Sabtu, 29 Agustus 2026, Agustus 29, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-29T18:20:50Z
AndroidBeritaGoogleTech

Pixel 11 Pro HiLight Terlihat Menarik, tapi Kurang 5 Fitur Besar

Sabtu, 29 Agustus 2026

Pixel 11 Pro HiLight Terlihat Menarik, tapi Kurang 5 Fitur Besar

Ringkas: Fitur HiLight di Pixel 11 Pro membawa kembali konsep lampu notifikasi dalam gaya modern, tetapi saat ini baru mendukung panggilan dari kontak favorit dan aktivitas Gemini. Menurut penulis, masih ada lima fungsi besar yang seharusnya bisa ditambahkan Google.

Fitur HiLight di Pixel 11 Pro langsung menarik perhatian karena terasa seperti versi modern dari notification LED yang dulu populer di ponsel lama. Lampu ini ditempatkan rapi di dalam camera visor, bisa menyala dalam berbagai warna, dan tampil cukup subtil. Namun setelah menggunakannya, justru makin terasa bahwa HiLight di Pixel 11 Pro masih belum dimanfaatkan sepenuhnya. Saat ini HiLight bisa menyala saat ada panggilan dari kontak favorit dan juga menunjukkan ketika Gemini sedang berpikir, merespons, atau berbicara. Meski itu sudah menjadi awal yang bagus, fitur ini dinilai baru menyentuh permukaan dari potensi sebenarnya.

Poin penting

  • HiLight Pixel 11 Pro masih terbatas
  • Baru mendukung panggilan favorit
  • Indikator aktivitas Gemini
  • Wishlist lima fitur utama
  • HiLight Studio sudah lebih fleksibel

HiLight Pixel 11 Pro seharusnya bisa membedakan tiap notifikasi

Notifikasi panggilan memang menjadi langkah awal yang baik, tetapi HiLight dinilai akan jauh lebih berguna jika bisa menunjukkan aplikasi mana yang sedang mencoba menarik perhatian pengguna. Bayangannya, setiap aplikasi dapat diberi warna berbeda: Instagram bisa menyala merah muda atau ungu, WhatsApp hijau, dan SMS biasa putih. Setelah terbiasa, pengguna bahkan tidak perlu berpikir lama karena cukup melihat bagian belakang ponsel untuk tahu notifikasi apa yang masuk.

Hal seperti itu akan sangat membantu saat bekerja. Slack dan Teams, misalnya, bisa diberi warna HiLight tersendiri sehingga saat warna tersebut berkedip, pengguna langsung tahu notifikasi itu mungkin perlu segera diperiksa. Sebaliknya, jika yang muncul adalah warna merah muda untuk Instagram atau hijau untuk WhatsApp, ponsel bisa dibiarkan saja dan pekerjaan tetap berlanjut.

Dengan begitu, setiap notifikasi tidak lagi otomatis menjadi alasan untuk membuka kunci ponsel. Lampu itu sendiri bisa membantu menentukan mana yang benar-benar layak mendapat perhatian. Bahkan, menurut penulis, fitur seperti ini juga dapat membantu menghindari momen yang berujung pada 20 menit doomscrolling.

Pixel 11 Pro HiLight Terlihat Menarik, tapi Kurang 5 Fitur Besar

Warna khusus untuk kontak, gadget Google, dan baterai lemah

Kontak tertentu pantas punya warna sendiri

Fitur ini akan terasa lebih baik lagi jika pengguna bisa menetapkan warna HiLight untuk kontak individual, mirip dengan cara Google saat ini mengizinkan kustomisasi cahaya untuk panggilan dari kontak favorit. Dengan pendekatan itu, tebakan dalam membaca notifikasi nyaris hilang sepenuhnya, karena pengguna bukan hanya tahu aplikasi mana yang mengirim sesuatu, tetapi juga siapa yang menghubungi.

Sebagai contoh, saat bekerja, penulis biasanya berusaha mengabaikan notifikasi Instagram dan WhatsApp. Namun jika ibunya mengirim pesan lewat WhatsApp, seharusnya ada tanda yang benar-benar mudah dikenali, misalnya HiLight pelangi. Begitu warna itu berkedip, pengguna langsung tahu siapa pengirimnya dan bisa mengambil ponsel tanpa harus bertanya-tanya apakah notifikasi itu penting atau hanya akan menyeret ke obrolan grup lain.

Konsep serupa juga bisa diterapkan untuk pasangan, anak, atau siapa pun yang pesannya tidak ingin dilewatkan. Bagi orang yang bisa membuka WhatsApp untuk membalas satu pesan lalu berakhir mengobrol dengan sahabatnya selama satu jam, mengetahui siapa yang menghubungi bahkan sebelum ponsel diangkat akan menjadi perubahan besar.

Indikator status untuk perangkat Google lain

Google juga dinilai bisa melangkah lebih jauh dengan menjadikan HiLight sebagai indikator status di seluruh ekosistem Google. Penulis mengaku lebih sering menaruh ponselnya dalam posisi telungkup, dan menghubungkan earbud atau smartwatch sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Karena itu, lampu kecil tersebut bisa dipakai untuk memberi tahu kapan semuanya sudah terhubung dan siap digunakan.

