
Ringkas: Boox Picco adalah eReader saku mungil yang dipratinjau di IFA 2026, dengan layar e-paper 3,97 inci dan fitur dasar seperti microSD, Bluetooth, Wi-Fi, serta USB-C.
Boox Picco menjadi salah satu eReader saku yang menarik perhatian di tengah tren perangkat sejenis dari Xteink dan beberapa pesaingnya. Banyak eReader kecil saat ini masih membawa kompromi atau sulit didapatkan, dan Boox mencoba mengubahnya lewat Picco, perangkat mungil yang sempat dicoba di IFA 2026 dan sejauh ini terlihat menjanjikan.
Boox Picco hadir dengan layar e-paper 3,97 inci
Perangkat ini berpusat pada layar sentuh e-paper berukuran sangat kecil, 3,97 inci, dengan beberapa tombol fisik untuk membalik halaman, mengatur lampu depan, dan menyalakan atau mematikan perangkat. E-paper adalah jenis layar hemat daya yang dirancang menyerupai tampilan kertas, umum dipakai pada eReader.
Ada perangkat lain di kisaran ukuran ini, tetapi versi Boox terasa lebih rapi dan nyaman digenggam. Penulis sumber menyebutkan bahwa ia berharap ada magnet di bagian belakang agar Picco bisa ditempelkan ke ponsel Pixel atau iPhone. Namun, seperti seorang koleganya, ia tidak menyalahkan Boox atas keputusan itu karena aksesori yang menempel ke ponsel bisa meningkatkan godaan untuk mengecek media sosial. Picco lebih cocok dimasukkan ke saku lain.
Fitur eReader saku: microSD, Bluetooth, Wi-Fi, dan USB-C
Boox Picco membawa fitur eReader yang umum ditemukan, termasuk slot kartu microSD, Bluetooth, dan Wi-Fi. Pengguna juga bisa mentransfer file secara nirkabel jika menginginkannya.
Namun, Boox dinilai mengambil pendekatan yang lebih masuk akal dibanding Xteink karena menyertakan port USB-C untuk transfer kabel, bukan pengisian daya magnetik Xteink yang disebut kurang andal.
Tanpa Android demi ukuran dan daya tahan baterai
Berbeda dari eReader Palma milik Boox, Picco tidak menjalankan Android. Perangkat ini memakai perangkat lunak proprietary dengan beberapa aplikasi bawaan, termasuk daftar tugas dan timer kerja Pomodoro.
Keputusan itu menunjukkan bahwa Boox tidak ingin mengorbankan ukuran atau daya tahan baterai demi kemampuan komputasi yang ramah Android. Dalam bentuknya saat ini, penggunaan Android justru akan bertentangan dengan tujuan perangkat yang sangat terfokus seperti Picco.
Membaca dan menavigasi di Picco terasa sederhana, meski lambat. Untuk kategori perangkat seperti ini, hal tersebut masih dapat diterima. Daya tarik utamanya tetap ada pada pengalaman membaca singkat saat menunggu kereta atau berdiri di antrean kasir, meskipun model berikutnya diharapkan bisa lebih responsif.
Harga Boox Picco, jadwal rilis, dan dukungan format buku
Boox bahkan belum resmi mengumumkan Picco, meski sudah cukup nyaman untuk mempratinjaunya. Perusahaan diperkirakan akan meluncurkan eReader saku ini pada November dan membagikan detail seperti harga serta daya tahan baterai sekitar waktu tersebut.
Harga bisa menjadi faktor besar dalam daya tarik Picco. Xteink X4 Pro saat ini dijual dengan harga promo $100. Jika Boox bisa mendekati atau mengalahkan harga tersebut, Picco berpotensi menjadi produk yang sukses. Xteink masih relatif kecil, sehingga model Boox dengan harga serupa dapat lebih cepat dikenal dan mendorong eReader mungil menuju pasar yang lebih arus utama.
Dukungan format buku juga masih penting dan belum diketahui. Palma punya keunggulan karena dapat menjalankan hampir semua aplikasi eReader Android. Tanpa Android, Picco kemungkinan tidak mendukung buku Kindle dan mungkin menghadapi kendala dengan sistem perpustakaan seperti Libby.
Namun, dukungan untuk buku EPUB yang dilindungi dapat memberi Boox keunggulan. Sinkronisasi pada Picco juga kemungkinan lebih mudah dibandingkan dengan Xteink.
Persaingan di kategori ini tidak berhenti. Meski begitu, sumber artikel menyatakan tidak akan terkejut jika Boox memimpin kategori ini, setidaknya sampai pemain besar seperti Amazon dan Kobo masuk ke segmen tersebut. Beberapa pesaing juga bisa saja segera menyusul dengan pembaca ultra-ringkas versi mereka sendiri.
Poin penting
- Boox Picco eReader saku
- Layar e-paper 3,97 inci
- microSD, Bluetooth, Wi-Fi
- Transfer kabel USB-C
- Tanpa Android
- Rilis diperkirakan November
Sumber: https://www.howtogeek.com/boox-picco-pocket-ereader-hands-on/