
Android Auto dan Android Automotive sering dianggap sebagai produk yang sama karena namanya hampir identik. Padahal, keduanya bekerja dengan cara yang sangat berbeda. Android Auto mengandalkan ponsel untuk menampilkan aplikasi dan layanan pada layar mobil, sedangkan Android Automotive merupakan sistem operasi yang dipasang langsung di kendaraan. Perbedaan ini menentukan apakah pengemudi membutuhkan smartphone, fitur apa yang dapat digunakan, serta seberapa dalam sistem terhubung dengan fungsi mobil.
Android Auto menghubungkan ponsel ke layar mobil
Android Auto pada dasarnya adalah antarmuka yang membawa sejumlah fungsi dari smartphone Android ke sistem infotainment mobil. Infotainment adalah perangkat layar dan audio di dasbor yang menangani navigasi, hiburan, komunikasi, dan beberapa pengaturan kendaraan. Ketika ponsel dihubungkan, layar mobil menampilkan tampilan Android Auto yang dirancang agar lebih sederhana dan mudah digunakan saat berkendara.
Koneksi tersebut dapat menggunakan kabel USB atau jaringan nirkabel, tergantung pada dukungan ponsel dan sistem infotainment kendaraan. Aplikasi, koneksi internet, akun pengguna, dan sebagian besar proses komputasi tetap berasal dari smartphone. Karena itu, Android Auto umumnya tidak bisa berfungsi penuh tanpa ponsel yang kompatibel.
Melalui Android Auto, pengemudi dapat menggunakan aplikasi yang telah mendukung platform tersebut, misalnya untuk navigasi, memutar musik, mendengarkan podcast, melakukan panggilan, atau menerima pesan. Pengoperasiannya dapat dilakukan melalui layar sentuh, tombol fisik kendaraan, atau perintah suara jika tersedia. Namun, tidak semua aplikasi Android bisa muncul di layar mobil. Google membatasi jenis dan tampilan aplikasi untuk mengurangi gangguan selama perjalanan.
Android Automotive menjadi sistem operasi bawaan kendaraan
Android Automotive memiliki pendekatan berbeda. Sistem ini merupakan sistem operasi berbasis Android yang tertanam langsung di perangkat keras mobil. Dengan kata lain, kendaraan tidak sekadar menampilkan isi ponsel. Mobil menjalankan Android sendiri, seperti halnya smartphone atau tablet menjalankan sistem operasinya sendiri.
Karena dipasang langsung di kendaraan, Android Automotive dapat bekerja tanpa harus menghubungkan smartphone. Bergantung pada implementasi produsen mobil, pengemudi dapat membuka navigasi, media, pengaturan, dan aplikasi lain langsung dari layar kendaraan. Koneksi internetnya juga bisa berasal dari modem seluler bawaan mobil atau Wi-Fi, sesuai dengan perlengkapan dan paket layanan yang disediakan produsen.
Integrasi Android Automotive juga dapat menjangkau fungsi kendaraan yang lebih dalam. Sistem dapat dipakai untuk mengatur fitur seperti pendingin udara, audio, informasi baterai pada mobil listrik, atau tampilan status kendaraan. Fitur yang tersedia tidak selalu sama pada setiap model karena produsen mobil tetap menentukan desain antarmuka, perangkat keras, dan tingkat akses yang diberikan kepada sistem.
Android Automotive juga tidak selalu identik dengan layanan Google. Sebuah kendaraan dapat menggunakan sistem operasi Android Automotive tanpa menyertakan Google Maps, Google Assistant, atau Google Play. Paket layanan Google yang terintegrasi biasanya dikenal sebagai Google built-in. Keberadaannya bergantung pada kerja sama dan keputusan masing-masing produsen kendaraan.
Perbedaan penting bagi pemilik mobil
Perbedaan utama kedua platform dapat diringkas sebagai berikut:
- Sumber sistem: Android Auto berjalan dari smartphone dan diproyeksikan ke layar mobil, sedangkan Android Automotive berjalan langsung pada komputer kendaraan.
- Kebutuhan ponsel: Android Auto memerlukan smartphone yang kompatibel. Android Automotive tetap dapat digunakan tanpa ponsel untuk fungsi yang sudah tersedia di mobil.
- Koneksi internet: Android Auto biasanya menggunakan koneksi data ponsel. Android Automotive dapat memakai koneksi bawaan kendaraan atau Wi-Fi, tergantung konfigurasi mobil.
- Integrasi kendaraan: Android Auto terutama menangani navigasi, komunikasi, dan hiburan. Android Automotive berpotensi mengendalikan lebih banyak fungsi mobil karena terhubung langsung ke sistem kendaraan.
- Pembaruan: aplikasi Android Auto banyak bergantung pada pembaruan di smartphone, sedangkan pembaruan Android Automotive juga melibatkan produsen mobil dan perangkat lunak kendaraan.
Bagi konsumen, Android Auto menawarkan pengalaman yang relatif konsisten ketika berpindah dari satu kendaraan yang kompatibel ke kendaraan lain. Pengaturan, riwayat navigasi, kontak, dan aplikasi berada di ponsel pengguna. Kekurangannya, pengalaman tersebut tetap dipengaruhi oleh kualitas koneksi, kemampuan smartphone, dan dukungan kabel atau mode nirkabel pada mobil.
Android Automotive dapat terasa lebih menyatu dengan kendaraan karena pengguna tidak perlu selalu memasang ponsel. Informasi navigasi dan pengaturan mobil dapat dirancang sebagai satu pengalaman. Namun, kualitas antarmuka, ketersediaan aplikasi, kebijakan pembaruan, dan dukungan layanan dapat berbeda antara satu merek mobil dengan merek lainnya. Pengguna juga perlu memperhatikan apakah fitur tertentu membutuhkan akun, koneksi data, atau langganan setelah masa layanan awal berakhir.
Apa yang perlu diperiksa sebelum membeli mobil?
Calon pembeli sebaiknya tidak hanya menerima keterangan bahwa sebuah mobil “menggunakan Android”. Tanyakan apakah kendaraan mendukung Android Auto, memakai Android Automotive, atau menawarkan keduanya. Periksa pula apakah Android Auto dapat digunakan secara nirkabel, apakah Android Automotive dilengkapi Google built-in, serta aplikasi navigasi dan media apa saja yang tersedia.
Pembaruan perangkat lunak juga penting karena mobil biasanya digunakan lebih lama daripada smartphone. Konsumen dapat menanyakan berapa lama produsen menjanjikan pembaruan, apakah pembaruan bisa dipasang melalui internet atau harus dilakukan di bengkel, dan fungsi apa yang tetap berjalan ketika kendaraan tidak memiliki paket data aktif. Dalam konteks ini, perangkat lunak bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi bagian dari pengalaman kepemilikan mobil.
Kesimpulannya, Android Auto cocok dipahami sebagai cara menggunakan layanan ponsel melalui layar kendaraan, sementara Android Automotive adalah sistem operasi mobil itu sendiri. Mengetahui perbedaannya membantu konsumen memilih kendaraan berdasarkan kebutuhan: apakah lebih mengutamakan kemudahan membawa pengalaman smartphone ke berbagai mobil, atau menginginkan sistem bawaan yang terintegrasi lebih dalam dengan kendaraan.
Sumber: Engadget