Kedipan warna singkat di bagian belakang ponsel sudah cukup untuk memberi tahu bahwa semuanya siap. Misalnya, HiLight bisa menyala sejenak dengan satu warna saat Pixel Watch terhubung ke ponsel dan warna lain saat Pixel Buds tersambung. Ini juga tidak harus berhenti pada wearable dan earbud saja. Pixelsnap disebut sebagai area lain yang sangat masuk akal untuk memanfaatkan HiLight. Saat ponsel diletakkan di atas charger Pixelsnap, lampu itu bisa memberi denyut singkat untuk mengonfirmasi bahwa pengisian daya benar-benar dimulai.

Memang, semua ini tidak akan sepenuhnya mengubah cara seseorang memakai Pixel. Namun justru itu intinya. Interaksi kecil seperti ini terjadi berkali-kali sepanjang hari, dan membuatnya sedikit lebih mudah bisa memberi dampak yang cukup besar.

Peringatan baterai lemah yang benar-benar terlihat

HiLight juga dinilai bisa sangat membantu saat baterai hampir habis. Penulis mengaku punya kebiasaan buruk sering lupa mengisi daya ponsel, dan karena ponsel kerap diletakkan telungkup, peringatan baterai lemah pun tidak selalu terlihat. Lebih sering daripada yang ingin diakui, ia baru sadar baterai ponsel hampir habis ketika hendak keluar rumah.

Di sinilah HiLight bisa memberi dorongan yang sangat dibutuhkan. Ketika baterai turun di bawah persentase tertentu, lampu itu bisa berkedip tiga kali dengan warna merah darah yang sulit diabaikan. Itu akan menjadi penanda untuk segera mencolokkan ponsel dan memberinya kesempatan untuk terisi sebelum benar-benar dibutuhkan.

HiLight juga cocok untuk countdown kamera dan masih punya potensi besar

Terakhir, penulis ingin melihat HiLight merangkap sebagai hitung mundur kamera. Memang, lampu flash biasa mungkin bisa melakukan hal serupa, tetapi HiLight terasa hampir seperti dibuat khusus untuk foto grup, ketika Pixel disandarkan di suatu tempat, timer diaktifkan, lalu pengguna berlari kembali untuk bergabung dengan semua orang.

Penulis mengaku terlalu sering mengambil foto grup saat sedang bersama teman, dan bagian canggungnya adalah tidak ada yang benar-benar tahu kapan foto akan diambil. Semua orang menatap ponsel, menahan senyum, dan bertanya-tanya apakah fotonya sudah jadi diambil atau belum. HiLight bisa mengatasi ini dengan cara sesederhana tiga atau empat kedipan yang makin cepat saat shutter mendekat—bahkan mungkin dengan warna berbeda tepat sebelum foto diambil.

Dengan begitu, semua orang akan tahu kapan harus tersenyum, kemungkinan lebih sedikit orang yang tertangkap sedang berkedip atau melihat ke arah lain, dan tak perlu berdiri membeku beberapa detik ekstra sambil menebak apakah foto sudah diambil. Mengingat seberapa sering penulis mengambil foto grup, fitur ini disebut akan dipakai terus-menerus.

Secara keseluruhan, penulis mengapresiasi apa yang coba dilakukan Google dengan HiLight di seri Pixel 11 Pro. Menghidupkan kembali ide lampu notifikasi dengan cara yang terasa cocok di smartphone modern adalah gagasan yang bagus. Namun setelah menggunakannya dan memikirkan semua hal yang sebenarnya bisa dilakukan lampu itu, muncul kesan bahwa ide ini masih terasa belum selesai.

Untungnya, peningkatan kemampuan HiLight tidak sepenuhnya harus menunggu Google. Seorang YouTuber yang beralih menjadi vibecoder telah membuat aplikasi open-source bernama HiLight Studio yang mendorong fitur tersebut jauh lebih jauh. Alih-alih membatasi lampu hanya untuk panggilan dari kontak favorit dan aktivitas Gemini, aplikasi ini memungkinkan pengguna mengatur HiLight agar bekerja dengan notifikasi dari hampir aplikasi apa pun yang dipilih. Itu sudah terasa sangat dekat dengan salah satu keinginan terbesar dalam wishlist penulis.

Jadi, sampai HiLight resmi menjadi lebih mumpuni, HiLight Studio kemungkinan akan menjadi solusi yang dipakai penulis. Namun fakta bahwa aplikasi pihak ketiga sudah bisa melakukan ini juga sekaligus menyoroti apa yang masih kurang. Pengguna seharusnya tidak perlu aplikasi tambahan untuk membuka potensi fitur yang sudah tertanam di ponsel. Bagian tersulit sebenarnya sudah selesai: HiLight sudah ada, tampil menarik, dan berhasil membuat lampu notifikasi terasa relevan lagi. Sekarang, fitur-fiturnya tinggal perlu menyamai potensinya.

Pixel 11 Pro HiLight Terlihat Menarik, tapi Kurang 5 Fitur Besar

Sumber: https://www.androidauthority.com/pixel-11-pro-hilight-missing-features-3701835/

Lihat juga