
Ringkas: Lenovo Yoga AIO i Aura Edition adalah desktop all-in-one Windows 31,5 inci dengan layar 4K OLED 165Hz yang, setelah dipakai selama dua minggu, membuat penulis lebih sering menggunakannya daripada MacBook Air M5.
Lenovo Yoga AIO i Aura Edition 31,5 inci telah berada di meja penulis selama beberapa minggu, dan tanpa banyak berpikir penulis terus memilihnya ketimbang MacBook Air M5. Bagi pengguna Apple dalam waktu lama, preferensi terhadap PC Windows pada 2026 ini tidak diduga. Namun, profil tipis, dagu bawah bercahaya, serta kehadirannya di meja dengan dudukan yang lebih mirip Studio Display daripada menara PC membuatnya menjadi komputer pertama dalam beberapa tahun yang benar-benar mengundang penulis untuk duduk dan memakainya, seperti daya tarik iMac desain ulang saat pertama kali dilihat langsung.
Lenovo mungkin saja tidak mengejar keajaiban all-in-one yang menjadi andalan Apple lewat iMac panel datarnya. Meski begitu, desain dan nuansa PC ini, termasuk keyboard serta mouse yang disertakan dalam kotak, jelas memiliki sentuhan ala Apple. Ini juga bukan perangkat Lenovo pertama yang memikat penulis tahun ini, setelah Yoga 7a 2-in-1, IdeaPad Slim 3i yang ramah anggaran, dan Yoga 7 Slim Ultra. Yang terakhir berbagi merek Aura Edition serta perangkat lunak Smart Modes dan Smart Share dengan AIO ini. Setelah pemakaian harian selama beberapa minggu, penulis memiliki pandangan tegas mengenai apakah desktop ini dapat menggantikan daya tarik emosional iMac.

Harga dan spesifikasi Lenovo Yoga AIO i Aura Edition
Lenovo mencantumkan Yoga AIO 32IPH11 (Aura Edition) seharga US$2.869,99 untuk konfigurasi yang diulas. Perangkat ini tersedia langsung melalui peritel seperti B&H Photo, meski penulis tidak menemukan opsi pembelian melalui Lenovo.com.
Harga tersebut mencakup Intel Core Ultra X7 358H, RAM LPDDR5X-9600 32GB, penyimpanan NVMe gabungan 2TB dalam dua drive, serta panel OLED 4K 31,5 inci dengan refresh rate 165Hz. Lenovo meminjamkan Yoga AIO 32IPH11 untuk ulasan ini, tetapi perusahaan tidak memberi masukan untuk artikel dan tidak melihatnya sebelum dipublikasikan.
- Prosesor: Intel Core Ultra X7 358H, 16 core (4P+8E+4LP), 16 thread
- Grafis: Intel Arc B390 terintegrasi
- Memori: 32GB LPDDR5X-9600 dual-channel yang disolder
- Penyimpanan: 2x SSD NVMe M.2 2280 PCIe 4.0x4 1TB, total 2TB
- Layar: OLED UHD 31,5 inci 3.840 x 2.160, non-sentuh, 165Hz, puncak 1.000 nit, 99% DCI-P3
- Sistem operasi: Windows 11 Home
- Konektivitas: Wi-Fi 7 (802.11be, 2x2) dan Bluetooth 5.4
- Dimensi dan bobot: 720,68 x 64,1 x 509,13 mm; 8,5 kg
- Daya: catu daya eksternal 330W dengan efisiensi 90%
Desain, layar 4K OLED, dan audio
Yoga AIO i langsung memberi kesan melalui dudukan berbentuk huruf V terbalik seperti penyangga lukisan, yang membuat layar besar tampak melayang. Pada dagu bawahnya terdapat bilah pencahayaan transparan yang menyatu rapi. Seperti iMac modern, PC ini menjadi bahan percakapan di meja. Apple mengandalkan lembar aluminium ultra-tipis berwarna dengan kaki berbentuk L yang minimalis, sementara Lenovo memilih estetika yang lebih hangat dan arsitektural. Hasilnya terlihat menarik dan membuat orang ingin mengetahui perangkat tersebut saat melihatnya.
