
Ringkas: Dua power station portabel Anker C300 rusak sebelum sempat mengisi daya perangkat apa pun karena dihubungkan ke panel surya dengan voltase terlalu tinggi.
Ini adalah kisah tentang kesalahan pengguna—dan penggunanya adalah penulis sendiri. Tujuannya membagikan pengalaman tersebut agar orang lain tidak mengulangi kesalahan yang sama: merusak bukan hanya satu, melainkan dua power station portabel kecil sebelum sempat mengisi daya satu perangkat pun.
Dua Anker C300 untuk pemadaman singkat
Perangkat yang dimaksud adalah Anker C300, sebuah power station portabel kecil berkapasitas 288 watt dengan daya yang cukup untuk mengisi ponsel, laptop, dan peralatan kecil. Output maksimumnya 300 watt sehingga tidak terlalu berguna di dapur, tetapi cocok digunakan anak-anak saat listrik padam. Perangkat ini dapat mengisi tablet, konsol genggam Nintendo, dan lampu tidur mereka.

Anker SOLIX C300 DC
- Dimensi: 4,9 × 4,7 × 7,9 inci
- Kapasitas: 288Wh
- Output: 300W
- Dua port USB-C dua arah 140W
- Pengisian melalui stopkontak AC, panel surya, atau charger mobil
Anker SOLIX C300 DC merupakan power station serbaguna yang mudah dibawa untuk petualangan luar ruangan, perjalanan, dan sumber daya cadangan dalam keadaan darurat.
Power station ini disukai karena ringan dan mudah dipindahkan. Untuk kebutuhan kecil saat pemadaman, perangkat tersebut akan menjadi salah satu yang pertama diambil. C300 dapat menyalakan lampu atau memungkinkan keluarga menonton TV selama beberapa jam. Perangkat ini juga bisa mengisi ulang proyektor pintar portabel Nebula yang dibeli sebagai pengganti smart TV.
Ukurannya juga cukup kecil untuk dimasukkan ke bagasi sebelum perjalanan darat, sebagai cadangan ketika ada perangkat yang kebutuhan dayanya tidak dapat ditangani oleh port USB mobil.
Unit tersebut merupakan kebalikan dari Anker F3800 berukuran besar yang dibeli untuk memasok listrik rumah saat terjadi pemadaman. Perangkat itu berbobot lebih dari 130 pon atau sekitar 60 kg.
Penulis sebelumnya juga pernah membahas rencana membeli salah satu payung bertenaga surya Anker ketika produk tersebut dirilis pada akhir tahun ini. Power station kecil seperti C300 merupakan perangkat yang ingin dihubungkan ke payung itu untuk menghasilkan energi secara pasif.
Kesalahan fatal yang merusak kedua power station
Secara teknis, Anker C300 dapat disebut generator surya berukuran kecil karena memiliki input untuk mengisi daya langsung dari panel surya. Ini merupakan salah satu cara utama yang direncanakan untuk mengisi kedua unit tersebut.
Model ini memiliki input maksimum 100 watt, tetapi muncul rasa penasaran apakah panel 200 watt tetap dapat digunakan. Alasannya, penulis juga memiliki Anker C1000. Model itu mempunyai kemampuan pengisian maksimum 600 watt, tetapi cara tercepat untuk mengisinya adalah memakai dua panel Anker berdaya 400 watt. Saran tersebut diikuti saat menguji seberapa cepat C1000 dapat diisi, dan hasilnya bekerja sesuai klaim.
Panel surya jarang mencapai kemampuan pengisian maksimumnya. Karena itu, dua panel 400 watt lebih mungkin menghasilkan daya mendekati 600 watt daripada 800 watt. Meski demikian, kedua panel tersebut dapat menghasilkan lebih dari 600 watt. C1000 tampaknya membatasi daya yang diterima hingga 600 watt karena penggunaan dua panel 400 watt memang menjadi salah satu metode pengisian yang direkomendasikan Anker.
