
Ringkas: Casing HP kini dinilai benar-benar opsional untuk ponsel flagship modern karena kaca, ketahanan air dan debu, serta opsi asuransi sudah jauh lebih baik dibanding dulu.
Penulis berpendapat casing HP tidak lagi menjadi kebutuhan wajib untuk ponsel flagship masa kini. Jika dulu smartphone terasa rapuh dan mudah pecah, sekarang material seperti Gorilla Glass dan Ceramic Shield, ditambah ketahanan air dan debu, membuat banyak orang bisa memakai ponsel tanpa casing kecuali dalam situasi berisiko lebih tinggi.
Kaca ponsel flagship sekarang jauh lebih kuat
Penulis tumbuh dengan ponsel yang tidak terlalu peduli meski dijatuhkan beberapa kali sehari, sehingga ia tidak pernah benar-benar merasa perlu memasang casing. Smartphone pertamanya adalah Samsung Galaxy Ace, perangkat murah dan buruk bahkan saat masih baru, dan rasanya seperti kaca rapuhnya bisa pecah hanya karena diletakkan sedikit terlalu keras di atas meja. Ia juga ingat jelas banyak orang saat itu memakai ponsel dengan layar retak sambil menunggu waktu upgrade berikutnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia sudah lama memakai ponsel tanpa casing, kecuali sempat sebentar memakai casing kulit. Ia mengaku masih ingin memakai casing kulit karena alasan yang pernah ia tulis dalam artikel tahun 2023, tetapi kini kulit asli tampaknya sudah tidak lagi menjadi pilihan.
Kemajuan teknologi kaca sejak smartphone dengan layar kaca besar menjadi populer disebut sangat luar biasa. Ini terasa ironis karena manusia sudah membuat kaca selama ribuan tahun, dan kaca antipeluru pun sudah ada sekitar satu abad, tetapi justru kebangkitan smartphone yang benar-benar memicu lompatan inovasi besar pada material kaca.
Ponsel modern dengan Gorilla Glass dan Ceramic Shield saat ini disebut sangat tangguh. Ponsel-ponsel itu dapat menghadapi benturan kecil tanpa banyak masalah, dan hanya mineral yang sangat keras seperti kuarsa yang bisa menggoresnya. Kunci atau uang logam di saku justru terlalu lunak untuk menyebabkan goresan seperti itu.
Memang, menambahkan casing tetap meningkatkan perlindungan. Namun bagi kebanyakan orang yang tidak bekerja di lokasi konstruksi, misalnya, manfaat tambahannya dinilai sangat kecil sehingga layak dipertanyakan apakah bodi yang makin tebal dan rasa kurang praktis itu sepadan dengan peningkatan daya tahan yang hanya sedikit.
Ketahanan air dan debu menghapus alasan lama memakai perlindungan tebal
Untuk orang yang bekerja di lokasi konstruksi atau tempat lain yang membuat ponsel sering terkena kotoran dan kelembapan, flagship modern sudah membawa perlindungan yang cukup langsung dari pabrik. Jika dulu casing rugged khusus yang menjaga air dan debu tetap di luar terasa layak dipakai, sekarang ponsel polos tanpa casing pun sudah tahan terhadap risiko semacam itu.
Artinya, jika ponsel terjatuh ke lumpur, Anda cukup membilasnya dengan air bersih. Menurut penulis, ini menghilangkan satu lagi alasan besar mengapa orang dulu merasa perlu memakai casing tebal.
Casing bisa membuat ponsel yang sudah besar jadi lebih tidak nyaman
Dulu layar smartphone 3,5 inci seperti pada iPhone original adalah hal yang normal. Lalu Samsung Galaxy Note hadir dengan layar 5,3 inci, dan banyak orang menertawakannya dengan sebutan “phablet.” Sekarang, versi “kecil” dari ponsel pun ukurannya sudah lebih dari 6 inci, sementara versi yang lebih besar berada di kisaran 7 inci.
Karena ukuran ponsel sekarang sudah sangat besar, penggunaan satu tangan saja sudah terasa sulit. Menambahkan casing justru memperburuk masalah itu, bukan memperbaikinya. Penulis mengatakan S25 Ultra miliknya terasa jauh lebih ramping dan tidak terlalu bulky saat dipakai tanpa casing, bahkan dibanding ketika memakai casing silikon yang disebut “tipis” sekalipun.
Asuransi, pelindung layar, dan aksesori yang bisa diganti bisa jadi kompromi lebih baik
Menurut penulis, masa ketika orang langsung memasang casing pada hari membeli ponsel lalu membiarkannya tetap terpasang sampai ganti perangkat berikutnya kini sudah berakhir. Casing bukan sepenuhnya tidak berguna, tetapi sekarang cukup opsional sehingga kemungkinan besar bisa dilepas, kecuali saat pergi hiking, ke konser yang padat, atau ke tempat lain dengan risiko kerusakan ponsel lebih tinggi dari biasanya.
Jika benar-benar khawatir, pelindung layar saja sudah cukup, meski kaca pelindung layar itu sendiri disebut kurang tahan lama dibanding kaca bawaan layar ponsel.
Selain itu, asuransi untuk layar retak atau kerusakan serius lain pada ponsel kini disebut murah dan mudah didapat. Perlindungan seperti itu bisa dibeli saat membeli ponsel, atau dalam beberapa kasus digabungkan ke paket asuransi yang sudah dimiliki. Jika ponsel Anda diasuransikan terhadap kehilangan dan pencurian—yang menurut penulis memang sebaiknya dilakukan bila itu flagship seharga 1.000 dolar AS atau lebih—maka sekalian saja diasuransikan terhadap kerusakan tak sengaja. Bagaimanapun, memakai casing tidak menjamin ponsel tidak akan hancur, tetapi asuransi akan memperbaiki atau mengganti ponsel Anda baik memakai casing maupun tidak.
Di akhir, penulis menjelaskan mengapa ia tetap memakai casing untuk S25 Ultra miliknya, meski menilai casing tidak lagi wajib. Alasan pertama, ia memiliki dudukan pengisian daya magnetik dan perlu menambahkan magnet ke bagian belakang ponsel karena perangkat itu tidak memilikinya. Alasan kedua, tonjolan kamera pada ponsel-ponsel seperti ini dinilainya berlebihan dan ia tidak suka efek goyang saat ponsel diletakkan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa ia bisa melepas casing itu hari ini juga tanpa rasa khawatir, begitu kegunaannya benar-benar selesai.
Intinya, menurut artikel ini, casing HP untuk ponsel flagship modern bukan lagi kebutuhan otomatis seperti dulu. Dengan material yang lebih kuat, perlindungan bawaan yang lebih baik, dan opsi asuransi yang mudah, keputusan memakainya kini lebih bergantung pada situasi dan preferensi pribadi.
Poin penting
- casing HP kini opsional
- Gorilla Glass dan Ceramic Shield
- tahan air dan debu bawaan
- ponsel besar makin bulky
- asuransi lebih berguna
- S25 Ultra dipasangi casing sementara
Sumber: https://www.howtogeek.com/phone-cases-are-deadheres-why-todays-flagships-dont-need-them-anymore/