Jumat, 28 Agustus 2026, Agustus 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-28T11:15:38Z
AIBeritaGoogleTech

AI Stage TechCrunch Disrupt 2026 Hadirkan Anthropic dan OpenAI

Jumat, 28 Agustus 2026

AI Stage TechCrunch Disrupt 2026 Hadirkan Anthropic dan OpenAI

Ringkas: AI Stage di TechCrunch Disrupt 2026 akan menghadirkan Anthropic, OpenAI, Databricks, Okta, AWS, dan lainnya untuk membahas model bisnis AI, keamanan, serta GTM berbasis AI.

TechCrunch Disrupt 2026 kembali menghadirkan AI Stage, dipersembahkan oleh Google for Startups, untuk membahas salah satu topik terpanas di komunitas startup dalam beberapa tahun terakhir. Acara yang berlangsung pada 13–15 Oktober di Moscone Center, San Francisco ini akan mengupas bagaimana AI mengubah cara startup membangun, menjual, mengamankan data dan pelanggan, serta melakukan scale lebih cepat dari sebelumnya.

AI Stage di TechCrunch Disrupt 2026

Tahun ini, AI Stage akan menyoroti model bisnis yang sedang ditulis ulang oleh AI, banyaknya celah keamanan yang belum terpecahkan, dan kategori pekerjaan baru yang sepenuhnya lahir karena AI. Para pemimpin dari seluruh industri AI akan membahas pertanyaan nyata yang sedang dihadapi para founder saat ini.

Topik yang akan dibahas mencakup cara menetapkan harga produk AI ketika model mulai menjadi komoditas, alasan keamanan agent harus dibangun ulang dari level infrastruktur, dan arti sebenarnya dari memiliki rencana go-to-market di dunia yang AI-native.

TechCrunch juga menyebut jendela harga tiket saat ini hampir berakhir, sehingga kesempatan menghemat hingga $200 akan segera ditutup.

Sesi utama: Anthropic, OpenAI, dan keamanan AI enterprise

Apa yang dilihat Anthropic saat Claude benar-benar dipakai enterprise

Dalam sesi “What Anthropic Sees When Enterprises Actually Deploy Claude”, Cat de Jong, Head of Applied AI di Anthropic, akan membahas seperti apa implementasi AI enterprise setelah tahap deployment. Menurut deskripsi sesi, banyak percakapan AI enterprise biasanya terjadi sebelum deployment, tetapi sesi ini dimulai setelahnya.

Cat de Jong bekerja langsung dengan perusahaan yang menggunakan Claude di alur kerja paling kritis mereka, dan melihat pola-pola yang tidak pernah muncul dalam siaran pers. Sesi ini akan membahas deployment yang langsung berhasil, deployment yang mandek, serta perbedaan antara organisasi yang benar-benar mendapatkan nilai dengan yang masih berkutat di tahap pilot setelah delapan belas bulan.

Apa arti membangun AI-native bersama OpenAI

Dalam sesi “What Building AI Native Actually Means. Join the Conversation with OpenAI’s Head of Productivity”, Tara Seshan, Head of Productivity di OpenAI, akan menjelaskan bagaimana GTM engineering berkembang sangat cepat dalam dua tahun terakhir. Menurut sesi ini, dua tahun lalu peran tersebut belum ada, tetapi kini menjadi salah satu peran dengan pertumbuhan tercepat di industri, dengan praktisi independen yang membangun bisnis bernilai jutaan dolar.

Sesi ini akan menelusuri bagaimana AI meruntuhkan stack go-to-market tradisional dan menciptakan disiplin baru sebagai penggantinya. Peserta diharapkan pulang dengan pemahaman tentang seperti apa GTM AI-native dalam praktik dan bagaimana hal itu mengubah cara perusahaan bertumbuh.

Keamanan AI enterprise pada 2026

Dalam sesi “The Enterprise Isn’t Broken. Your Assumptions About It Are.”, Arsalan Tavakoli, Co-founder dan SVP of Field Engineering di Databricks, akan membahas bagaimana AI kini membuat keputusan otonom di dalam sistem enterprise paling sensitif di dunia, dengan kecepatan yang tidak dirancang untuk ditangani oleh kerangka keamanan tradisional.

Sesi ini akan menguraikan kebutuhan nyata keamanan AI enterprise pada 2026, mulai dari observability dan governance hingga arsitektur yang membedakan deployment yang dapat dipercaya enterprise dengan yang terlalu berisiko untuk disentuh.

