Ringkas: Google Chrome di Android punya banyak fitur praktis yang sering terlewat. Berikut 10 tips dan trik Google Chrome favorit penulis untuk membuka tab lebih cepat, membaca tanpa gangguan, menyimpan halaman, dan mengatur tab.
Google Chrome tetap menjadi pilihan utama banyak pengguna Android karena cepat, kompatibel dengan hampir semua situs web, dan punya banyak fitur berguna yang tidak selalu ada di browser lain. Setelah bertahun-tahun memakainya, penulis artikel asli mengumpulkan 10 tips dan trik Google Chrome di Android yang membantu menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih efisien.

Poin penting
- shortcut toolbar untuk tab baru
- bagikan tautan ke teks spesifik
- paksa situs ke mode gelap
- Reading mode dan listening mode
- Tab Groups tersinkron akun Google
- Google Chrome simpan halaman PDF
Pengaturan awal Google Chrome yang paling membantu
Hal pertama yang dilakukan penulis sebelum mulai memakai Chrome di ponsel Android adalah mengatur shortcut toolbar. Secara bawaan, opsi ini disetel ke Ask Gemini, tetapi ia selalu menggantinya dengan shortcut New tab agar membuka tab baru jadi cepat dan mudah.
Di Chrome, ketuk menu tiga titik di kanan atas lalu buka Settings > Appearance > Toolbar shortcut. Pastikan toggle Toolbar shortcut aktif, lalu pilih New tab. Sebagai alternatif, Anda bisa memilih shortcut lain atau memilih Based on your usage agar Chrome menampilkan shortcut yang relevan secara otomatis.
Chrome juga memungkinkan Anda membagikan potongan teks tertentu dari halaman web. Jadi, saat seseorang membuka tautan itu, halaman akan langsung menggulir ke bagian tersebut dan menyorot teks yang sebelumnya dipilih.
Caranya, blok teks yang diinginkan lalu ketuk tombol Share di toolbar mengambang. Pilih aplikasi yang ingin dipakai untuk mengirimkannya, atau ketuk nama seseorang untuk membagikannya langsung. Anda juga bisa menyalin tautan itu dengan mengetuk ikon salin di sebelah tautan.
Fitur lain yang disukai penulis adalah kemampuan melihat arti atau menerjemahkan kata tanpa meninggalkan halaman yang sedang dibuka. Ia menyebut ini mirip dengan salah satu fitur favoritnya di iPhone, meski tidak tersedia secara bawaan di seluruh Android.
Untuk memakainya, pilih satu kata hingga tersorot. Lalu geser ke atas panel yang muncul di bagian bawah layar, dan Anda akan melihat definisi kata tersebut beserta pengucapan dan penggunaannya. Untuk menerjemahkan kata, pilih katanya, ketuk tombol tiga titik pada toolbar, lalu pilih Translate. Chrome akan mendeteksi bahasanya dan menerjemahkan kata itu ke bahasa asli Anda.
Tips tampilan dan membaca di Google Chrome Android
Banyak situs kini sudah menyediakan tema gelap, tetapi masih ada pengecualian. Dalam pengalaman penulis, ini paling sering terjadi pada portal berita serta situs seperti Medium dan Hacker News yang ia kunjungi beberapa kali sehari. Untungnya, ada cara untuk memaksa situs-situs tersebut terbuka dalam mode gelap tanpa memakai ekstensi dark mode.
Caranya dengan mengaktifkan Chrome flag. Chrome flags, bagi yang belum tahu, adalah cara untuk mengubah fitur eksperimental yang belum ditambahkan Google secara native ke Chrome.
Buka chrome://flags, ketuk kolom pencarian, lalu cari Auto Dark Mode for Web Contents. Ketuk menu drop-down Default dan pilih Enabled. Setelah itu, ketuk Relaunch saat diminta untuk memulai ulang Chrome.
Jika Anda ingin melihat isi sebuah tautan tanpa meninggalkan halaman saat ini, penulis menyarankan fitur Preview page. Biasanya, mengetuk tautan akan membuka halaman di tab yang sama atau tab baru, tetapi ia tidak menyukai pendekatan itu karena mengalihkan fokus dari halaman yang sedang dibaca.
Untuk mempratinjau tautan, tekan lama tautan tersebut lalu pilih Preview page dari menu. Tautan akan terbuka di panel pratinjau di atas halaman saat ini, dan Anda bisa menjelajahinya seperti biasa. Ketuk ikon kotak dengan panah untuk membukanya di tab baru, atau tekan X untuk menutup panel pratinjau.
Bagi yang sering membaca artikel, Reading mode juga sangat membantu. Banyak situs penuh dengan iklan dan elemen antarmuka yang mengganggu, sehingga pengalaman membaca jadi kurang nyaman. Reading mode menghapus elemen-elemen pengganggu seperti iklan, video pop-up, dan lainnya dari halaman web agar konten lebih mudah dinavigasi dan dibaca.