Atas dasar itu, meskipun 200 watt lebih besar daripada 100 watt, panel 200W diperkirakan tetap akan bekerja dengan C300.
Penulis kemudian mengeluarkan dua panel yang dimilikinya, yakni Anker PS100 dan PS200. PS100 terdiri dari dua panel surya, sedangkan PS200 memiliki empat panel.
Ketika panel Anker PS200 200W dipasang ke Anker C300 pertama, tidak terjadi apa-apa. Tombol daya ditekan, tetapi perangkat tetap tidak merespons. Saat itu, unit tersebut dianggap sebagai produk cacat.
Dua power station dipesan pada waktu bersamaan, tetapi unit kedua tiba beberapa hari kemudian. Kali ini, unit tersebut lebih dahulu dihubungkan ke stopkontak untuk memastikan perangkat itu tidak cacat. Power station berhasil menyala. Setelah dibawa ke luar dan dipasangkan dengan panel yang sama, terdengar suara mendesis.
Panel segera dilepas, tetapi semuanya sudah terlambat. Ketika tombol daya ditekan, tidak ada respons. Sejak saat itu, unit tersebut tidak pernah menyala kembali.
Pengalaman ini merupakan hal baru bagi penulis. Sebelumnya, power station diperkirakan hanya akan menarik energi dalam jumlah yang sanggup ditanganinya dengan aman. Jika tidak mampu melakukannya, perangkat setidaknya diharapkan menampilkan pesan bahwa power station tidak kompatibel dengan panel tersebut.
Sebagai perbandingan, ketika Kia Niro EV dihubungkan ke charger mobil 11kW di rumah, kendaraan itu hanya menarik daya sesuai kecepatan pengisian maksimumnya, yaitu 7,2kW, meskipun charger mampu memasok lebih besar. Saat charger 65W dipasang ke Galaxy Z Fold 6, ponsel itu hanya menarik 25W. Demikian pula, C1000 tetap berfungsi ketika dihubungkan dengan dua panel 400W.
Namun, panel surya dan power station portabel ternyata tidak bekerja seperti perangkat elektronik lain yang biasa digunakan penulis.
Perhatikan voltase, bukan hanya watt
Setelah menyimpulkan bahwa kedua power station telah rusak akibat kelebihan daya, penulis membaca ulang buku petunjuk untuk mencari peringatan yang tegas. Ternyata, batas watt bukan masalah utamanya. Persoalan sebenarnya adalah batas voltase. Informasi itu terdapat dalam manual digital dan terlihat jelas setelah diperiksa kembali.
Pada awalnya, tidak dipahami mengapa input melebihi 600 watt tidak menjadi masalah bagi C1000, sementara C300 memiliki batas tegas 100 watt. Jawabannya terletak pada voltase.
Panel surya PS100 yang direkomendasikan Anker mempunyai voltase operasi 24,5V dan voltase rangkaian terbuka 28,5V. Angka tersebut masih berada dalam rentang yang didukung C300, yakni 11V hingga 28V.
Sementara itu, panel PS200 memiliki voltase operasi dua kali lebih tinggi, yaitu 48V, serta voltase rangkaian terbuka 57,6V. Panel PS400 yang lebih besar juga aman dihubungkan ke C1000. Meskipun menghasilkan watt dua kali lipat dibandingkan PS200, PS400 memiliki voltase operasi yang sama, yakni 48V, dan voltase rangkaian terbuka 57,6V.
Perbedaan voltase, bukan perbedaan watt, tampaknya menjadi penyebab dua C300 tersebut langsung mati. Orang-orang yang memahami kelistrikan mungkin menggelengkan kepala saat membaca seluruh kisah ini, dan reaksi tersebut dapat dimaklumi. Jika sudah memahami risikonya, persoalannya terlihat jelas. Jika belum, kesalahan itu dapat menimbulkan biaya.
