
Ringkas: Android Auto memang identik dengan mobil, tetapi antarmuka sederhana, tombol besar, dan kontrol suara membuatnya berguna juga di luar kendaraan. Dengan aplikasi pihak ketiga seperti Open Headunit, Android Auto bisa dipakai di layar kedua untuk berbagai kebutuhan.
Android Auto biasanya dikaitkan dengan mobil dan berkendara. Namun, meski namanya begitu, antarmukanya yang sederhana dengan tombol besar, kontrol suara, dan akses mudah ke beberapa aplikasi penting membuat Android Auto ternyata cukup berguna di luar kursi pengemudi.
Dengan aplikasi pihak ketiga seperti Open Headunit, Anda bisa mengubah ponsel atau tablet Android menjadi layar Android Auto. Aplikasi ini memungkinkan Android Auto berjalan secara mandiri, tetapi keunggulan utamanya adalah bisa terhubung ke ponsel utama Anda, sehingga antarmuka bisa dipakai di layar kedua. Setelah disiapkan, ada banyak cara kreatif untuk memanfaatkannya di luar mobil.
Android Auto di meja kerja
[[IMG_1]]
Layar meja khusus ternyata bisa sangat berguna. Penulis artikel ini mengubah ponsel lamanya menjadi layar Android Auto untuk meja kerja beberapa bulan lalu, dan hasilnya jauh lebih berguna dari yang ia bayangkan.
Banyak orang memanfaatkan ponsel lama untuk satu tugas tertentu, misalnya menjadi dashboard Home Assistant, kontroler Spotify khusus, atau perangkat Gemini. Dengan Android Auto, ia tidak perlu memilih karena bisa mendapatkan tombol-tombol besar yang mudah diketuk untuk semua aplikasinya.
Bagian favorit dari pengaturan ini adalah ia bisa melihat pesan dari ponselnya sekilas saat terhubung, tanpa perlu mengambil ponsel jika ingin langsung membalas. Jika ada pesan yang terlewat karena sedang fokus bekerja, ia bisa mengecek isi pesan itu hanya dengan beberapa ketukan cepat.
Intinya, ini seperti ponsel yang selalu berdiri di depan Anda, tetapi karena Android Auto, tampilannya dibatasi pada beberapa aplikasi penting saja. Hal itu menunjukkan bahwa Android Auto memang dirancang untuk mendukung aktivitas utama, bukan menggantikan fokus Anda. Anda juga tidak terdorong membuka ponsel dan mulai doomscrolling setiap selesai chat singkat.
Android Auto untuk kendaraan roda dua
Android Auto juga sangat masuk akal untuk kendaraan roda dua. Fitur navigasi dan, sampai batas tertentu, fitur lain yang dibawanya akan sangat berguna, terutama di motor.
Sayangnya, dukungan Android Auto masih terbatas pada beberapa motor touring kelas atas. Kabar baiknya, ada banyak layar aftermarket kecil yang tahan air dan bisa dijepit langsung ke setang, sehingga navigasi tingkat lanjut bisa dimanfaatkan dengan baik di kendaraan roda dua yang melaju cepat.
Bukan hanya motor, sepeda dan skuter listrik juga cocok untuk memanfaatkan ponsel lama sebagai perangkat Android Auto. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir ponsel utama terbentur atau terkena cuaca, dan Anda tetap mendapat akses navigasi serta kontrol musik yang sangat praktis.
Android Auto di kapal dan perahu
[[IMG_2]]
Android Auto juga bisa dipakai di atas air. Di darat, navigasi jalan melalui aplikasi seperti Waze dan Google Maps sudah sangat membantu, dan fitur-fitur yang membuat Android Auto menarik ternyata juga cocok untuk navigasi dan hiburan maritim. MasterCraft Boat Holdings bahkan telah mengumumkan bahwa fitur ini resmi akan hadir di sebagian kapalnya.
Namun, jika Anda punya kapal, Anda tidak harus menunggu untuk mulai memakainya. Jika bersedia melakukan sedikit DIY, Anda kemungkinan bisa membuat head unit Android Auto portabel bekerja dengan cukup mudah. Kalau itu terasa terlalu merepotkan, ponsel atau laptop lama juga bisa dimanfaatkan kembali.
Di kapal, Android Auto memang terasa masuk akal. Selain aplikasi Spotify dan podcast yang biasa dipakai, ada juga aplikasi navigasi laut khusus bernama Savvy Navvy. Aplikasi ini memungkinkan pengguna mencari rute terbaik ke tujuan, memeriksa lalu lintas kapal di sekitar, melihat perkiraan waktu tiba, dan banyak lagi.
Workshop adalah tempat ideal untuk dashboard Android Auto
Tangan berminyak dan ponsel jelas bukan pasangan yang cocok. Jika Anda punya workshop atau sering mengerjakan mobil di garasi, Anda pasti tahu betapa merepotkannya harus berurusan dengan ponsel saat sedang bekerja.
Anda harus melepas sarung tangan, mengeluarkan ponsel dari saku, lalu sebelum sempat menggeser layar untuk menjawab panggilan, orang di ujung sana kadang sudah menutup teleponnya.
Tapi jika Anda punya ponsel khusus Android Auto di meja kerja atau troli, akan jauh lebih mudah untuk memantau pesan dan panggilan, lalu meresponsnya tanpa menyentuh tangan. Ini juga tempat yang cocok untuk hiburan, dan setiap kali ponsel berdering, musik yang sedang diputar otomatis berhenti lalu dilanjutkan lagi setelah panggilan selesai.
Poin penting
- Android Auto di luar mobil
- Open Headunit di layar kedua
- Meja kerja dan ponsel lama
- Kendaraan roda dua dan kapal
- Workshop, pesan, dan panggilan
Walau Android Auto pada dasarnya dirancang untuk berkendara, antarmukanya yang sederhana dan mudah dilihat sekilas membuatnya cukup serbaguna di banyak situasi. Anda tidak harus duduk di balik kemudi untuk memanfaatkan musik favorit, pesan, dan panggilan lewat tampilan yang mengutamakan kesederhanaan serta meminimalkan distraksi.
Sumber: https://www.howtogeek.com/android-auto-doesnt-need-a-car-here-are-creative-ways-to-use-it/