Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-26T16:25:38Z
AIBeritaTech

Audience Choice TechCrunch Founder Summit: Voting Dibuka

Rabu, 26 Agustus 2026

Audience Choice TechCrunch Founder Summit: Voting Dibuka

Ringkas: TechCrunch membuka voting Audience Choice untuk Founder Summit di Boston pada 4 November, dengan 11 finalis memperebutkan 4 slot agenda. Voting ditutup pada 4 September.

TechCrunch kembali membuka kesempatan bagi pembaca untuk menentukan sesi Audience Choice yang akan masuk ke agenda Founder Summit tahun ini di Boston pada 4 November. Dari banyaknya pendaftar, sudah ada 11 finalis yang dipilih untuk memperebutkan empat slot, dan tiap sesi menyoroti wawasan praktis dari para pendiri dan operator yang sudah membangun, menguji, lalu berhasil.

11 sesi Audience Choice TechCrunch Founder Summit

Voting dilakukan melalui formulir yang disediakan TechCrunch. Berikut daftar nominasi Disrupt Audience Choice beserta topik yang mereka ajukan:

  • How to Build Events Strategy Before You Can Afford a Full-Time Events Team — Alexandra Ames, Founder and Chief Event Strategist, Blueprint Lab. Sesi ini membahas cara pendiri tahap awal bersikap strategis soal acara, termasuk saat sumber daya terbatas, bagaimana memaksimalkan ROI dari acara founder seperti ini, dan kerangka kerja untuk memprioritaskan investasi acara yang sesuai tahap perusahaan.
  • How to Build a “Made in the USA” Hardware Company and Actually Scale It — Hannan Happi, CEO and Co-Founder, Exowatt. Sesi ini mengulas bagaimana founder bisa merancang perusahaan hardware agar produksi “Made in the USA” tetap ekonomis sejak awal, dengan fokus pada strategi supply chain, struktur biaya, kemitraan pabrik, serta pengaruh kebijakan seperti IRA dan CHIPS Act.
  • Build Something We Don’t Have a Word for Yet — Andy Tang, Partner, Draper Associates. Sesi ini membahas mengapa pitch yang benar-benar mengubah industri sering kali tidak cocok dengan kategori yang sudah ada, apa artinya bagi cara membangun dan memosisikan startup, serta bagaimana investor yang terbiasa dengan pola menilai ide yang benar-benar baru.
  • GraphRAG in Action: Stop Hallucinations with Knowledge Graphs — Shishir Tewar, Head of Enterprise Data Engineering, Procore Technologies. Sesi ini membahas cara membangun pipeline GraphRAG yang siap produksi untuk mengubah data berantakan menjadi insight yang bisa ditindaklanjuti, termasuk menyatukan dataset menjadi “golden records”, mengubah record datar menjadi knowledge graph Neo4j, dan memakai LLM lokal yang aman (Ollama) untuk menerjemahkan bahasa alami menjadi query Cypher yang tervalidasi.
  • The Enterprise AI Playbook: How to Close L’Oreal and Vodafone Before You Raise a Series A — Merve Kitapci, Managing Partner and CGO, ADIN.AI. Roundtable ini membahas cara menutup akun enterprise global pada tahap pra-Series A, mulai dari struktur percakapan pertama dengan CMO Fortune 500, peran kemitraan agensi dalam mempercepat penjualan enterprise, penetapan harga tanpa reputasi merek, hingga arti zero organic churn untuk cerita fundraising.
  • Lessons from 20 Years of Bootstrapping an Open Source Business to $50M+ — Peter Farkas, CEO, Percona. Sesi ini membagikan pelajaran selama dua dekade membangun bisnis open source komersial dari nol hingga skala global, termasuk product-market fit, monetisasi open source sambil menjaga inti tetap gratis, membangun tim terdistribusi sebelum kerja remote menjadi arus utama, dan menciptakan mesin go-to-market berulang tanpa pendanaan luar.
  • Small but Mighty: How AI Lets Lean Teams Outship the Giants — Linden Tibbets, CEO and Co-Founder, IFTTT. Roundtable ini mengangkat pengalaman tim lima orang yang kini bisa mengalahkan perusahaan dengan 500 engineer, termasuk alat AI yang benar-benar berguna, alur kerja yang membangun efisiensi alih-alih membengkak, cara mengaudit stack untuk menemukan celah kecepatan, serta pemanfaatan ukuran tim kecil sebagai keunggulan.
  • The Demo Trap: Why Impressive AI Doesn’t Always Build Real Companies — Jeff Mahler, Co-Founder and CTO, Ambi Robotics. Sesi ini menyoroti kesenjangan antara performa prototipe dan penerapan di dunia nyata, mengapa banyak startup AI menjanjikan tetapi mandek sebelum skala, serta cara menilai kesiapan sistem AI untuk produksi lewat metrik operasional dan keandalan.
  • From CentOS to Rocky Linux: Building Movements That Outlast You — Gregory Kurtzer, CEO and Founder, CIQ. Gregory Kurtzer, yang ikut menciptakan CentOS lalu mendirikan CIQ dan meluncurkan Rocky Linux setelah Red Hat menghentikan CentOS, membagikan pelajaran dari membangun gerakan open source dan startup dari nol, termasuk pentingnya menyingkirkan ego, beralih dari generalis serbabisa di awal ke spesialis saat skala bertambah, dan kesalahan saat meremehkan budaya serta nilai inti.
  • The Healthcare AI Companies That Will Actually Matter — Vikram Chaudhery, PhD, CEO and Founder, Genoa Ventures. Roundtable ini membahas perusahaan AI kesehatan yang benar-benar akan penting pada 2026, perbedaan antara demo yang tampak hebat dan solusi yang mengubah keputusan klinis dalam alur kerja nyata, serta kapan agentic systems menciptakan nilai di luar copilot.
  • How Technical AI Founders Get Into YC, a16z Speedrun, and Raise from Top-Tier VCs — George Bandarian, Founder and General Partner, Untapped Ventures. Sesi ini membahas apa yang dicari YC, a16z speedrun, dan VC papan atas di luar deck, termasuk founder-market fit, kebutuhan akan rekan bisnis lebih cepat dari yang diperkirakan, cara memosisikan perusahaan autonomous economy untuk lead investor, dan seperti apa proses pendanaan sebelum traction.