Topik serupa juga akan dibahas dalam sesi “Securing the AI Enterprise: Why the Cloud Just Got a Lot More Complicated” bersama Chet Kapoor, VP, Security Services & Observability, AWS, Katie Moussouris dari Luta Security, dan Wendy Nather dari 1Password. Fokusnya adalah pandangan level infrastruktur tentang apa yang dibutuhkan keamanan AI enterprise pada 2026, termasuk observability, governance, dan prinsip arsitektur yang membedakan deployment tepercaya dari yang tidak layak diambil risikonya.

Agentic AI, visual AI, dan perubahan model bisnis

Masalah keamanan agentic AI

Dalam sesi “The Agent Security Problem Nobody Is Talking About”, Ric Smith, President of Product & Technology di Okta, akan membahas bahwa agentic AI memang kuat, tetapi sejak awal tidak dibangun agar aman. Enterprise yang ingin memanfaatkannya kini belajar membangun ulang elemen dasar keamanan siber dari nol.

Sesi ini digambarkan sebagai percakapan teknis yang lugas tentang kebutuhan keamanan agent di level infrastruktur, alasan model izin di level aplikasi pada dasarnya cacat, dan keputusan arsitektur yang paling penting saat menerapkan agentic AI.

Persaingan video intelligence

Sesi “The Video Intelligence Race: Real-Time, Reasoning, and What Comes Next” akan menghadirkan Dean Leitersdorf, Co-founder dan CEO Decart, serta Amit Jain, Co-founder dan CEO Luma AI. Fokusnya adalah bagaimana visual AI telah bergerak melewati demo yang sekadar menarik perhatian menuju inferensi real-time dan penalaran fisik, serta apa yang terjadi ketika generasi konten mulai menyeberang ke kecerdasan yang sesungguhnya.

AI menulis ulang SaaS dan melahirkan peran kerja baru

Dalam sesi “Rewriting SaaS: Why AI Breaks the Old Business Model”, para pembicara akan membahas apakah pakem SaaS lama sudah mati atau hanya sedang berevolusi. Sesi ini menghadirkan Arvind Jain, Founder & CEO, Glean; Barr Moses, Co-founder & CEO, Monte Carlo; Cathy Gao, Partner di Sapphire Ventures; dan Aaron Jacobson, Partner, NEA.

Pembahasannya akan mencakup cara menetapkan harga produk AI secara berkelanjutan, cara membangun moat yang defensif ketika model makin menjadi komoditas, dan bagaimana membuat SaaS tetap berjalan di era AI.

Sementara itu, sesi “The GTM Engineer: How AI Created Tech’s Next Big Job Category” bersama Kareem Amin, Co-founder dan CEO, Clay, akan membahas bagaimana GTM engineering yang belum ada dua tahun lalu kini menjadi salah satu peran dengan pertumbuhan tercepat di dunia teknologi, dengan praktisi independen yang membangun bisnis jutaan dolar. Sesi ini berfokus pada seperti apa GTM AI-native dalam praktik dan bagaimana ia membentuk ulang pertumbuhan.

Mengapa AI Stage jadi sorotan di Disrupt 2026

TechCrunch menekankan bahwa AI Stage ditujukan bagi para pembangun yang sedang memikirkan ulang model harga, menutup celah keamanan dalam stack AI mereka, atau menyusun playbook go-to-market yang belum pernah ada sebelumnya. Di sinilah orang-orang yang membentuk gelombang berikutnya membahas detail yang spesifik.

Selain AI Stage, peserta juga akan hadir bersama lebih dari 10.000 pemimpin startup, teknologi, dan VC, dengan akses ke seluruh panggung lain, Startup Battlefield, berbagai peluang networking, dan area pameran.

TechCrunch juga menyoroti beberapa ajakan lain terkait acara ini, termasuk mempelajari lebih lanjut tentang Disrupt 2026, melihat headline speakers Disrupt, mengetahui semua hal yang perlu diketahui founder tentang Disrupt, dan mendapatkan penawaran hotel terbaik menjelang acara.

Poin penting

  • AI Stage Disrupt 2026
  • Anthropic bahas deployment Claude
  • OpenAI soroti GTM AI-native
  • Keamanan AI enterprise 2026
  • Agentic AI dan celah keamanan
  • AI ubah model bisnis SaaS

Secara keseluruhan, AI Stage di TechCrunch Disrupt 2026 akan memusatkan pembahasan pada pertanyaan bisnis dan teknis yang paling mendesak di industri AI saat ini, dari deployment enterprise dan keamanan hingga pricing, GTM, dan perubahan model SaaS.

Sumber: https://techcrunch.com/2026/08/27/anthropic-and-openai-are-joining-the-ai-stage-at-techcrunch-disrupt-2026/

Lihat juga