Bilah lampu ini tidak memakai sakelar fisik dan seluruhnya dapat dikonfigurasi lewat perangkat lunak Lenovo AI Turbo Engine > Lighting Setting. Enam mode operasionalnya adalah:
- Default: warna statis yang bisa disesuaikan dengan ruang kerja
- Sound: berdenyut dan merespons ritme audio yang diputar
- Video: menyinkronkan serta mengubah temperatur warna secara waktu nyata mengikuti konten layar
- Greeting: cahaya ambient penyambutan saat deteksi kehadiran mengenali pengguna duduk
- Notification: peringatan visual untuk email masuk atau kejadian perangkat keras yang terhubung
- Boot Up: rangkaian cahaya ambient sebelum sistem operasi dimuat
Casing berwarna Seashell cocok dengan beragam dekorasi. Walaupun membutuhkan ruang meja yang cukup besar, AIO ini mempertahankan profil yang relatif terkendali. Bobotnya sekitar 18,74 pon atau 8,5 kg, tidak terlalu berat, tetapi dirancang terasa kokoh di tempatnya.
Permata utama perangkat ini ialah panel OLED UHD 31,5 inci dengan refresh rate 165Hz, cakupan warna DCI-P3 99%, dan kecerahan puncak 1.000 nit untuk konten HDR. Layar tersebut juga mengantongi sertifikasi TÜV Low Blue Light, Eyesafe, dan Flicker-free. Layarnya sangat besar, indah, serta menyenangkan digunakan.
Memang laptop seperti MacBook Air tidak sebanding langsung dengan perangkat ini, tetapi penulis tetap membandingkannya. Kesenangan menggunakan layar Lenovo membuat penulis terus kembali menggunakannya, sementara MacBook tetap berada di dalam tas. OLED 4K 32 inci Lenovo memenuhi bidang pandang dengan kontras hitam pekat, kecepatan refresh tinggi, dan saturasi warna cerah yang tidak dapat ditandingi panel laptop standar.
Pengalaman medianya didukung speaker bermerek Harman/Kardon dengan Dolby Atmos, terdiri dari dua woofer 5W dan dua tweeter 3W, serta susunan empat mikrofon 3D. Terdapat pula kamera IR 16MP untuk pembuka kunci wajah Windows Hello dan sakelar elektronik fisik di sisi klaster port untuk mematikan kamera demi privasi.
Dalam beberapa panggilan video, perangkat ini menangkap sedikit gema dari ruangan sekitar, tetapi kualitas gambarnya solid dan tinggi. Sakelar kecil di sisi kanan untuk menonaktifkan kamera juga memberi ketenangan tambahan. Audionya bagus untuk menonton TV, film, dan musik, walaupun penggemar audio tetap memerlukan speaker lebih besar untuk dukungan bass dan treble sepenuhnya. Sistem ini cukup baik, khususnya untuk ruang terbatas seperti kamar asrama atau apartemen kecil.
Port Thunderbolt 4 dan One Cable Link
Sebagai desktop, Lenovo menyediakan banyak port modern. Di panel belakang yang berada pada dudukan, serta di sisi kiri layar, tersedia tiga USB-C—satu Thunderbolt 4 dan dua USB 10Gbps atau USB 3.2 Gen 2—tiga USB-A—dua USB 10Gbps dan satu USB 2.0 atau Hi-Speed—HDMI 2.1 TMDS, jack audio combo 3,5 mm, serta konektor daya khusus.
Thunderbolt 4 menawarkan bandwidth hingga 40Gbps, pengisian daya 100W, dan cara yang baik untuk menghubungkan monitor sekunder beresolusi tinggi. Memiliki lebih dari satu port Thunderbolt tentu akan lebih baik, tetapi keberadaan USB-C dan USB-A tambahan sangat membantu, khususnya bagi pengguna perangkat dengan standar lebih lama. Port USB-A memungkinkan penggunaan flash drive tanpa harus mengandalkan dock.
Fitur One Cable Link Lenovo memungkinkan AIO ini berfungsi sebagai kombinasi dock dan monitor. Laptop PC dapat dihubungkan melalui satu kabel USB-C atau Thunderbolt untuk menjadikan layar OLED 4K 31,5 inci Yoga sebagai monitor ruang kerja utama, sekaligus meneruskan pengisian daya balik ke laptop, audio speaker Harman/Kardon, dan akses penuh ke webcam 16MP. Semua ini berjalan melalui Thunderbolt Share, yang juga memungkinkan laptop dipakai sebagai layar kedua.
