Sabtu, 05 September 2026, September 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-05T20:47:26Z
AIBeritaGoogleTech

WeatherNext 3 Google, Prediksi Hujan 50% Lebih Akurat

Sabtu, 05 September 2026

WeatherNext 3 Google, Prediksi Hujan 50% Lebih Akurat

Ringkas: Google memperkenalkan WeatherNext 3, model AI cuaca global yang menghadirkan prakiraan lebih tajam dan prediksi hujan hingga 50% lebih akurat di sejumlah layanannya.

WeatherNext 3 Google, Prediksi Hujan 50% Lebih Akurat

Google mengumumkan WeatherNext 3 sebagai “model AI cuaca global paling canggih dan akurat” miliknya. Manfaatnya langsung diterapkan pada Google Search, Maps, dan aplikasi Gemini, termasuk peningkatan prakiraan cuaca jangka panjang.

WeatherNext 3 belajar dari data satelit langsung

Model AI cuaca lain, termasuk WeatherNext 2 yang diperkenalkan pada November 2025, dilatih menggunakan data dari model numerical weather prediction atau NWP, yakni model prediksi cuaca numerik.

Meski berguna, model NWP merupakan simulasi fisika kompleks yang dijalankan dengan superkomputer dan memiliki jeda data selama enam jam. Keterlambatan ini dapat menimbulkan bias pada variabel yang berubah cepat, seperti hujan atau suhu permukaan.

WeatherNext 3 menggunakan “mozaik data langsung dari satelit geostasioner global”. Kemampuannya belajar “langsung dari pengamatan waktu nyata” menyediakan “gambaran atmosfer yang terus diperbarui”, sehingga menghasilkan “prediksi peristiwa cuaca yang lebih tepat waktu dan lebih terlokalisasi”.

Model yang dikembangkan Google DeepMind dan Google Research tersebut dapat menghasilkan prakiraan per jam pada beberapa resolusi spasial:

  • Suhu dan kelembapan pada resolusi 5 kilometer
  • Variabel permukaan pada resolusi 10 kilometer
  • Kecepatan angin pada resolusi 25 kilometer

Kegunaan sebuah prakiraan cuaca sering kali bergantung pada tingkat detail serta seberapa akurat model tersebut memetakan dimensi waktu dan ruang.

Gambaran cuaca global lima kali lebih tajam

Dibandingkan WeatherNext 2 yang memakai grid 25 kilometer dengan interval enam jam, WeatherNext 3 memberikan gambaran cuaca global yang “sekitar lima kali lebih tajam”.

Peningkatan ini penting karena kondisi cuaca kritis dapat berkembang dengan cepat. Ketika badai, front cuaca, atau sistem presipitasi muncul secara tiba-tiba, siklus pembaruan yang cepat dan resolusi lebih tinggi dapat memberikan informasi lebih dini dan lebih terperinci untuk membantu mendorong respons yang efektif.

Google juga mengeklaim adanya “lompatan signifikan dalam akurasi prakiraan presipitasi”. WeatherNext 3 dilatih menggunakan “dua sumber data presipitasi berkualitas sangat tinggi”: Integrated Multi-satellite Retrievals for GPM (IMERG) berbasis satelit milik NASA dan analisis ulang presipitasi global Google yang didasarkan pada radar satelit.

Dalam prakiraan global jangka menengah, evaluasi terhadap tolok ukur dasar menunjukkan peningkatan Continuous Ranked Probability Score (CRPS)—skor probabilistik untuk menilai kualitas prakiraan—hingga 60% dibandingkan IMERG, 30% untuk MRMS, dan 10% dibandingkan pengukuran alat penakar hujan pada waktu prediksi awal.

WeatherNext 3 Google, Prediksi Hujan 50% Lebih Akurat

Manfaat bagi berbagai wilayah dan energi terbarukan

Google menyebut terobosan ini sangat penting bagi wilayah Amerika Latin, Afrika, dan Asia-Pasifik yang secara historis kurang terlayani oleh prakiraan beresolusi tinggi karena besarnya biaya superkomputer untuk model regional tradisional. Teknologi tersebut membawa prakiraan lokal berakurasi tinggi kepada miliaran orang dan bisnis lokal di wilayah-wilayah itu.

Selain meningkatkan resolusi dan frekuensi prakiraan, WeatherNext 3 memperkenalkan prediksi yang dirancang khusus untuk produksi energi terbarukan. Model ini memprakirakan kecepatan angin pada ketinggian 100 meter, kira-kira setinggi turbin, agar keluaran energi angin dapat dihitung secara presisi.

Model tersebut juga memprediksi tutupan awan beresolusi tinggi dan tingkat radiasi matahari untuk membantu pembangkit listrik tenaga surya memperkirakan banyaknya cahaya yang akan diterima di permukaan tanah.

WeatherNext 3 hadir di Search, Maps, dan Gemini

Untuk pengguna umum, WeatherNext 3 mulai diluncurkan ke Google Search, Google Maps, dan aplikasi Gemini. Google mengatakan pengguna dapat mengharapkan prakiraan jangka panjang yang “meningkat secara dramatis”.

Saat merencanakan kegiatan untuk satu hari atau lebih ke depan, pengguna akan melihat prakiraan presipitasi hingga 50% lebih akurat. Peningkatan terbesar akan dirasakan di wilayah yang secara historis memiliki prakiraan kurang andal.

Dengan pembaruan lebih cepat, resolusi lebih tinggi, dan data pengamatan waktu nyata, WeatherNext 3 menawarkan prakiraan yang lebih lokal sekaligus meningkatkan prediksi hujan di layanan Google.

Poin penting

  • Model AI WeatherNext 3
  • Data satelit waktu nyata
  • Resolusi mulai 5 kilometer
  • Gambaran global lima kali lebih tajam
  • Prediksi hujan hingga 50% lebih akurat
  • Search, Maps, dan Gemini

FTC: Kami menggunakan tautan afiliasi otomatis yang menghasilkan pendapatan.

Sumber: https://9to5google.com/2026/09/03/google-weathernext-3/

Lihat juga