
Ringkas: Google mulai menghadirkan Lyria 3.5 ke seluruh pengguna Gemini untuk membuat lagu, musik instrumental, dan soundtrack dari perintah teks atau foto.
Google telah menambahkan Lyria 3.5, model generasi musik AI tercanggihnya sejauh ini, ke aplikasi Gemini. Model yang sebelumnya tersedia melalui alat pembuatan film AI Google Flow itu kini diluncurkan untuk seluruh pengguna Gemini.


Pengumuman ini dipublikasikan pada 4 September 2026. Lyria 3.5 dirancang untuk mempermudah pembuatan lagu, musik instrumental, dan soundtrack yang lebih matang hanya dengan perintah teks sederhana atau bahkan foto.
Lyria 3.5 menghasilkan musik AI yang lebih alami

Menurut Google, Lyria 3.5 menawarkan aransemen yang lebih kaya, vokal lebih ekspresif, serta pemahaman perintah yang lebih baik dibandingkan versi sebelumnya. Model ini dapat menyusun lagu lengkap dengan bait, chorus, dan bridge, bukan sekadar mengulang potongan melodi pendek.
Di dalam Gemini, pengguna kini dapat memilih atau mendeskripsikan genre, menentukan gaya vokal atau instrumental, serta memilih antara klip pendek dan lagu berdurasi lebih panjang. Pengguna pemula juga bisa memakai template untuk mulai membuat musik latar video, jingle khusus, atau nada dering personal.
Namun, lagu yang sudah dihasilkan tidak dapat diedit di tengah proses melalui prompt yang sama.
API Lyria 3.5 tersedia bagi pengembang
Google juga menyediakan Lyria 3.5 melalui Gemini API, termasuk akses penuh melalui Google AI Studio. API, yaitu sarana agar aplikasi dapat saling berkomunikasi, memungkinkan pengembang mengintegrasikan pembuatan musik AI ke aplikasi dan layanan mereka sendiri.
SynthID dan perlindungan hak cipta musik AI
Lyria 3.5 hadir ketika platform musik sedang dibanjiri konten buatan AI. Di Deezer, lagu yang dihasilkan AI kini mencakup 44% dari unggahan harian. Sebagian besar streaming yang diperoleh lagu-lagu tersebut kemudian diketahui bersifat curang.
Karena itu, setiap lagu yang dibuat Lyria dilengkapi watermark SynthID, yakni penanda tak terlihat yang ditujukan untuk mengidentifikasi konten sebagai hasil generasi AI.
Sistem perlindungan Lyria secara khusus memblokir upaya meniru suara seorang artis atau mereproduksi lirik berhak cipta. Langkah ini mengikuti putusan pengadilan Eropa baru-baru ini terhadap Suno, perusahaan musik AI pesaing, dalam perkara hak cipta.
Meski demikian, putusan tersebut belum menjadi keputusan akhir karena masih dapat diajukan banding. Dengan demikian, situasi hukum seputar musik yang dihasilkan AI untuk saat ini masih belum pasti.
Peluncuran ini memperluas akses Lyria 3.5 dari Flow ke aplikasi Gemini dan layanan pengembang, sembari menerapkan SynthID serta pembatasan terhadap peniruan suara artis dan penggunaan lirik berhak cipta.





Poin penting
- Lyria 3.5 di aplikasi Gemini
- Peluncuran untuk seluruh pengguna
- Lagu lengkap dari teks atau foto
- Akses Gemini API bagi pengembang
- Watermark tak terlihat SynthID
- Blokir kloning suara artis