
Ringkas: Windows 11 masih membatasi beberapa hal yang sebenarnya wajar dilakukan pengguna, mulai dari melihat ukuran folder langsung di File Explorer hingga dukungan path panjang yang belum konsisten.
Windows sudah banyak berkembang, tetapi Windows 11 masih belum mengizinkan beberapa hal yang terasa sepenuhnya normal dalam pemakaian sehari-hari. Keterbatasan ini mungkin tidak selalu terasa sebagai masalah besar, namun begitu Anda menyadari langkah tambahan yang dipaksakan, sulit untuk tidak bertanya-tanya mengapa hal seperti ini masih ada.
Windows 11 belum menampilkan ukuran folder langsung di File Explorer
Setiap file punya ukuran. Folder tidak.
Coba buka File Explorer dalam tampilan Details. Buat beberapa folder dan isi dengan file yang berbeda-beda. Lalu tambahkan juga file lain dalam direktori yang sama. Setiap file di direktori itu akan menampilkan ukuran, tetapi baris untuk folder akan kosong.
Sekilas ini mungkin tampak sepele. Namun ketika SSD Anda hampir penuh dan Anda perlu menemukan folder yang paling banyak memakan ruang, hal sederhana seperti ini menjadi jauh lebih penting. Pengguna biasa seharusnya bisa memindai daftar dan langsung melihat ukuran folder maupun file, tetapi itu tidak terjadi di Windows 11. File Explorer tidak menyediakan kolom Size yang menjumlahkan isi folder. Jadi jika tujuannya mengurutkan berdasarkan ukuran, fitur itu hanya benar-benar bekerja untuk file.
Kalau Anda ingin mengetahui angkanya, Anda dipaksa melewati beberapa langkah: klik kanan, pilih Properties, lalu menunggu Windows menghitung totalnya. Itu adalah sesuatu yang semestinya lebih mudah ditampilkan oleh pengelola file. Keharusan menjalani langkah ekstra tersebut adalah hambatan yang tidak perlu. Jadi ya, Windows bisa menghitung berapa banyak ruang yang dipakai sebuah folder. Angka itu hanya tidak ditampilkan langsung dalam tampilan Details.
Masih terkait batasan pertama ini, ada versi kecil dari masalah yang sama. File Explorer menampilkan ukuran dalam bentuk pembulatan ke KB atau MB. Karena jumlah byte yang tepat tidak ditampilkan, Anda hanya melihat nilai yang sudah dibulatkan di daftar, dan harus keluar dari tampilan daftar atau Details untuk melihat hitungan byte secara persis.
Windows 11 masih menolak nama file dan folder yang sebenarnya valid
Kata yang dicadangkan, titik yang dihapus, dan karakter yang tidak pernah lolos.
Buat folder baru, lalu ubah namanya menjadi Report. dan simpan. Tanpa peringatan atau pemberitahuan apa pun, nama folder itu akan disimpan sebagai Report. Jika Anda memberi nama folder dengan spasi di akhir, Windows akan diam-diam menghapus spasi tersebut. Dan bukan cuma itu. Jika Anda mencoba membuat folder bernama CON atau NUL, File Explorer akan memblokirnya dan menampilkan pop-up:
"The specified device name is invalid."
Tiga aturan terpisah menyebabkan perilaku Windows seperti ini:
- Nama yang dicadangkan: CON, NUL, PRN, AUX, COM1–COM9, LPT1–LPT9 — ditolak
- Karakter yang dicadangkan: \ / : * ? " | — tidak bisa dipakai dalam nama
- Spasi ASCII atau titik di akhir — dihapus saat disimpan
Masalahnya bukan pada sistem file itu sendiri. Menurut dokumentasi Microsoft, NTFS dapat menyimpan nama yang berakhir dengan spasi atau titik. Pembatasan ini sebagian besar berada di shell Windows dan konvensi penamaan Win32 yang dipakai aplikasi sehari-hari. Beberapa aturan diterapkan oleh jendela Save As Windows, serta dialog penggantian nama, yang memperlakukan nama yang tampak biasa tadi sebagai tidak valid atau belum lengkap. Setelah puluhan tahun pun, antarmuka standar pengelolaan file di Windows masih belum menerima nama yang sebenarnya terlihat normal itu.
Dukungan path panjang di Windows 11 masih belum konsisten
Dukungan long path butuh dua izin sekaligus.
Coba susun folder seperti Anda biasanya mengatur pekerjaan. Kali ini, buat beberapa folder bertingkat seperti direktori proyek sungguhan: Client → 2026 → Website Redesign → Assets → Approved → Final → High Resolution. Pada titik tertentu, path lengkapnya akan melewati batas lama 260 karakter, yang dikenal sebagai MAX_PATH.
Windows sebenarnya tidak lagi secara universal membatasi path pada 260 karakter. Bagian ini sering terlewat. Batasan MAX_PATH telah dihapus untuk banyak fungsi file dan direktori Win32 yang umum, asalkan dukungan path panjang diaktifkan dan aplikasinya ikut mendukung. Pertama, setel LongPathsEnabled melalui registry atau Group Policy. Kedua, aplikasi harus menyatakan dirinya long-path aware di manifest-nya.
Namun meski dua syarat itu terpenuhi, bukan berarti setiap bagian Windows, termasuk File Explorer dan semua aplikasi dalam alur kerja Anda, akan mampu menangani path yang lebih panjang. Anda bisa saja memiliki struktur folder bertingkat yang sepenuhnya masuk akal dan berjalan normal, tetapi begitu disentuh utilitas arsip, klien sinkronisasi, alat pengembangan, atau aplikasi berikutnya dalam alur kerja, prosesnya bisa gagal. Anda juga tidak selalu bisa mengetahui lebih dulu aplikasi mana yang akan bermasalah.
Kesenjangan yang sama muncul di tiga tempat berbeda
Ini adalah tiga cara berbeda ketika pembatasan di Windows 11 muncul dalam alur kerja harian. Ketiganya mungkin tampak tidak berkaitan, tetapi semuanya menunjukkan celah yang sama: antarmuka pengguna Windows tidak selalu mencerminkan kemampuan sistem di bawahnya.
Poin penting
- Windows 11 tanpa ukuran folder
- Kolom Size hanya untuk file
- Nama seperti CON dan NUL ditolak
- Titik dan spasi akhir dihapus
- Dukungan long path belum konsisten
Sumber: https://www.makeuseof.com/3-perfectly-reasonable-things-windows-11-still-refuses-to-let-you-do/