satu merek terbesar di dunia, sekaligus oleh fakta bahwa perusahaan dapat menghentikan perangkat pesaing untuk memberi ruang bagi produknya sendiri.

Revolv muncul ketika tren smart home baru mulai berkembang. Namun, warisannya mungkin lebih panjang karena apa yang terjadi setelah perusahaannya dibeli. Google tidak memberi Revolv kesempatan untuk bertahan dan hanya menginginkan teknologi di baliknya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kegunaan teknologi dapat berakhir dengan cepat.

Revolv: Hub Smart Home yang Dibeli Google lalu Dimatikan

Spesifikasi Google Nest Hub

  • Produk: Nest Hub Smart Display
  • Merek: Nest
  • Layar: Touchscreen 7 inci
  • Asisten pintar: Gemini

Google Nest Hub merupakan salah satu hub smart home dengan penjualan terbaik di pasar. Perangkat ini mengandalkan teknologi Google Home sebagai asisten pintarnya.

Sumber: https://www.makeuseof.com/google-discontinue-revolv-smart-home-hub/

Poin penting

  • Revolv sebagai hub smart home
  • Harga hampir $300
  • Dibeli Google pada 2014
  • Dukungan dihentikan 15 Mei 2016
  • Bergantung pada server cloud

Lihat juga