
Ringkas: Palo Alto Networks mengakuisisi Console, startup AI untuk otomatisasi tugas help desk IT rutin, dengan nilai US$500 juta dalam kombinasi tunai dan saham, menurut dua sumber yang mengetahui transaksi itu.
Palo Alto Networks membayar US$500 juta dalam bentuk tunai dan saham untuk mengakuisisi Console, startup berusia dua tahun yang memakai agen AI untuk mengotomatisasi tugas rutin di help desk TI, menurut dua orang yang mengetahui kesepakatan tersebut.
Detail akuisisi Console oleh Palo Alto Networks
Perusahaan-perusahaan itu secara resmi mengumumkan akuisisi pada Selasa, tetapi tidak mengungkapkan syarat transaksi. Sejak didirikan pada 2024, Console telah mengumpulkan pendanaan US$29 juta dalam dua putaran: seed US$6,2 juta yang dipimpin Thrive Capital, serta Seri A US$23 juta yang dipimpin bersama oleh DST Global dan Thrive.
Sebelum dijual, Console dinilai US$157 juta menurut PitchBook. Nilai itu memberi imbal hasil cepat bagi para investor, termasuk SV Angel, Abstract Ventures, dan terutama CEO Palo Alto Networks Nikesh Arora, yang ikut berinvestasi sebagai angel investor. Palo Alto Networks menolak berkomentar.
Integrasi ke Cortex dan fungsi agen AI
Raksasa keamanan siber itu mengatakan Console akan diintegrasikan ke Cortex, platform yang menggunakan AI untuk secara otomatis mendeteksi dan menetralkan ancaman. Fungsi agentic milik Console akan memungkinkan tim keamanan menyelidiki dan menyelesaikan alert menggunakan bahasa alami, memberi Cortex “arms and legs” untuk menghadirkan hasil keamanan otonom di seluruh perusahaan, seperti dikatakan Arora dalam sebuah pernyataan.
Console didirikan oleh Andrei Serban, tak lama setelah startup sebelumnya, platform keamanan kode Fuzzbuzz, diakuisisi oleh Rippling. Startup ini memiliki pelanggan termasuk Ramp, Flock Safety, dan Scale AI, serta mengotomatiskan tugas seperti reset kata sandi, pemberian akses ke aplikasi seperti Figma dan Miro, dan pemecahan masalah rutin tanpa keterlibatan manusia langsung.
Persaingan dengan Serval dan deretan akuisisi
Sebagai startup, Console terutama bersaing dengan Serval, startup lain yang menantang ServiceNow dan mencapai valuasi US$1 miliar setelah mengumpulkan putaran Seri B US$75 juta yang dipimpin Sequoia pada Desember lalu. Serval awalnya adalah alat dukungan teknis berbasis AI dan dengan cepat berkembang untuk memberi bantuan AI bagi departemen sumber daya manusia, legal, dan keuangan. Akuisisi Console membuat Serval menjadi kategori yang perlu diperhatikan sebagai pemimpin di antara startup yang mengotomatiskan manajemen layanan TI, kata seorang investor yang bukan pendukung Serval kepada TechCrunch.
Menurut PitchBook, Console menjadi akuisisi ketujuh Palo Alto Networks pada 2026. Perusahaan lain yang dibeli raksasa keamanan siber itu tahun ini termasuk Chronosphere, platform observability yang didukung Greylock dan Lux Capital, dengan valuasi US$3,35 miliar, serta Koi, startup keamanan siber yang didukung Battery dan Team8, senilai US$400 juta.
Poin penting
- Palo Alto Networks akuisisi Console
- Nilai transaksi US$500 juta
- Console pakai agen AI
- Integrasi ke platform Cortex
- Valuasi awal US$157 juta
- Akusisi ketujuh pada 2026
Pembelian Console menambah dorongan Palo Alto Networks ke otomasi keamanan berbasis AI, sekaligus memperluas Cortex dengan kemampuan yang disebut perusahaan dapat membantu tim keamanan bekerja dengan bahasa alami dan hasil yang lebih otonom.