Untuk membuka halaman apa pun dalam Reading mode, ketuk menu tiga titik di toolbar lalu pilih Show Reading mode. Anda akan melihat panel overlay di bagian bawah layar. Geser ke atas, lalu Anda bisa menyesuaikan mode baca dengan mengubah font, ukuran teks, dan warna latar belakang sesuai preferensi.
Selain membaca, Chrome juga bisa membacakan isi halaman web. Menurut penulis, fitur ini berguna saat tangan sedang sibuk tetapi ia tetap ingin mengikuti isi artikel. Chrome menyediakan listening mode dalam dua bentuk: standard playback dan AI playback. Mode pertama membacakan isi halaman apa adanya, sedangkan mode kedua mengubahnya menjadi format seperti podcast.
Untuk mendengarkan artikel di Chrome, ketuk menu tiga titik di address bar lalu pilih Listen to this page. Pemutar kecil akan muncul di bagian bawah layar. Ketuk pemutar itu untuk menampilkan semua kontrol. Lihat teks di bagian atas kartu untuk mengetahui mode pemutaran yang sedang aktif, lalu ketuk ikon waveform di kiri bawah untuk menggantinya. Kontrol pemutaran juga tersedia di sana. Jika Anda sedang berada di mode standard playback, ketuk menu tiga titik di kanan bawah untuk melihat opsi tambahan.
Menyimpan halaman dan mengambil screenshot panjang
Penulis menggunakan Raindrop.io untuk menyimpan halaman web agar bisa dibaca nanti. Namun, banyak aplikasi read-it-later, termasuk layanan itu, tidak mengizinkan pengarsipan halaman web, setidaknya pada paket gratis. Karena itu, ia memanfaatkan Chrome untuk menyimpan halaman web sebagai PDF langsung di perangkat.
Dengan halaman yang ingin disimpan sedang terbuka, ketuk menu tiga titik lalu pilih Share. Di menu berbagi, pilih Print, dan Chrome akan membuka pratinjau yang menunjukkan seperti apa tampilan PDF nantinya. Ketuk panah ke bawah untuk menampilkan properti dokumen dan ubah pengaturan yang diperlukan. Setelah itu, ketuk ikon unduh, pilih lokasi penyimpanan PDF, lalu tekan Save. Setelah tersimpan, PDF tersebut bisa dibuka, lalu diedit dan diberi anotasi.
Chrome juga punya solusi bawaan untuk mengambil screenshot panjang dari halaman web. Menurut penulis, mengambil screenshot panjang dengan cara tradisional terasa terlalu merepotkan karena Anda harus mengambil beberapa tangkapan layar lalu menyambungkannya. Google menyederhanakan proses ini lewat fitur native bernama Long screenshot.
Untuk mengambil Long screenshot, buka halaman web yang ingin diambil, ketuk menu tiga titik, lalu pilih Share. Setelah itu, ketuk tombol Long screenshot. Gunakan panah atas dan bawah untuk menggulir halaman ke atas atau ke bawah dan pilih area yang ingin ditangkap. Terakhir, ketuk ikon centang untuk mengambil screenshot. Setelah itu, Anda bisa memakai tombol Delete, Save, atau Share sesuai kebutuhan.
Mengelola tab di Chrome dengan lebih rapi
Penulis membuka puluhan tab Chrome setiap hari, baik untuk pekerjaan maupun hal lain. Tanpa Tab Groups, menurutnya tab-tab itu akan berubah menjadi kekacauan yang sulit dinavigasi. Tab Groups memungkinkannya mengatur tab yang terbuka ke dalam grup bernama dengan kode warna, sehingga lebih mudah dikelola. Semua Tab Groups miliknya juga tersinkron di seluruh perangkat yang masuk dengan akun Google yang sama.
Membuat Tab Group di Chrome cukup mudah. Ketuk tombol tab switch di address bar, tekan lama tab yang ingin dikelompokkan, lalu pilih Add tab to new group. Beri nama grup, pilih warna, lalu ketuk Done. Ulangi langkah yang sama untuk menambahkan lebih banyak tab ke grup tersebut.
Untuk mengakses semua Tab Groups, pindah ke tab Tab Group di jendela tab switcher. Dari sana, Anda bisa melihat tab-tab di dalam sebuah grup dan bahkan menyesuaikannya. Anda juga bisa membuka semua tab dalam satu Tab Group atau menghapus sebuah Tab Group. Tab Groups yang masih terbuka akan tetap muncul di jendela tab sampai Anda menutupnya.
Itulah sebagian kecil tips dan trik Chrome yang digunakan penulis setiap hari. Menurut artikel sumber, browser ini masih memiliki banyak fitur dan opsi lain yang juga berguna, seperti preloading pages, mengaktifkan screenshot di mode incognito, dan menutup tab yang tidak aktif secara otomatis. Untuk mengetahuinya lebih jauh, Anda bisa menelusuri pengaturan Chrome.
Sumber: https://www.androidauthority.com/google-chrome-tips-tricks-2026-3703259/