Gagasannya menarik, terutama untuk menghubungkan laptop gaming ke layar, mouse, dan keyboard yang lebih besar. Namun dalam praktiknya, fitur ini agak mengecewakan. Bahkan setelah fungsi sleep saat tutup laptop ditutup dinonaktifkan, layar tidak tetap menyala pada Yoga AIO. Artinya, laptop harus dibiarkan terbuka dalam mode mirroring, yang terasa mengganggu.
Performa Lenovo Yoga AIO i dan hasil benchmark
Hasil benchmark menunjukkan workstation yang dapat menangani sebagian besar kebutuhan produktivitas lokal dengan mudah, tanpa berpura-pura menjadi perangkat gaming khusus atau mesin rendering kelas atas.
- Geekbench 7.0.0: CPU single-core 2.387; CPU multi-core 16.827; GPU OpenCL 55.981
- Cinebench 2026.1.3: single-thread 334 poin; multi-core 4.126 poin; rasio MP 12,37x
- CrystalDiskMark SEQ1M Q8T1: baca 6.875,11 MB/s; tulis 5.868,12 MB/s
- CrystalDiskMark SEQ1M Q1T1: baca 3.340,24 MB/s; tulis 4.968,95 MB/s
- CrystalDiskMark RND4K Q32T1: baca 709,01 MB/s; tulis 543,03 MB/s
- CrystalDiskMark RND4K Q1T1: baca 60,40 MB/s; tulis 193,03 MB/s
Performa CPU multi-core, yakni 16.827 di Geekbench 7 dan 4.126 di Cinebench, menjadi keunggulan. Kemampuan ini memberi ruang untuk mengekspor video 4K multitrack, mengompilasi kode, serta menjalankan puluhan tab browser dan utilitas latar belakang secara bersamaan tanpa masalah. Peluncuran aplikasi sehari-hari dan tugas single-thread tetap sangat lancar, didukung kecepatan drive berurutan sekitar 6,8 GB/s untuk baca dan 5,8 GB/s untuk tulis yang membuat transfer file serta pemuatan aset proyek terasa nyaris instan.
Skor OpenCL GPU sebesar 55.981 menunjukkan mesin media yang mampu menangani pengguliran timeline dengan akselerasi perangkat keras, pemrosesan filter foto, dan gaming kasual 1080p. Penulis dapat memainkan Lightyear Frontier pada pengaturan tinggi serta Rust pada pengaturan medium hingga rendah tanpa masalah. Akan tetapi, game yang lebih berat seperti Baldur's Gate 3 sedikit tersendat bahkan pada resolusi rendah. Selebihnya, seluruh sistem terasa cepat dan responsif untuk pekerjaan komputasi harian.
Lenovo Yoga AIO i Aura Edition sesuai bagi pengguna yang menginginkan desktop Windows sekaligus pusat desain, komputer responsif yang menarik perhatian, dan belum memiliki monitor besar. Sebaliknya, perangkat ini tidak cocok bagi yang memerlukan GPU khusus untuk gaming atau rendering serius, memiliki ruang meja terbatas, atau sudah mempunyai monitor besar yang bagus untuk laptop.
Keunggulan utama Yoga AIO i adalah kehadiran desktop khusus yang selalu siap digunakan, sesuatu yang menurut penulis tidak ada pada kombinasi MacBook Air dan monitor ultrawide. Menggunakannya mengubah rutinitas harian: alih-alih membuka MacBook Air di sofa atau memindahkannya di meja dapur, penulis memilih duduk di depan AIO untuk memulai hari kerja. Kanvas OLED 4K 31,5 inci dan dagu bawah bercahaya membuat fokus serta imersi dari pengaturan desktop khusus kembali membuat kegiatan menulis dan pekerjaan harian terasa menyenangkan. Ini bukan mesin untuk orang yang perlu bekerja dari kedai kopi atau pusat konvensi, melainkan bagi mereka yang menginginkan satu pusat perhatian mencolok untuk kantor rumah.
Poin penting
- Lenovo Yoga AIO i 31,5 inci
- Layar 4K OLED 165Hz
- Intel Core Ultra X7 358H
- RAM 32GB dan SSD 2TB
- Thunderbolt 4 dan One Cable Link
- Grafis Intel Arc B390 terintegrasi
Sumber: https://www.makeuseof.com/ive-spent-two-weeks-with-this-lenovo-aio-and-i-dont-want-to-give-it-back/