Sabtu, 29 Agustus 2026, Agustus 29, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-29T10:20:49Z
AudioBeritaTech

Kacamata Pintar XREAL a01 untuk Menonton Film, Layakkah?

Sabtu, 29 Agustus 2026

Kacamata Pintar XREAL a01 untuk Menonton Film, Layakkah?

Ringkas: Kacamata pintar XREAL a01 menawarkan layar mini OLED 1080p yang cerah, tetapi pengalaman menonton film masih dibatasi kebutuhan screen mirroring, panas, dan ketergantungan pada perangkat lain.

Kacamata pintar XREAL a01 menarik perhatian sebagai cara baru menikmati film, tetapi perangkat ini belum tentu menjadi pilihan ideal bagi penonton film. Model yang dirilis pada Mei tahun ini tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai monitor eksternal yang dipasang di wajah, bukan kacamata augmented reality (AR) dengan kemampuan perangkat lunak yang kompleks.

XREAL a01 menghadirkan layar 1080p yang cerah

Berbeda dari kacamata AR yang lebih berfokus pada perangkat lunak seperti Meta Orion atau Snap Specs, XREAL a01 tidak memiliki baterai maupun mekanisme daya internal. Kabel USB-C sederhana menghubungkan kacamata ke perangkat pilihan pengguna, yang kemudian menjadi sumber dayanya. Harganya juga relatif terjangkau, sekitar 300 dolar AS.

XREAL sebenarnya mengoptimalkan a01 untuk bermain game. Kacamata ini dapat disambungkan ke Steam Deck atau perangkat gaming genggam lainnya. Namun, XREAL juga memasarkannya untuk menonton film dan acara TV.

Dengan menggunakan laptop pribadi dan Criterion Channel, penulis mencoba menonton film David Lynch, Wild at Heart. Adegan Nicolas Cage mengenakan jaket kulit ular, memukuli seseorang di bar, lalu menyanyikan lagu Elvis menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Secara visual, hasilnya cukup baik. XREAL a01 memiliki dua panel mini OLED dengan resolusi 1080p dan tingkat kecerahan hingga 1.600 nit. Warnanya terlihat sangat hidup. Saat diarahkan ke dinding, tampilannya terasa seperti proyektor rumahan yang sangat cerah atau bioskop drive-in. Di ruangan gelap, pengalaman tersebut terasa sedikit lebih mendekati suasana menonton di bioskop.

Menonton film dengan kacamata pintar masih terasa redundan

Meski kualitas gambarnya baik, penggunaan a01 menimbulkan pertanyaan mendasar: mengapa harus duduk di depan komputer sambil mengenakan kacamata, ketika film yang sama juga sedang diputar di laptop yang hanya berjarak sekitar 14 inci?

Menurut XREAL, kacamata ini menawarkan pengalaman yang lebih imersif karena proyeksinya diklaim setara dengan melihat layar berukuran 147 inci. Namun, keberadaan layar laptop di dekat pengguna membuat tujuan perangkat tersebut terasa kurang jelas.

XREAL juga menyebut a01 dapat digunakan sebagai “monitor kedua” dan menyebutnya sebagai “layar yang dapat dikenakan”. Akan tetapi, fungsi ini cukup dipertanyakan karena pengguna sulit melihat hal lain selain tampilan yang diproyeksikan kacamata. Akibatnya, mengenakan a01 sambil bekerja di laptop menjadi sulit.

Kacamata tersebut juga bisa disambungkan ke ponsel. Namun, iPhone milik penulis merupakan model lama sehingga kabel a01 tidak kompatibel dengan port ponselnya. Adaptor diperlukan untuk menghubungkan kedua perangkat.

Secara teori, koneksi ke ponsel membuat pengalaman menonton tidak lagi terbatas di dalam ruangan seperti saat menggunakan laptop. Pengguna dapat menonton film ketika bepergian dengan pesawat atau kereta. Menonton sambil berjalan di jalan raya juga secara teknis mungkin dilakukan, tetapi sangat tidak disarankan karena dapat menyebabkan pengguna tidak sengaja berjalan ke arah lalu lintas.

Kacamata Pintar XREAL a01 untuk Menonton Film, Layakkah?

Namun, penggunaan bersama ponsel tetap memiliki keterbatasan. XREAL a01 hanya berfungsi sebagai perangkat pencerminan layar, sehingga layar ponsel harus tetap aktif selama kacamata digunakan. Masalah redundansi pun kembali muncul: video tampil di layar yang terpasang di wajah, sementara video yang sama diputar di layar lain yang berjarak kurang dari satu kaki.

