
Ringkas: Pengalaman memakai Android Auto wireless dinilai jauh lebih stabil dibanding koneksi kabel, terutama karena masalah putus sambungan acak tidak lagi muncul.
Awal tahun ini, saya mengalami banyak masalah dengan Android Auto. Kabel saya tidak mau bekerja dengan benar, koneksi sering terputus secara acak meski kabel terpasang, kabel cepat aus, dan selalu ada saja gangguan saat memakai Android Auto di mobil. Setelah beralih ke koneksi nirkabel, pengalamannya terasa seperti memakai sistem yang benar-benar berbeda. Saya melihat perdebatan online soal Android Auto kabel vs wireless, dan saya jelas berada di kubu wireless. Berikut alasannya.
Penilaian ini didasarkan pada pengalaman saya sendiri memakai Android Auto dengan Motorola Moto G dan Samsung Galaxy Z Fold 5. Saya menggunakan adaptor TechLane 2-in-1 Carplay & Android Auto. Kendaraan saya adalah model 2021 dengan Head Unit yang baru-baru ini diganti.
Koneksi Android Auto Kabel Tidak Pernah Andal bagi Saya
Sebagian orang di internet mengatakan koneksi kabel lebih baik, tetapi saya tidak bisa mengatakan hal yang sama.
Masalah terbesar yang saya alami dengan Android Auto kabel adalah koneksi yang terus terputus. Itu terjadi secara acak. Sedang berkendara sambil mendengarkan album? Terputus. Sedang memeriksa Open Maps untuk area yang tidak saya kenal? Terputus. Kabel sedikit bergoyang saat mobil melewati guncangan ringan? Terputus.
Ini tampaknya menjadi masalah yang dialami banyak orang.
Sekitar lima tahun lalu, memakai Android Auto dengan kabel USB terlihat populer. Belakangan ini, saya melihat perdebatan tentang manfaat koneksi nirkabel. Sebagian pengguna Android Auto menyukainya karena bekerja secara konsisten dengan baik.
Namun, sebagian pengguna lain tampaknya sangat bergantung pada kabel mereka.
Awalnya saya mengira alasan wireless terasa lebih baik hanya karena faktor “hasil tiap orang bisa berbeda”.
Namun, sedikit riset cepat yang dipadukan dengan pengalaman saya sendiri memakai Android Auto secara nirkabel membuat asumsi itu hilang.
Kebiasaan Berkendara dan Perangkat Bisa Berpengaruh
Kebiasaan berkendara mungkin berperan, begitu juga perangkat yang digunakan.
Saya hanya mengemudi saat perlu, dan bahkan ketika mengemudi, perjalanan saya biasanya cukup pendek. Saya bukan tipe orang yang sering “mengurus banyak keperluan” atau “melakukan perjalanan jauh”.
Memang benar merek atau model kendaraan, masalah pada Head Unit, perangkat Android yang digunakan, dan jenis perjalanan yang dilakukan bisa menjadi faktor. Namun, tampaknya cukup umum bahwa pengguna Android Auto lebih beruntung dengan koneksi wireless dibanding koneksi kabel.
Saya pernah mendengar beberapa pengguna online mengatakan koneksi nirkabel memiliki sejumlah kekurangan. Namun, pengalaman saya memakai Android Auto tidak sesuai dengan keluhan itu. Saya sudah menggunakannya seperti ini hampir sepanjang 2026, sejak membeli adaptor wireless karena sudah muak berurusan dengan kabel.
Saya tidak bisa membayangkan mengapa ada orang yang ingin memakai Android Auto dengan cara lain.
Tidak Ada Putus Koneksi, Ponsel Panas, atau Masalah Audio
Keluhan umum yang sering saya baca adalah koneksi wireless yang tidak berhenti setelah mobil dimatikan, atau transfer data terus-menerus yang membuat ponsel menjadi panas. Saya tidak mengalami dua masalah tersebut. Ponsel tidak menjadi terlalu hangat saat digunakan, dan saya jelas tidak akan menyebutnya “panas saat disentuh”.
Untuk masalah koneksi wireless yang tidak berhenti dengan benar, saya juga punya solusinya. Saya mencabut adaptor wireless saat mematikan mobil, seperti yang direkomendasikan produsennya. Saya bisa membayangkan masalah itu terjadi pada orang yang tidak memakai adaptor, jadi hal tersebut tetap perlu diperhatikan.
