
Ringkas: Pelacak pengeluaran Android dapat dibuat sendiri dengan Google Sheets dan pivot table, tanpa harus membayar langganan aplikasi khusus.
Saat hampir semua aplikasi menawarkan langganan, termasuk aplikasi streaming video, pencatat makanan, bahkan kalkulator, fitur tambahan kerap ditempatkan di balik paywall. Hal serupa terjadi pada aplikasi pengelola keuangan. Karena tidak ingin membayar biaya untuk mengakses seluruh fitur, saya memilih membuat pelacak pengeluaran Android sendiri.
Meninggalkan aplikasi pelacak pengeluaran berbayar
Sekarang, rasanya sulit mengunduh aplikasi tanpa langsung disambut penawaran atau splash screen yang mengiklankan fitur premium. Fitur berbayar tersebut biasanya mencakup opsi penyesuaian yang lebih banyak dan akses ke kemampuan yang lebih canggih, seperti AI.
Jika penawaran itu tidak muncul ketika pengguna membuat akun atau membuka aplikasi, informasinya sering disembunyikan di menu pengaturan. Terkadang, biaya tersebut baru diketahui ketika pengguna mencoba membuka sebuah fitur dan mendapati bahwa aksesnya terkunci di balik paywall.
Tidak ada jenis aplikasi yang benar-benar terbebas dari pola ini. Ironisnya, aplikasi pelacak pengeluaran juga menawarkan langganan. Aplikasi tersebut seharusnya membantu pengguna memantau dan mengurangi pengeluaran, tetapi justru meminta mereka mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan sebelum mengunduhnya.
Tiga aplikasi yang saya unduh—Monefy, MyMoney, dan Money Tracker—semuanya memiliki opsi langganan dalam bentuk tertentu. Tidak satu pun memberikan pengalaman lengkap secara gratis. Penawarannya muncul melalui splash screen atau tersimpan di dalam menu yang tersembunyi.
Karena itu, saya memutuskan membuat pelacak pengeluaran sendiri di perangkat. Proses penyusunannya memang memerlukan waktu, tetapi saya lebih memilih menggunakan waktu untuk membuatnya daripada membayar biaya langganan.
Membuat pelacak pengeluaran Android di Google Sheets
Ketika mulai membuat pelacak, saya menginginkan sesuatu yang sederhana dan mudah diakses, bukan sistem rumit yang membuat proses memasukkan informasi memakan waktu lama. Saya juga ingin alat yang dibutuhkan tersedia gratis serta memungkinkan tampilan pelacak disesuaikan tanpa khawatir terhalang paywall.
Saya memilih Google Sheets karena dapat digunakan melalui ponsel, komputer, atau tablet hanya dengan masuk ke akun. Selain itu, fitur pivot table memungkinkan saya melihat pengeluaran dalam susunan yang sesuai dengan kebutuhan.
Memformat lembar pengeluaran
Pertama, saya menyiapkan lembar kosong biasa untuk diisi, lalu memberinya nama “Expense Tracker 2026.”
Saya berencana membuat lembar baru untuk setiap tahun berikutnya. Sebenarnya, seluruh pengeluaran dapat disimpan dalam satu lembar, tetapi pendekatan itu berpotensi membuat lembar membeku atau berjalan lebih lambat.
Setelah itu, saya membuat lima kategori yang masing-masing ditempatkan dalam satu kolom: Month, Date, Expense, Category, dan Amount. Month, Date, serta Amount sudah cukup jelas. Expense digunakan untuk mencatat tujuan pembelian, misalnya perusahaan yang menerima pembayaran, sedangkan Category menunjukkan jenis tagihannya, seperti hiburan atau belanja bahan makanan.
Informasi yang saya masukkan juga dikhususkan untuk satu kartu kredit yang ingin dipantau lebih dekat. Saya sebenarnya dapat menambahkan kolom lain bernama “Card,” tetapi karena lembar ini hanya digunakan untuk satu kartu tertentu, kolom tersebut tidak diperlukan.
Menyiapkan pivot table
Pivot table, yaitu fitur untuk merangkum dan menyusun data secara fleksibel, terkadang terlihat rumit karena banyaknya pengaturan dan opsi penyesuaian. Namun, setelah dipahami, fitur ini sangat berguna dan mudah dikonfigurasi. Perlu diperhatikan bahwa pembuatan serta pengeditan pivot table saat ini hanya dapat dilakukan melalui desktop, bukan aplikasi seluler.
Meski begitu, hasil informasinya tetap dapat dilihat di perangkat seluler sesuai konfigurasi yang dibuat melalui komputer. Seluruh data pengeluaran juga tetap bisa dimasukkan menggunakan perangkat seluler.
Untuk memulai, saya mengeklik Insert pada menu atas dan memilih Pivot Table dari menu tarik-turun. Setelah itu, Google Sheets meminta rentang data yang akan digunakan dan lokasi untuk menempatkan pivot table.
Saya memilih menempatkannya pada lembar baru agar tidak tenggelam di antara seluruh data pada lembar pertama. Untuk rentang data, saya memilih kolom yang sudah dibuat, yakni kolom A sampai E. Dengan demikian, ketika data baru ditambahkan, pivot table akan ikut mengambilnya.
Setelah tabel dibuat, saya mengganti nama kedua lembar agar isinya mudah dikenali. Lembar yang menyimpan seluruh data diberi nama “Expenses,” sedangkan lembar pivot table dinamai “Pivot Table.”
Mengatur ringkasan dan memantau pengeluaran
Salah satu keunggulan utama pivot table dibandingkan sekadar menggunakan rumus “=sum” di sebuah sel adalah fleksibilitas yang lebih besar untuk mengatur dan menampilkan data.
Sebagai contoh, saya dapat memindahkan kolom Category ke bagian Rows pada pivot table dan menempatkan kolom Amount di bagian Values. Susunan ini memperlihatkan total uang yang dikeluarkan untuk setiap kategori sepanjang 2026.
Rinciannya juga dapat diperluas. Untuk melihat pembagian total setiap kategori, saya cukup menambahkan Months di bawah kolom Category pada bagian Rows. Tampilan kemudian diperbarui untuk menunjukkan total tersebut.
Semua informasi yang ditambahkan pada masa mendatang akan otomatis masuk ke pivot table karena rentang yang dipilih mencakup seluruh kolom, bukan hanya sebagian sel. Artinya, saya tidak perlu kembali mengatur atau memperluas area sumber data setiap kali memasukkan informasi baru. Pivot table akan mengambilnya secara otomatis dari kolom terkait.
Metode ini memang sederhana, tetapi juga hemat biaya. Fitur yang saya gunakan diperkirakan tidak akan terhalang paywall dalam waktu dekat, sehingga pelacak pengeluaran tetap dapat diakses kapan pun dibutuhkan.
Bagi pengguna yang juga tidak menyukai splash screen berisi penawaran langganan, Google Sheets dapat digunakan untuk mengatur pengeluaran. Dengan bantuan pivot table, pengguna bisa membuat pelacak yang tetap berguna dalam jangka panjang dan tidak meminta pembayaran ketika digunakan.
Poin penting
- Pelacak pengeluaran Android gratis
- Google Sheets lintas perangkat
- Lima kolom data pengeluaran
- Pivot table melalui desktop
- Rentang otomatis kolom A–E
- Tanpa langganan aplikasi khusus