Pengguna memang dapat memasukkan ponsel ke saku untuk mengurangi masalah tersebut, tetapi guncangan saat bergerak berpotensi mengganggu pemutaran video.

Beam Pro menambah biaya, sementara a01 cepat panas

XREAL juga menawarkan perangkat terpisah bernama Beam Pro. Perangkat yang pada dasarnya merupakan tablet mini ini dapat berfungsi sebagai pusat streaming mandiri. Pengguna mengunduh acara atau film ke Beam Pro, menghubungkannya ke kacamata, lalu menonton tanpa harus terus mencerminkan layar ponsel. Namun, Beam Pro dikenai biaya tambahan 200 dolar AS.

Masalah lain adalah panas. Tidak lama setelah digunakan, a01 mulai menghangat dan menimbulkan sensasi geli yang aneh di pangkal hidung serta area di atas mata. Hal ini bukan persoalan yang hanya ditemukan pada produk XREAL, karena panas merupakan kekurangan yang umum pada sebagian besar kacamata XR. Perangkat plastik berukuran kecil hanya dapat menampung kemampuan komputasi dalam jumlah terbatas sebelum proses kelistrikan mulai menghasilkan panas.

Sensasi tersebut cukup mengganggu, terutama untuk aksesori yang dikenakan langsung di wajah. Di luar masalah panas, a01 tergolong ringan dan nyaman. Bentuknya juga tidak terlalu merepotkan dibandingkan kacamata pintar lain yang pernah dicoba penulis. Sebagai perbandingan, Snap Specs yang digunakan di CES pada awal tahun terasa jauh lebih berat, meskipun keduanya merupakan jenis perangkat yang berbeda.

Kacamata Pintar XREAL a01 untuk Menonton Film, Layakkah?

Project Aura membawa kemampuan Android XR

XREAL terus mengembangkan lini produknya, dan setiap perangkat baru tampak berupaya memperbaiki generasi sebelumnya. Sejumlah persoalan mendasar pada a01 dan headset XREAL terdahulu tampaknya mulai diatasi melalui perangkat terbaru perusahaan yang belum dirilis, Project Aura. Perangkat tersebut terlihat sekilas saat kunjungan ke Google I/O pada awal tahun dan dijanjikan menghadirkan pengalaman yang lebih imersif serta praktis.

Aura menggunakan Android XR, sistem operasi extended reality yang dikembangkan Google dan Samsung. Perangkat ini memiliki pelacakan tangan bawaan, fitur yang tidak tersedia pada a01, serta akses ke Google Play Store. Kemampuan tersebut memberi kacamata ini potensi interaksi dan AR yang jauh lebih besar.

Aura juga dilengkapi sebuah puck yang terhubung ke kacamata. Perangkat ini berfungsi sebagai sumber pengisian daya sekaligus node komputasi. Karena dapat dimasukkan ke saku, puck membuat pengguna lebih leluasa bergerak dan tidak perlu terus menyambungkan kacamata ke perangkat lain, berbeda dari a01.

Bagi penonton film, kacamata pintar XREAL a01 pada akhirnya belum menjadi cara yang ideal untuk menonton. Penggemar film umumnya menginginkan layar besar, terutama ketika televisi 4K OLED tersedia dalam berbagai ukuran. Bahkan TV TCL S-series 55 inci milik penulis, yang bukan perangkat dengan kemampuan paling tinggi, dinilai memberikan pengalaman menonton di rumah yang lebih nyaman dan memuaskan daripada a01.

Menonton film di layar datar besar di rumah masih dianggap sebagai pengalaman yang hanya kalah dari menonton langsung di bioskop. Sebaliknya, melihat film pada layar kecil yang berada kurang dari satu inci dari mata memang menawarkan imersi yang khas, tetapi belum dapat disebut optimal.

XREAL a01 menjadi gambaran menarik tentang industri perangkat keras yang masih berkembang dan terus mencari posisi yang tepat di mata konsumen. Pengalaman pengguna kemungkinan akan kembali dievaluasi ketika Project Aura tersedia, tetapi berdasarkan penggunaan a01, kacamata tersebut belum mengalahkan kenyamanan layar besar untuk menonton film.

Poin penting

  • XREAL a01 sebagai monitor eksternal
  • Layar mini OLED 1080p
  • Screen mirroring ponsel wajib aktif
  • Beam Pro berharga 200 dolar AS
  • Project Aura memakai Android XR
  • Menonton film belum optimal

Sumber: https://techcrunch.com/2026/08/28/is-the-best-way-to-watch-a-movie-on-a-pair-of-sunglasses/

Lihat juga