Minggu, 06 September 2026, September 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-06T18:57:51Z
AndroidBeritaSamsungTech

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

Minggu, 06 September 2026

Ringkas: Galaxy Z Fold 8 tidak mendukung Flex Mode karena engsel barunya, tetapi mekanisme buka cepat dan tent mode membuatnya lebih nyaman digunakan untuk konten.

Galaxy Z Fold 8 kehilangan Flex Mode, fitur yang sebelumnya menjadi cara favorit penulis untuk menonton video di meja. Namun, setelah memakai ponsel ini, penulis menilai engsel baru Galaxy Z Fold 8 justru menjadi fitur favoritnya karena membuat layar lipat 7,6 inci jauh lebih mudah dibuka dan lebih sering digunakan.

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

Engsel Galaxy Z Fold 8 membuat layar utama lebih sering dipakai

Saat pertama kali mendengar rencana Samsung untuk membuat Galaxy Z Fold 8 yang lebar, penulis langsung tahu bahwa perangkat ini akan diinginkannya. Rasio aspek layar penutup 16:10 dan layar utama 4:3 terdengar ideal untuk menikmati konten layar lebar, sekaligus tetap menawarkan bentuk ringkas saat perangkat ditutup.

Sebelum membeli Galaxy Z Fold 8, penulis meninjau spesifikasinya untuk mencari penurunan yang menonjol. Baterai yang sedikit lebih kecil dan sistem kamera belakang ganda tidak menjadi masalah, tetapi ketiadaan Flex Mode pada awalnya mengejutkan.

Flex Mode memungkinkan ponsel lipat diposisikan seperti laptop. Fitur ini menggabungkan perangkat keras yang menahan engsel pada posisi tetap dengan perangkat lunak yang memanfaatkan antarmuka layar terbagi. Penulis telah memakai Flex Mode pada ponsel lipat Samsung sejak Galaxy Z Flip 3, dan menjadikannya cara pilihan untuk menonton video di meja atau meja kerja.

Galaxy Z Fold 8 yang lebar meninggalkan Flex Mode akibat perubahan pada engsel. Penulis sempat khawatir hal tersebut akan merusak ponsel lipat impiannya, tetapi engsel Galaxy Z Fold 8 yang baru justru menjadi hal yang paling disukainya.

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

Engsel pada ponsel lipat Samsung sebelumnya sangat baik dalam menahan posisinya. Galaxy Z Fold 7 dapat dibuka sekitar setengah jalan untuk memakai pengalaman layar terbagi dalam Flex Mode. Engselnya tetap berada di posisi tetap, sementara One UI menambahkan fitur perangkat lunak intuitif yang dirancang untuk mode mirip laptop tersebut.

Misalnya, bagian bawah layar menampilkan kontrol media, sedangkan bagian atas memutar video. Fitur lain mengubah bagian bawah perangkat Galaxy Z Fold atau Galaxy Z Flip menjadi trackpad virtual, sementara bagian atas tetap digunakan untuk One UI. Tahun ini, hanya Galaxy Z Fold 8 Ultra yang masih mendukung Flex Mode.

Pada awalnya, penulis mengira Flex Mode dihilangkan dari Galaxy Z Fold 8 hanya untuk membedakannya dari Galaxy Z Fold 8 Ultra. Hal itu akan terasa mengecewakan bagi pembeli Galaxy Z Fold 8. Namun, fitur tersebut hilang karena Galaxy Z Fold 8 memakai engsel baru yang bekerja berbeda dari engsel pada perangkat Galaxy Fold lama dan Galaxy Z Fold 8 Ultra.

Samsung mengatakan struktur layar berbasis titanium yang baru, mekanisme engsel yang disempurnakan, dan gaya magnet membuat “proses membuka terasa lebih mulus, ringan, dan alami”.

Anda harus mulai membuka ponsel sendiri, tetapi engselnya menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Dalam praktiknya, perubahan itu membuat Galaxy Z Fold 8 jauh lebih mudah dibuka. Saat membukanya, jari dan tangan melakukan seluruh pekerjaan hingga kira-kira tiga perempat bagian dari proses membuka. Pengguna masih melawan resistansi mekanisme engsel. Hal baru terjadi ketika perangkat melewati ambang 75% dan hampir terbuka penuh: engsel langsung mengunci ke tempatnya. Setelah titik itu, mekanisme engsel dan gaya magnet melakukan seluruh pekerjaan.

Penulis menyamakannya dengan setir mobil. Setelah setir diputar untuk berbelok, pegangan dapat dilonggarkan dan setir akan kembali ke posisi tengah dengan sendirinya. Pengemudi menggerakkan setir agar mobil berbelok, tetapi hampir tidak perlu mengerahkan tenaga untuk membuat setir kembali. Proses membuka Galaxy Z Fold 8 terasa serupa.

