
Ringkas: Passkeys sudah mencapai lima miliar menurut FIDO Alliance, tetapi password belum benar-benar tergantikan karena masalah cakupan, pemulihan akun, dan konsistensi lintas perangkat.
Passkeys diposisikan sebagai alternatif yang lebih aman dan lebih cepat daripada password, dan jumlahnya kini sudah mencapai lima miliar menurut FIDO Alliance. Namun, pertumbuhan itu belum berarti password hilang sepenuhnya, karena passkeys saat ini masih menjadi opsi utama yang ditambahkan di atas password, bukan pengganti total.
Passkeys memang tumbuh, tapi belum menutup celah
Angkanya terlihat kuat. Sekitar 48% dari 100 situs teratas kini mendukung passkeys, dan lebih dari dua pertiga konsumen sudah mengaktifkannya di suatu tempat. Saat passkeys bekerja, data FIDO tahun 2025 menunjukkan tingkat keberhasilan login 93%, dibanding 63% untuk metode lain, dengan proses masuk sekitar 73% lebih cepat.
Meski begitu, password masih menjadi cara login paling umum bagi kebanyakan orang. Alasan utamanya bukan kriptografi, melainkan apa yang terjadi saat pengguna keluar dari satu perangkat tempat semuanya pertama kali disiapkan. Face ID di iPhone terasa mudah, tetapi saat berpindah ke laptop kerja atau komputer keluarga bersama, kemudahannya cepat hilang. Pengguna bisa saja harus memindai kode QR, menyetujui prompt di layar lain, atau menebak dulu apakah passkey tersimpan di iCloud atau Google Password Manager.
[[IMG_1]]
Penulis artikel juga menyoroti pengalaman saat menyiapkan ponsel baru. Passkey Google dan Microsoft yang dibuat di laptop tidak muncul di perangkat baru, sehingga ia harus kembali memakai password agar bisa masuk cukup jauh untuk mendaftarkan passkey baru. Bagi sistem yang seharusnya lebih praktis, hal ini terasa seperti mundur satu langkah.
Masalah sinkronisasi dan pemulihan akun
FIDO Alliance mencoba menutup celah ini lewat Credential Exchange standards, yang memungkinkan passkeys dipindahkan antar password manager, bukan terkunci di tempat pertama kali dibuat. Ini memang solusi nyata, tetapi masih dirilis bertahap per platform. Selama belum merata, password tetap menjadi satu-satunya metode login yang bekerja di mana saja, setiap saat, tanpa pengaturan awal.
Ada juga alasan kebiasaan. Meski passkey sudah dipasang di banyak layanan, sebagian pengguna tetap refleks mengetik password. Password yang lupa punya alur pemulihan yang sudah akrab: klik lupa password, cek email, reset, selesai. Passkeys belum punya kebiasaan mental yang sama, sehingga pertanyaan pertama yang sering muncul adalah, “apa yang terjadi kalau saya kehilangan ponsel?”
Kekhawatiran itu tidak sepenuhnya tak beralasan. NCSC menilai pemulihan akun sebagai risiko nyata pada passkeys, karena penyerang bisa menargetkan jalur pemulihan, bukan kredensialnya langsung. Dalam riset untuk artikel ini, penulis juga menemukan bahwa kendala terbesar passkeys bukan proses login sehari-hari, melainkan mekanisme di bawahnya: akun sinkronisasi, metode pemulihan, dan ekosistem perangkat, yang baru terasa penting saat ponsel rusak atau pengguna pindah platform.
Kepercayaan juga dibangun dari pengalaman buruk demi pengalaman buruk. Satu aplikasi bisa menjalankan passkey dengan sekali sentuh, sementara aplikasi berikutnya menampilkan kode QR atau langkah yang tidak familiar. Ketidakpastian seperti ini membuat orang lebih memilih cara lama yang sudah mereka percaya selama 20 tahun, meski passkeys sebenarnya lebih sering berhasil dibanding password saat digunakan.
Mengapa situs yang sudah siap passkey masih minta password
Data FIDO tahun 2025 menunjukkan 93% akun pengguna secara teknis memenuhi syarat untuk passkey, tetapi hanya 36% yang sudah menyiapkannya, dan baru 26% login yang memakai passkey. Artinya, sebuah situs bisa menyebut dirinya passkey-ready karena infrastrukturnya mendukung, sementara sebagian besar pengguna nyatanya belum mendaftarkan passkey. Akibatnya, prompt password tetap menjadi satu-satunya opsi yang benar-benar bisa dipakai banyak orang.
Situs juga sengaja mempertahankan password sebagai cadangan. Karena pemulihan akun menjadi lebih penting saat passkeys ikut dipakai, layanan cenderung berhati-hati dan tidak langsung mematikan login password. Tidak ada aturan dalam rollout saat ini yang memaksa penghapusan password ketika passkey ditambahkan; keduanya hanya ditumpuk satu sama lain, dan situs tetap bisa mengklaim diri modern dengan cara itu.
Pada akhirnya, sebuah situs bisa saja sudah mendukung passkeys, tetapi kolom password tetap menjadi fallback universal untuk sekitar tiga perempat login yang belum memakai passkey. Selama passkeys belum terasa sesederhana dan seandal mengetik password, penyedia layanan masih punya alasan kuat untuk menjaga pintu itu tetap terbuka.
Poin penting
- lima miliar passkeys
- 48% situs teratas
- 93% keberhasilan login
- 36% akun tersetup
- Credential Exchange standards
- password masih jadi fallback
Passkeys jelas sudah menjadi teknologi yang nyata dan praktis, tetapi menurut artikel ini password belum selesai keluar. Selama masalah sinkronisasi, pemulihan akun, dan konsistensi lintas perangkat belum merata, keduanya masih berjalan berdampingan. https://www.makeuseof.com/are-passkeys-replacing-passwords/