
Ringkas: Port terbuka di router bisa ditemukan scanner otomatis hacker dalam waktu sangat singkat, bahkan kurang dari semenit dalam beberapa pengujian. Meski begitu, ditemukan port bukan berarti langsung diretas, tetapi tetap harus diamankan sebelum diekspos ke internet.
Banyak orang pernah membuka port di router, misalnya untuk akses jarak jauh atau bermain game, dan sering menganggapnya aman-aman saja. Padahal, menurut pengujian dan riset keamanan, layanan yang terekspos ke internet publik bisa menerima percobaan login pertama hanya dalam hitungan detik hingga menit.
Port terbuka di router bisa ditemukan hacker sangat cepat
Dalam salah satu contoh paling mencolok, Sophos menjalankan honeypot SSH (Secure Shell) di 10 wilayah AWS (Amazon Web Services) di seluruh dunia. Setelah server aktif, percobaan login pertama muncul hanya 52 detik kemudian dari São Paulo. Honeypot paling lambat, yang berada di Irlandia, tetap hanya butuh 1 jam 44 menit sebelum percobaan login pertama muncul.
Selama periode pengujian 30 hari, Sophos mencatat rata-rata sekitar 13 percobaan login per menit pada masing-masing honeypot. Artinya, ada lebih dari lima juta upaya serangan selama masa pengujian tersebut. Yang penting, server-server itu tidak diiklankan, tidak ditautkan, dan bahkan tidak diberi nama DNS. Menurut Sophos, penyerang menemukannya semata-mata karena layanan tersebut dapat diakses dari internet publik.
Ini tidak berarti setiap kali Anda membuka port, hacker pasti akan datang dalam satu menit atau kurang. Kasus ini adalah percobaan login SSH pada honeypot, dan waktu untuk mendeteksi port tertentu bisa bervariasi. Namun, hasil pengujian menunjukkan bahwa penyamaran saja tidak bisa diandalkan untuk melindungi layanan yang rentan.
Scanning internet membuat port Anda mudah ditemukan
Menemukan layanan yang terekspos tidak mengharuskan orang mengetahui alamat IP Anda terlebih dahulu. Scanner jaringan memang dirancang untuk memeriksa alamat IPv4 publik dan mengecek apakah port tertentu bisa diakses.
Alat seperti ZMap dibuat khusus untuk hal ini. ZMap bahkan mampu memindai seluruh ruang alamat IPv4 publik untuk satu port dalam waktu kurang dari 45 menit, hanya dengan satu PC dan koneksi Ethernet gigabit. Scanner yang mencari layanan seperti SSH juga tidak perlu menguji semua 65.535 port pada setiap alamat IP; cukup memindai port 22 di rentang IP besar, lalu mendalami sistem yang benar-benar merespons.
Censys juga mengatakan bahwa mereka memindai internet IPv4 dan melakukan discovery di seluruh 65.535 port. Walaupun ini adalah platform keamanan yang sah, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa operasi peretasan juga dapat melakukan hal serupa.
Menemukan port terbuka bukan berarti langsung diretas
Perlu dibedakan bahwa menemukan port bukan sama dengan langsung diretas. Seperti password Wi-Fi yang lemah, temuan itu tidak otomatis berarti seseorang akan segera mengeksploitasinya, tetapi bukan alasan untuk mengabaikannya.
Pemisahan antara port terbuka dan kompromi nyata juga terlihat dalam pengujian Unit 42 dari Palo Alto Networks. Mereka menjalankan 320 honeypot dengan SSH, PostgreSQL, RDP, dan Samba. Honeypot itu dibuat cukup mudah diserang, dengan kredensial lemah agar penyerang lebih gampang masuk. Rata-rata waktu hingga kompromi pertama adalah 184 menit untuk SSH, 511 menit untuk PostgreSQL, 667 menit untuk RDP, dan 2.485 menit untuk Samba.
Unit 42 juga menemukan bahwa 80% dari 320 honeypot mereka berhasil dikompromikan dalam 24 jam pertama, dan semuanya jatuh dalam waktu seminggu. Bahkan, satu penyerang yang sangat agresif berhasil mengompromikan 96% dari 80 honeypot PostgreSQL hanya dalam 30 detik.
Setiap port yang diforward harus dianggap publik
Sederhananya, jika Anda meneruskan port ke sesuatu di jaringan rumah, Anda sebaiknya berasumsi bahwa pemindai otomatis akan menemukannya pada akhirnya. Satu-satunya cara memastikan port tidak ditemukan adalah tidak membuatnya dapat ditemukan secara publik.
Karena itu, sebelum membuka port ke internet, bereskan dulu dasar-dasar keamanan: pasang pembaruan, gunakan autentikasi yang kuat, nonaktifkan kredensial bawaan, dan hapus aturan port forwarding lama begitu tidak diperlukan lagi, bukan menunggunya bertahun-tahun.
Intinya, semua pengujian honeypot tersebut menunjukkan satu hal: tidak ada yang perlu menargetkan Anda secara khusus untuk menemukan port terbuka Anda. Dalam beberapa kasus, itu bisa ditemukan otomatis dalam hitungan detik, dan Anda mungkin tidak akan menyadarinya sampai situasi memburuk.
Poin penting
- Port terbuka di router
- Honeypot SSH Sophos
- 52 detik login pertama
- Pemindaian internet IPv4
- Unit 42 Palo Alto Networks
- Port forwarding publik
Sumber: https://www.howtogeek.com/this-is-how-quickly-hackers-can-find-an-open-port-on-your-router/