Karena penasaran, saya meninggalkan dongle di kendaraan setelah mematikan mobil dan mencoba mereproduksi masalah tersebut. Saat kembali ke kantor, ponsel saya langsung terhubung lagi ke jaringan rumah tanpa hambatan.
Saya tahu masalah seperti ini bisa terjadi, tetapi pengalaman saya sejauh ini untungnya tidak menunjukkan hal tersebut.
Saya juga memperhatikan apakah ada perubahan kualitas audio antara kabel dan wireless. Meski Bluetooth memulai koneksi nirkabel awal melalui proses pairing atau handshake Bluetooth dan menangani panggilan telepon, Bluetooth tidak berperan dalam pemutaran audio, GPS, atau fungsi lain.
Fungsi-fungsi itu ditangani oleh koneksi 5 GHz Wi-Fi Direct. Wi-Fi Direct adalah koneksi Wi-Fi langsung antarperangkat tanpa harus melalui router.
Kualitas musik tampaknya tidak benar-benar menurun. Saya biasanya mendengarkan musik yang tersimpan di perangkat, tetapi sesekali memutar streaming. Saya juga tidak pernah mengalami streaming podcast terputus saat berkendara memakai wireless. Hal itu cukup sering terjadi saat memakai kabel sampai-sampai saya hampir menyerah sepenuhnya pada Android Auto.
Baterai dan Pengisian Daya Tidak Jadi Masalah Utama
Pengurasan baterai dan pengisian daya sering disebut sebagai masalah Android Auto wireless, tetapi pengalaman saya sendiri tidak menunjukkan demikian.
Saya yakin sebagian orang khawatir soal baterai terkuras saat perjalanan jauh. Ini merupakan salah satu alasan yang lebih umum untuk kegagalan wireless AA, selain salah satu penyebab terbesar yaitu Bluetooth yang tidak tersambung. Penyebabnya, fitur hemat daya cenderung menghentikan proses latar belakang.
Secara pribadi, saya tidak pernah mengalami hal itu saat memakai Android Auto secara nirkabel. Saya mengatur baterai ke unrestricted, sehingga fitur hemat daya tidak mematikan pengalaman Android Auto saya.
Jika baterai mulai menipis, saya membawa power bank portabel bila diperlukan. Untuk ponsel yang menjadi panas saat digunakan, saya pribadi tidak pernah mengalaminya sebagai masalah besar. Ponsel memang sedikit hangat, tetapi tidak lebih buruk daripada penggunaan biasa.
Pekan lalu, saya berkendara selama satu jam sambil memakai peta, mendengarkan podcast, lalu melakukan panggilan telepon selama 20 menit di jalan masuk rumah tanpa kehilangan banyak daya baterai sama sekali.
Saya percaya wireless adalah cara terbaik untuk Android Auto. Saya tertarik dengan Android Auto, dan menurut saya perdebatan soal apakah kabel atau wireless lebih baik akan terus berlangsung sampai layanan itu sendiri pada akhirnya menghilang. Jika suatu saat saya kembali ke koneksi kabel, itu bukan Android Auto, dan tentu tidak akan melibatkan ponsel. Mobil saya memiliki port auxiliary, dan saya punya Philips Go Gear yang masih berfungsi dan masih rutin saya gunakan. Namun, kecuali adaptor wireless saya suatu saat mati, bagi saya Android Auto wireless adalah pilihan sepenuhnya.
Poin penting
- Android Auto wireless lebih stabil
- Putus koneksi kabel berulang
- Adaptor TechLane 2-in-1
- Koneksi 5 GHz Wi-Fi Direct
- Baterai diatur unrestricted
FAQ
Apakah Android Auto wireless memakai Bluetooth untuk audio?
Bluetooth memulai koneksi awal dan menangani panggilan telepon, tetapi pemutaran audio, GPS, dan fungsi lain ditangani oleh koneksi 5 GHz Wi-Fi Direct.
Apakah ponsel menjadi panas saat memakai Android Auto wireless?
Dalam pengalaman penulis, ponsel hanya sedikit hangat dan tidak sampai “panas saat disentuh”. Namun, sebagian pengguna online melaporkan masalah panas.
Apa yang dilakukan jika koneksi wireless tidak berhenti setelah mobil dimatikan?
Penulis mencabut adaptor wireless saat mematikan mobil, sesuai rekomendasi produsen adaptor yang digunakan.
Sumber: https://www.howtogeek.com/internets-wrong-about-android-auto-switching-wireless-fixed-my-problems/