Kerusakan akibat pengguna dan risiko garansi
Ada kemungkinan orang mengira kerusakan ini akan ditanggung garansi, terlebih kedua unit belum sempat digunakan untuk mengisi satu perangkat pun. Namun, kasus tersebut jelas masuk kategori kesalahan pengguna. Setelah membaca tulisan kecil dalam manual, alasannya dapat dipahami. Batas voltase bahkan tercantum pada bagian depan unit.
Setelah penyebabnya diketahui, kesalahan itu tampak jelas. Meski demikian, penulis berharap tersedia peringatan yang jauh lebih eksplisit. Ada perbedaan besar antara keterangan “tidak direkomendasikan” atau “tidak kompatibel” dan peringatan bahwa perangkat “pasti akan langsung rusak”. Sebagai orang yang bekerja meliput perangkat lunak, mengabaikan batas yang direkomendasikan terkadang menjadi bagian dari pekerjaannya.
Selain itu, watt panel surya mudah diketahui, sedangkan voltasenya tidak begitu jelas. Pengguna harus mengetahui bahwa informasi tersebut perlu diperiksa. Penulis sebelumnya berasumsi bahwa seluruh panel Anker mungkin menggunakan voltase yang sama sehingga tidak terpikir untuk mengeceknya.
Hal semacam ini belum pernah perlu dipertimbangkan sebelumnya. Kondisi tersebut patut diperhatikan ketika produk seperti ini ditawarkan kepada pengguna yang tidak terbiasa menghadapi risiko besar saat memasang kabel. Bagi penulis, pengelolaan kabel yang membuat stres biasanya hanya berupa memasang kabel USB, membaliknya karena posisi awal dianggap salah, lalu membaliknya lagi karena ternyata posisi pertama sudah benar.
Jika Anker C1000 dan panel PS200 tidak lebih dahulu tersedia, kesalahan ini kemungkinan tidak akan terjadi. Pilihan paling aman adalah hanya memesan panel PS100. Faktanya, PS100 memang sudah dipesan untuk digunakan bersama C300. Panel yang lebih bertenaga dicoba semata-mata karena rasa penasaran.
Semua perangkat itu merupakan produk Anker dan port yang digunakan juga sama, sehingga semula diasumsikan perangkat-perangkat tersebut pasti akan berkomunikasi dengan benar.

Anker SOLIX C1000 Portable Power Station
- Merek: Anker
- Output: 1.800W
- 11 port berbeda
- Lonjakan daya AC: 2.400W
- Lampu bawaan
Anker SOLIX C1000 adalah power station portabel yang ringkas tetapi bertenaga. Perangkat ini dapat digunakan untuk mengisi berbagai perlengkapan atau sebagai persiapan menghadapi keadaan darurat.
Ternyata tidak ada komunikasi antarpiranti dalam pemasangan tersebut, hanya penyaluran daya secara langsung. Dalam kasus ini, rasa penasaran mungkin tidak membunuh kucing, tetapi benar-benar merusak dua power station portabel.
Pelajaran akhirnya adalah memilih power station yang sesuai dengan kebutuhan dan membaca manual. Pengalaman ini bukan dimaksudkan sebagai kecaman terhadap produk Anker. Penulis berharap biaya perbaikan kedua unit tidak terlalu mahal dan kemungkinan tetap akan memesan dua unit lagi karena perangkat tersebut bekerja dengan baik untuk fungsi yang dirancang. Namun, jangan menghubungkan power station ke panel surya yang salah.
Poin penting
- Dua Anker C300 rusak
- Input C300 maksimum 100W
- Rentang voltase 11V–28V
- PS200 beroperasi pada 48V
- Watt bukan masalah utama
- Kerusakan akibat kesalahan pengguna
Sumber: https://www.howtogeek.com/fried-two-solar-portable-power-stations-dont-make-the-same-mistake/