Voting TechCrunch Founder Summit ditutup 4 September

TechCrunch menyebut voting dibuka lewat tautan formulir yang disediakan dan akan ditutup pada 4 September. Jika sudah ikut voting tetapi belum membeli tiket Founder Summit tahun ini, TechCrunch juga masih menawarkan diskon yang bisa menghemat hingga US$100.

Founder Summit akan berlangsung di Boston pada 4 November, dan para peserta akan mendapat kesempatan belajar langsung dari para ahli dalam sesi yang intim dan eksklusif. TechCrunch menyebut sesi-sesi ini dirancang untuk membantu peserta unggul dalam persaingan atau berperan penting dalam membentuk generasi inovator berikutnya.

Poin penting

  • Audience Choice TechCrunch
  • Founder Summit Boston
  • 11 finalis, 4 slot agenda
  • Voting ditutup 4 September
  • Diskon tiket hingga US$100
  • Sesi praktis untuk founder

Secara keseluruhan, TechCrunch memberi audiens peran langsung dalam menentukan empat sesi yang akan masuk ke agenda Founder Summit di Boston pada 4 November, dari topik events strategy hingga AI, open source, hardware, dan enterprise sales.

Sumber: TechCrunch — https://techcrunch.com/2026/08/25/your-vote-matters-decide-which-audience-choice-sessions-will-make-it-to-techcrunch-founder-summit/

Lihat juga