
Ringkas: Power bank hingga 100Wh umumnya boleh dibawa ke pesawat, sementara kapasitas 101Wh hingga 160Wh memerlukan persetujuan maskapai. Baterai di atas 160Wh tidak boleh diterbangkan.
Jika Anda akan terbang dan ingin ponsel tetap terisi daya selama perjalanan, power bank portabel dapat menjadi solusi tanpa perlu mencari stopkontak. Namun, ada batas kapasitas power bank yang boleh dibawa ke pesawat, dan beberapa di antaranya membutuhkan izin maskapai sebelum dapat dibawa ke kabin.
Power bank di bawah 100Wh boleh dibawa ke pesawat
Semua power bank dengan kapasitas di bawah 100Wh diperbolehkan di semua pesawat. Jika baterai Anda tidak mencantumkan satuan watt-hour (Wh), periksa rating mAh atau milliampere-hour-nya.
Untuk baterai lithium-ion standar, Anda dapat membawa power bank hingga 27.000mAh ke pesawat. Sebagian besar baterai lithium-ion memiliki tegangan nominal 3,7V, sehingga baterai 27.000mAh berada di angka 99,9Wh, tepat di bawah ambang batas 100Wh.
Pada praktiknya, sebagian besar baterai portabel yang dijual memiliki kapasitas di bawah 27.000mAh karena ukuran yang lebih besar mulai kurang benar-benar portabel. Baterai berkapasitas besar memang tersedia, tetapi power bank yang dapat dimasukkan ke saku biasanya berada pada kisaran 10.000mAh hingga 20.000mAh.
Contoh power bank 25.000mAh
Anker 25K Power Bank (165W, Built-In and Retractable Cables) memiliki kapasitas 25.000mAh dan daya keluaran maksimum 165W. Perangkat ini dapat mengisi daya ponsel pintar, tablet, atau perangkat lain yang mendukung USB, dengan hingga empat perangkat terhubung sekaligus melalui dua kabel USB-C, satu port USB-A, dan satu port USB-C.
- Warna: perak atau space gray
- Kabel bawaan: dua kabel terpasang
- Port pengisian: dua port tersedia
- Berat: 21 oz atau 595 g
- Dimensi: 6,18 x 2,12 x 1,93 inci atau 156,97 x 53,85 x 49,02 mm
Power bank 101Wh hingga 160Wh perlu persetujuan maskapai
Baterai dengan kapasitas 101Wh hingga 160Wh, atau sekitar 30.000mAh hingga 43.000mAh, biasanya memerlukan izin dari maskapai yang Anda gunakan sebelum boleh dibawa ke pesawat.
Baterai ini jelas lebih besar dan biasanya lebih khusus penggunaannya. Umumnya, baterai berukuran besar dipakai untuk perlengkapan fotografi, videografi, atau produk lain yang membutuhkan daya lebih tinggi. Meski begitu, terdapat pula baterai portabel kelas konsumen yang mulai masuk ke rentang ini.
Biasanya maskapai akan menyetujui permintaan membawa baterai tersebut dalam penerbangan, tetapi maskapai juga berhak menolaknya. Jika disetujui, aturan FAA hanya mengizinkan maksimal dua baterai berukuran ini untuk setiap penumpang.
Sebelum bepergian dengan baterai portabel berkapasitas besar, hubungi maskapai terlebih dahulu untuk meminta izin dan jangan membawa terlalu banyak unit.
Power station di atas 160Wh tidak boleh diterbangkan
Setelah kapasitasnya melebihi 160Wh, baterai tidak boleh dibawa ke pesawat sama sekali. Aturan ini berasal dari FAA dan dapat berubah sewaktu-waktu; sebelumnya, baterai di atas 100Wh juga tidak diizinkan dalam penerbangan.
Baterai di atas 160Wh pada dasarnya mulai masuk kategori power station, bukan lagi power bank, sehingga lebih sulit untuk dibawa bepergian. Contohnya, terdapat power station berkapasitas 256Wh dan 1.024Wh yang tidak praktis untuk dibawa dalam penerbangan.
Jika ingin mengirim baterai tersebut ke lokasi lain di dalam negeri, pengiriman harus dilakukan melalui penyedia pengiriman darat. USPS tidak mengizinkan baterai lithium-ion diterbangkan dalam paket. Pengiriman baterai memang tidak praktis dan dapat memakan waktu lama, tergantung jarak tujuan, karena harus diangkut melalui jalur darat. Namun, pengiriman merupakan satu-satunya cara legal untuk mengangkut baterai di atas 160Wh jika Anda bepergian dengan pesawat.
Simpan baterai di bagasi kabin, bukan bagasi tercatat
Perjalanan dengan baterai memiliki banyak aturan yang perlu diikuti. FAA dan TSA tidak hanya membatasi ukuran baterai yang boleh dibawa ke pesawat, tetapi juga cara membawanya. Semua baterai lithium-ion harus diangkut dalam bagasi kabin. Baterai isi ulang tidak diperbolehkan berada di bagasi tercatat, yang dapat membuat perjalanan dengan perlengkapan kamera menjadi lebih sulit.
Kesimpulannya, power bank di bawah 100Wh dapat dibawa ke pesawat, kapasitas 101Wh hingga 160Wh memerlukan persetujuan maskapai, dan baterai di atas 160Wh tidak dapat diterbangkan. Pastikan pula semua baterai lithium-ion dibawa dalam bagasi kabin.
Poin penting
- Power bank di bawah 100Wh
- Batas sekitar 27.000mAh
- Izin maskapai untuk 101–160Wh
- Maksimal dua baterai 101–160Wh
- Power station di atas 160Wh
- Baterai lithium-ion di kabin
Sumber: How-To Geek Android