
Ringkas: Baterai silicon-carbon di OnePlus 15 membuat sisa 30% daya terasa jauh lebih aman untuk dibawa keluar rumah. Kapasitas 7.300 mAh, mode hemat daya, dan pengisian cepat 120W menjadi alasannya.
Melihat baterai ponsel tersisa 30% dulu sering berarti perangkat sudah terasa hampir mati. Bagi banyak orang dengan ponsel yang relatif baru, kondisi itu masih nyata. Namun setelah beralih ke ponsel Android dengan baterai silicon-carbon, penulis artikel sumber mengaku bisa keluar rumah dengan sisa sekitar sepertiga baterai tanpa rasa cemas.
Baterai silicon-carbon Android mengubah arti 30%
Baterai silicon-carbon pada dasarnya masih relatif mirip dengan baterai lithium-ion tradisional dari sisi konstruksi dan cara kerja. Bedanya, baterai ini menambahkan persentase kecil silikon pada anode. Karena silikon dapat menampung kira-kira 10 kali lebih banyak ion lithium dibanding grafit, kapasitas baterai bisa naik signifikan tanpa memperbesar ukuran fisik baterai.
OnePlus 15 yang digunakan penulis memakai jenis baterai baru ini. Ponsel tersebut menggunakan kandungan silikon yang terbilang tinggi, yaitu 15% pada anode, sehingga kapasitas baterainya mencapai 7.300 mAh.
Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy S26 Ultra terbaru hanya memiliki baterai 5.000 mAh, sementara Galaxy S26 yang lebih kecil mendapatkan 4.300 mAh. Dengan perhitungan kasar, baterai OnePlus 15 berarti 46% lebih besar daripada baterai di S26 Ultra dan 70% lebih besar daripada Galaxy S26 reguler.
Kapasitas besar inilah yang mengubah cara penulis memandang persentase baterai. Saat OnePlus 15 turun ke 30%, ponsel itu masih menyisakan kapasitas 2.190 mAh, kira-kira setengah dari kapasitas Galaxy S26 reguler.
Jika seseorang keluar selama beberapa jam dengan Samsung Galaxy S26 baru pada daya 50%, kemungkinan besar ia tidak akan langsung terpikir untuk mengisi daya. Situasi yang sama dirasakan penulis, hanya saja ia merasa aman keluar dengan ponsel di 30% atau bahkan lebih rendah.
Penulis menyebut masih bisa mendapatkan sekitar 3 jam screen-on time pada persentase tersebut, bahkan ketika ponsel dipakai untuk tugas yang lebih berat seperti navigasi, musik, dan Android Auto. Ia membandingkan hal ini dengan ponsel lamanya, ketika sisa 30% sudah membuatnya mencari charger.
Mode hemat daya membuat 30% terakhir bertahan lebih lama
Selain perangkat keras, fitur perangkat lunak juga membuat baterai ponsel Android bertahan lebih lama dari sebelumnya. OnePlus dikenal agresif mematikan proses latar belakang yang tidak diperlukan, dan itu membantu daya tahan baterai secara signifikan. Namun mengaktifkan Power Saving Mode membawa penghematan itu lebih jauh.
Ketika hendak keluar cukup lama dan berencana banyak memakai ponsel, penulis cukup menggeser layar ke bawah dan mengaktifkan Power Saving Mode langsung dari Quick Settings. Mode ini melakukan beberapa hal: menurunkan kecerahan maksimum, memperlambat prosesor, menurunkan refresh rate, dan lainnya, sehingga sisa 30% baterai bisa diperpanjang cukup jauh.
Aplikasi yang paling sering digunakan penulis tetap berjalan dan melakukan sinkronisasi di latar belakang dengan baik. Selain refresh rate yang lebih rendah, ia nyaris tidak merasakan perbedaan saat memakai ponsel seperti biasa.
Menurut penulis, ini menunjukkan kemampuan prosesor Snapdragon 8 Elite Gen 5. Performanya dianggap sangat berlebih untuk aplikasi yang biasa ia gunakan, sehingga sulit baginya membedakan saat ponsel berjalan dalam Power Saving Mode.
Pengisian cepat 120W menghapus kecemasan baterai
Meski sisa 30% masih berarti ada cukup daya untuk keluar rumah, angka itu tidak selalu cukup jika penulis pergi selama 10 jam atau lebih tanpa kompromi dan tanpa menyesuaikan kebiasaan penggunaan.
Untungnya, ponsel tersebut datang dengan charger cepat 120W. Jika baterai berada di 30% atau lebih rendah, sesi pengisian yang sangat singkat selama 10 menit saja disebut cukup untuk hampir menggandakan persentase baterai.
Pengisian cepat telah sepenuhnya mengubah cara penulis memakai ponsel. Kebiasaan mengisi daya semalaman agar ponsel siap pada pagi hari tidak lagi relevan baginya. Ia cukup mencolokkan ponsel ke stopkontak, sarapan, bersiap-siap, dan ketika selesai, baterai ponsel sudah mendekati titik 80% yang selalu ia incar saat mengisi daya untuk menjaga kondisi baterai tetap baik.
Selain charger dinding supercepat, salah satu pembelian terbaiknya belakangan ini adalah charger mobil cepat Anker 167.5W. Walau ponselnya hanya dapat menarik daya hingga 55W melalui USB-C PD, angka watt puncak tidak terlalu penting untuk mengisi ulang. Kombinasi itu disebut benar-benar menghilangkan kecemasan baterai.
Ponsel pertama yang tidak pernah kehabisan baterai
Baterai silicon-carbon sepenuhnya mengubah cara penulis memandang ponselnya. Bahkan ketika daya tersisa tidak banyak, ia merasa aman untuk keluar rumah. Ia juga masih bisa mengisi daya perangkat orang lain melalui reverse wireless charging jika ponsel mereka benar-benar mati, sambil tetap yakin masih punya kapasitas yang cukup untuk menelepon atau mengirim pesan.
Jika baterainya suatu saat turun ke level yang berbahaya, pengisian cepat menjadi penyelamat. Beberapa menit di adaptor dinding atau charger mobil cukup untuk menambah beberapa jam masa pakai baterai. Dengan baterai besar dan pengisian daya yang sangat cepat, penulis menyebut dirinya sudah berhenti khawatir ponselnya mati.
Poin penting
- Baterai silicon-carbon Android
- OnePlus 15 7.300 mAh
- 30% setara 2.190 mAh
- Power Saving Mode
- Charger cepat 120W
- USB-C PD hingga 55W
FAQ
Apa itu baterai silicon-carbon?
Baterai silicon-carbon mirip baterai lithium-ion tradisional, tetapi menambahkan silikon pada anode. Silikon dapat menampung kira-kira 10 kali lebih banyak ion lithium dibanding grafit, sehingga kapasitas bisa naik tanpa memperbesar ukuran fisik baterai.
Berapa kapasitas baterai OnePlus 15 dalam artikel ini?
OnePlus 15 dalam artikel sumber memiliki baterai 7.300 mAh dengan kandungan silikon 15% pada anode.
Berapa daya pengisian cepat yang disebutkan?
Ponsel tersebut disertai charger cepat 120W. Penulis juga memakai charger mobil Anker 167.5W, sementara ponselnya dapat menarik hingga 55W lewat USB-C PD.
Sumber: How-To Geek Android