Kemudahan membuka Galaxy Z Fold 8 membuat penulis ingin menggunakan layar lipat 7,6 incinya lebih sering dibandingkan ponsel lipat lain. Biasanya, membuka layar utama ponsel lipat membutuhkan dua tangan yang bebas dan beberapa detik, sehingga banyak pengguna ponsel lipat lebih banyak memakai layar penutup. Engsel buka cepat Galaxy Z Fold 8 membuat penulis jauh lebih sering menggunakan layar lipat daripada layar penutup, serta membuat harga resminya sebesar US$1.899 terasa sepadan.

Tent mode Galaxy Z Fold 8 tetap berguna tanpa Flex Mode

Antarmuka layar terbagi Flex Mode memang menyenangkan, tetapi hal yang paling disukai penulis adalah kemampuan menopang ponsel lipat Samsung. Penulis tidak suka menonton video dengan ponsel terbaring datar di meja, dan Flex Mode sebelumnya mengatasi masalah tersebut.

Untungnya, Galaxy Z Fold 8 tetap dapat ditegakkan di permukaan datar saat menonton video melalui cara yang umum disebut “tent mode”. Pengguna hanya perlu mengaktifkan layar penutup, membuka engsel sedikit, lalu meletakkan ponsel lipat seperti tenda. Layar penutup tetap berada pada sudut pandang yang ideal, sehingga video dapat ditonton seperti saat menggunakan Flex Mode.

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

Ada beberapa kekurangan tent mode dibandingkan Flex Mode. Pengguna kehilangan seluruh keunggulan perangkat lunak One UI yang hadir bersama Flex Mode, termasuk trackpad virtual dan kontrol media tingkat sistem. Meski begitu, penulis menganggap keharusan mengetuk layar untuk mengatur pemutaran atau menggeser linimasa hanya sebagai ketidaknyamanan kecil.

Penulis tetap memilih Galaxy Z Fold 8 dibanding Galaxy Z Fold 8 Ultra karena layar penutup 16:10 pada model pertama hampir sempurna untuk konten layar lebar. Konten nyaris memenuhi layar penutup tanpa perlu diperbesar.

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

Tent mode pada Galaxy Z Fold 8 juga lebih stabil daripada Flex Mode pada Galaxy Z Fold 7 atau Galaxy Z Fold 8 Ultra. Bentuk ponsel lipat Samsung yang tipis dan ringan, dipadukan dengan tonjolan kamera belakang besar, membuat pencarian posisi Flex Mode yang sempurna lebih sulit daripada sebelumnya. Sebagai seseorang yang tidak suka goresan, penulis tidak menyukai keharusan meletakkan layar penutup di permukaan datar saat memakai Flex Mode. Tent mode pada Galaxy Z Fold 8 dinilai sama menyenangkannya, atau bahkan lebih menyenangkan, daripada Flex Mode pada ponsel lipat Samsung lain.

Galaxy Z Fold 8 Ultra untuk pengguna yang membutuhkan Flex Mode

Samsung tetap mempertahankan Flex Mode pada Galaxy Z Flip 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra. Keputusan ini dinilai baik karena fitur tersebut berguna dan sebagian penggemar ponsel lipat tidak ingin melepaskannya. Flex Mode lebih masuk akal untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra yang dirancang untuk produktivitas dan multitasking, bukan konsumsi konten.

Di sisi lain, bentuk Galaxy Z Fold 8 yang pendek dan lebar paling ideal ketika dibuka. Samsung dinilai membuat pilihan tepat dengan mengubah mekanisme engsel Galaxy Z Fold 8 agar lebih mudah dibuka, meski Flex Mode harus dikorbankan.

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

Penulis telah menguji banyak ponsel lipat dan membeli beberapa di antaranya, tetapi jarang merasa layar lipat sepadan dengan biaya tambahan dan bentuk yang lebih tebal. Layar utama sebelumnya tidak cukup sering digunakan untuk membenarkan seluruh kekurangannya.

Galaxy Z Fold 8 akhirnya mengubah pandangan tersebut. Penulis hampir selalu membukanya, baik untuk mengirim pesan singkat, membaca artikel, maupun menonton acara TV. Engsel buka cepat menjadi alasannya. Layar lipat kini digunakan sepenuhnya, dan hal itu lebih bernilai bagi penulis daripada Flex Mode yang hanya diperlukan sesekali.

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

  • Lebih terjangkau
  • Pengisian daya cepat
  • Spesifikasi flagship

Galaxy Z Fold 8 Tanpa Flex Mode, Engsel Barunya Lebih Baik

  • Multitasking
  • Baterai besar
  • Desain tipis

Kesimpulannya, ketiadaan Flex Mode bukan menjadi masalah bagi penulis pada Galaxy Z Fold 8. Engsel baru yang membantu membuka perangkat hingga penuh, ditambah tent mode yang stabil untuk menonton video, membuat layar utama lebih berguna dalam pemakaian sehari-hari.

Poin penting

  • Galaxy Z Fold 8 tanpa Flex Mode
  • Engsel baru dengan bantuan magnet
  • Layar lipat 7,6 inci lebih sering dipakai
  • Tent mode lebih stabil
  • Flex Mode di Galaxy Z Fold 8 Ultra

Sumber: https://www.androidauthority.com/galaxy-z-fold-8-flex-mode-3704800/

Lihat juga